
Masih dirumah sakit tempat Clarisya di rawat, Raihan dan Aldi masih setia menunggu dan menemani Clarisya, keduanya terus menatap Clarisya penuh harap, mereka berharap ada keajaiban yang bisa membuat Clarisya kembali sadar.
"Sebaiknya kalian pulang dulu, nanti besok kalian balik lagi." Ucap Frico kepada kedua sahabat putrinya.
"Tapi om .." Belum terselesaikan, niat Aldi untuk menolak, mengingat perjalan antara rumah mereka dengan rumah sakit, membutuhkan perjalanan sekitar empat sampai lima jam.
"Nanti kalian bisa pake jet pribadi om, sekalian ambilin om dan tante baju." Potong Frico, ia tahu pasti sahabat dari putrinya berpikir dua kali, mengingat perjalanan yang menempuh waktu lama, jadi ia memutuskan untuk meminjamkan jet pribadi, guna mempermuda perjalanan, dan juga menjadi cepat tak memakan waktu.
"Baik om, kalau begitu terima kasih." Ucap Aldi berterima kasih, pasalnya ia tak perlu membuang waktu, dan bisa cepat sampai dirumah sahabatnya.
Jet pribadi, memang di antara mereka yang memiliki jet pribadi hanya Clarisya, tapi mereka sudah beberapa kali pergi menggunakan jet pribadi keluarga Clarisya.
Kebanyakan mereka berpergian menggunakan persawat umum, dan mereka hanya menggunakan jet pribadi jika berpergian keluar negeri.
Liburan, itulah mereka berenam, mereka akan selalu mencuri waktu untuk bisa pergi liburan bersama, baik dalam musim sekolah, ataupun dalam musim libur. tidak jarang keenam remaja itu liburan tiga hari dua malam.
Akhirnya Raihan dan Aldi menuju rumah dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Clarisya.
Selama dalam perjalanan pulang, keduanya tampak hanya diam dan memejamkan mata, keduanya memang tidak tidur, bahkan air mata menghiasi pipi kanan dan kiri kedua lelaki tampan tersebut.
Menangis dalam diam, itulah yang mereka lakukan saat ini, ini adalah pertama kali mereka melihat Clarisya se syok itu, bahkan Clarisya sampai dinyatakan koma.
Keduanya terlihat sangat rapuh, bayangan kehilangan Meisya dan Reisya masih sangat kental, kata koma yang membuat sahabat mereka pergi jauh, membuat mereka semakin ketakutan.
"Arggghhhh, kenapa harus Clarisya, kenapa Clarisya harus terbaring lemah hikss, kenapa semua masalah datang terus menerus hikss, hiks kenapa hikss." Batin Raihan merasa sesak.
"Hikss Pricil hikss, sekarang sasa lagi tidur hikss, kenapa hiks dia hiks." Raihan hanya menangis dalam diam, ia kembali teringat dengan sahabat kecilnya Pricil.
"Tuhan hikss hikss, jangan hiks hiks, kenapa hikss kenapa hiks, Clarisya kenapa hiks." Tangis Aldi yang kian membatin, dadanya merasa sesak ketika teringat bayangan Clarisya yang terbaring lemah.
Selama perjalanan Aldi dan Raihan akhirnya tertidur, mereka mungkin sudah sangat lelah dan juga membutuhkan istirahat masing-masing.
Hampir satu jam perjalanan dari rumah sakit tempat Clarisya di rawat sampai ke kediaman keluarga Clarisya.
__ADS_1
Raihan langsung turun dan menuju rumahnya untuk mengambil beberapa potong baju untuk dirinya, dan juga beberapa potong baju untuk sahabatnya Aldi.
Aldi sendiri masih menunggu dirumah Clarisya, Aldi menunggu para maid yang mempersiapkan pakaian dan kepentingan Frico dan Klara.
Frico dan Klara tidak mungkin akan bersama Clarisya sampai Clarisya siumanan, tapi Aldi dan Raihan mereka yang akan tetap bersama dengan Clarisya, mereka juga tidak akan kuliah sampai Clarisya kembali sadar.
Lebih tepatnya Raihan dan Aldi akan berkuliah online, mereka berdua benar-benar enggan untuk meninggalkan Clarisya sendirian.
"Bi, apa ini udah semua ?" Tanya Aldi pada pelayan, yang diketahui sebagai kepala pelayan dirumah Clarisya.
"Sudah tuan muda, semua keperluan sudah bibi masukin kedalam, sesuai apa yang tuan besar minta." Jawab kepala pelayan tersebut.
"Baik bi, kalau begitu terima kasih." Jawab Aldi sambil tersenyum kecil, rasanya memang sangat sulit untuk tersenyum saat ini.
"Sama-sama tuan muda." Jawab kepala pelayan tersebut.
"Ohiyah tuan muda, bagaimana keadaan nona muda, apa nona muda baik-baik saja ?" Tanya kepala pelayan tersebut.
Berita mengenai Clarisya jatuh sakit dan di rawat dirumah sakit memang sudah terdengar satu menssion, banyak pelayan yang langsung berdoa untuk kesembuan Clarisya, ada juga yang menangis mendengar jika nona muda mereka sedang dalam masa perawatan.
"Keadaan Clarisya saat ini sedang tidak baik-baik saja, doain aja bi semoga Clarisya cepat pulih." Jawab Aldi sambil tersenyum sedih.
"Baik tuan muda, kami pasti akan selalu mendoakan kesembuhan nona muda Clarisya." Jawab kepala pelayan yang menunduk sedih.
"Terima kasih." Jawab Aldi singkat.
"Apa perlu saya siapkan makanan dan minumanan ?" Tanya kepala pelayan, pasalnya saat ini Aldi terlihat sedang tidak baik-baik saja.
"Bole bi, tolong ambil beberapa potong buah dan juga air hangat." Jawab Aldi yang kian menyetujui, pasalnya ia juga kembali lapar karena sudah beberapa jam yang lalu ia makan dan sekarang ia belum makan lagi.
"Baik .." Terpotong dengan ucapan Aldi.
"Tolong siapkan untuk dua orang bi, dan juga tolong bungkuskan beberapa makanan dan juga buah-buahan untuk dibawah." Potong Aldi pada ketua pelayan.
__ADS_1
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Jawab Pelayan tersebut, dan langsung meninggalkan Aldi di ruang keluarga ketika Aldi mengangguk kecil.
Aldi kembali memejamkan mata, berharap jika ia kembali bangun semua sedang dalam keadaan baik-baik saja.
Berharap semua yang terjadi malam ini adalah mimpi, ha ha ha itu semua mustahil tidak ada yang bisa mengubah semuanya, hanya Tuhan yang menentukan dan kita menikmati jalur cerita.
Raihan sudah kembali ke rumah Clarisya, memang jarak rumah Clarisya dan Raihan hanya beberapa langkah saja.
Raihan tampak memejamkan mata ketika melihat sahabatnya Aldi dalam keadaan kelelahkan, ia juga berharap semua sedang baik-baik saja.
Raihan tidak ingin membangunkan sahabatnya yang tampak sangat kelelahan, ia merasa sedih atas apa yang sudah menimpah persahabatan mereka.
"Al." Panggil Raihan pelan.
"Eh, lu udah balik." Jawab Aldi pelan, seraya membuka perlahan kedua matanya.
"Hmmm." Jawab dheman dari Raihan.
Tiba-tiba kepala pelayan yang tadi menawarkan makanan datang kembali.
"Permisi tuan muda, ini makan dan minuman yang sudah dipesan tadi." Ucap kepala pelayan tersebut.
"Terima kasih bi, letakan saja disitu." Jawab Aldi sambil tersenyum kecil.
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu, jika nanti membutuhkan sesuatu tuan muda bisa memanggil saya di dapur." Jawab pelayan tersebut sebelum pergi meninggalkan Aldi dan Raihan.
Aldi dan Raihan hanya mengganguk sebagai jawaban.
"Sebaiknya lu makan dulu sekarang, baru abis itu kita langsung berangkat." Ucap Aldi pada sahabatnya Raihan
"Tapikan .." Jawab Raihan terpotong.
"Gak ada tapi-tapian, sekarang cepat makan abis itu kita berangkat.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikut :)