Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Eps 43


__ADS_3

Hari kampus tempat Clarisya, Aldi dan Raihan kuliah berencana melakukan kegiatan sosial, salah satunya adalah berbagi dengan anak panti.


"Eh, kalian tahu gak, katanya pada mau ada kegiatan sosial dari kampus, salah satunya berbagi untuk anak panti, kita ikutan yuk." Ucap Clarisya pada kedua sahabatnya.


"Lu tahu dari mana ?" Tanya Raihan.


"Gw tadi gak sengaja lewat mading." Jawab Clarisya.


"Yaudah, mending kita cari ketupat (Ketua panitia)" Usul Raihan.


"Yuk." Jawab Aldi dan Clarisya.


"Ets, tunggu dulu, Clarisya lu tahu gak siapa ketua panitianya ?" Tanya Aldi yang langsung menghentikan langkah Clarisya dan Raihan.


"Gw tahu namanya doang, kalau gak salah namanya Mahen." Ucap Clarisya yang sedikit bimbang.


"Kita tanya anak-anak aja, pasti mereka pada tahu." Ucap Raihan.


"Yaudah yuk." Jawab Aldi.


Seperti biasa Clarisya diapit kiri,kanan oleh Aldi dan Raihan.


"Eh, boleh tanya gak ?" Ucap Clarisya ramah kepada wanita yang berpenampilan nerd.


"Boleh." Jawab wanita tersebut.


"Lu tahu ketua panitia acara baksos gak ?" Tanya Clarisya.


"Namanya kak Mahen, ini fotonya." Jawab wanita tersebut sambil menunjukan foto Mahen di instagram.


"Oke, terima kasih." Jawab Clarisya sambil tersenyum ramah.


"Cantik banget." Batin Wanita nerd tersebut.


"Oke." Sedikit lambat menjawab.


"Kita cabut dulu yah, bye." Ucap Clarisya sebelum meninggalkan nerd.


Clarisya, Aldi dan Raihan berjalan kearah kantin, mungkin mereka akan menemukan Mahen dikantin, tapi hasilnya nihil tidak ada tanda-tanda Mahen di kantin.


Setelah tidak menemukan Mahen dikantin, Clarisya, Aldi dan Raihan memutuskan untuk melangkah ke arah perpustakaan, tapi ketika mereka melewati taman kampus mata mereka tidak sengaja menangkap orang yang sedang mereka cari Mahen.


"Kayaknya itu deh." Ucap Aldi sambil menunjuk salah satu pria yang sedang berbicara.


"Kalau dari foto mirip, yaudah langsung aja samperin." Ucap Raihan menyambung perkataan Aldi.


"Yuk." Jawab Clarisya.

__ADS_1


Akhirnya ketiganya memberanikan diri untuk menyapa Mahen yang sedang bersama dengan teman-temannya.


"Ehem" Dheman Aldi membuat Mahen Cs menoleh ke arahnya.


"Bisa bicara sebentar dengan Mahen." Ucap Raihan yang langsung to the point.


"Bisa." Jawab Mahen.


"Kita bicara disitu aja, gak apa-apakan." Ucap Clarisya mengintip dari belakang Raihan.


"Kok dia disitu, lucu." Batin Mahen yang baru menyadari kehadiran Clarisya yang ternyata bersembunyi dibelakang Raihan.


"Cantik." Batin Rizky, Deniau, sahabat Mahen.


"Bisa." Jawab


Akhirnya mereka berjalan sedikit menjauh dari teman-tema Mahen, alasannya mereka tidak ingin pembicaraan mereka di dengar dan tidak terlalu suka jika diperhatikan.


"Jadi apa yang mau dibicarakan ?" Tanya Mahen to the point.


"Ini soal kegiatan sosial." Bukan Clarisya yang menjawab tapi Aldi..


"Yah, apa kalian ingin ikut ?" Tanya Mahen sambil menatap Clarisya, Aldi dan Raihan secara bergantian.


"Kita akan ikut memberi tiga puluh karung beras, dua ratus lima puluh butir telur, sepuluh dus susu susu bayi, sepuluh dus susu untuk anak usia satu sampai tiga, sepuluh dus untuk usia tiga sampai lima, sepuluh dus untuk usia enam sampai lima belas, dan lima belas dus untuk usia umum/ di atas dua belas tahun." Ucap Raihan sambil menatap Mahen.


"Yah." Jawab ketiganya kompak.


"Baiklah terima kasih, kalian adalah orang yang paling banyak memberi ditahun ini." Ucap Mahen berterima kasih.


"Tapi jangan kasih tahu anak-anak lain kalau kita ikutan nyumbang, kita cuma mau ikutan doang ke panti." Ucap Clarisya yang tak mau anak kampus berpikir aneh-aneh tentang dia dan kedua sahabatnya.


"Kenapa ?" Tanya Mahen sedikit bingung, pasalnya biasa orang yang memberi banyak pasti akan senang jika dipuji.


"Cukup kita, lu dan Tuhan yang tahu." Jawab Clarisya uang melihat raut wajah bingung Mahen.


"Baiklah, kita akan berangkat hari jumat nanti." Ucap Mahen.


"Kita bakalan berangkat sekitar lima bus ke panti asuhan, letaknya ada di pinggir kota, kalian mau naik bus atau bawah mobil sendiri ?" Ucap Mahen.


"Kita ikutan naik bus aja." Ucap Clarisya antusias sambil menatap penuh harap kepada kedua sahabatnya.


"Gak." Jawab Aldi dan Raihan bersamaan, jawaban keduanya tentu saja membuat Clarisya menunduk lesu.


"Ayolah, kita gak pernah naik bus." Ucap Clarisya penuh harap, pasalnya mereka kemana-mana selalu membawah supir pribadi atau tidak salah satu dari mereka yang menyetir.


"Baiklah." Jawab Aldi dan Raihan setelah cukup lama menimbang-nimbang.

__ADS_1


Mahen hanya tersenyum melihat tingkah ketiga orang yang baru bertemu dengannya, bahkan ia tak tahu siapa nama ketiga orang tersebut, karena Mahen tidak tahu, mending langsung kenalan saja.


"Ohiya, nama kalian siapa ?" Tanya Mahen, ia sebenarnya ingin tahu nama Clarisya saja, tapi ia tak mungkin hanya menanyakan nama Clarisya sedangkan didepannya ada tiga orang.


"Aldi."


"Clarisya."


"Raihan."


"Oh okay." Ucap Mahen setelah mengetahui nama ketiga orang tersebut.


"Yaudah, kalau gitu kita cabut dulu yah, byee." Ucap Clarisya sambil menarik kedua sahabatnya, bahkan Mahen belum sempat untuk menjawab tapi Clarisya sudah beranjak pergi.


"Menarik." Batin Mahen.


Sepeninggalan Clarisya, Aldi dan Raihan, Mahen kembali bergabung dengan sahabatnya Rizky, Deniau.


"Siapa si itu ?" Tanya Rizky penasaran.


"Gak tahu, gw juga baru pertama kali ketemu mereka." Jawab Mahen sambil mengangkat kedua bahunya.


"Emang tadi mereka pada nanya apaan ?" Tanya Deniau.


"Kegiatan sosial." Jawab Mahen.


"Kok mereka nanya sama lu sih ?" Tanya Deniau dengan sedikit polos.


"Kan Mahen ketua panitia oon." Bukan Mahen yang menjawab tapi Rizky yang gemas dengan lemotnya Deniau.


"Hahaha, ohiya tadi mereka pasti ikutan nyumbang yah ?" Tanya Rizky penasaran.


"Yah, bahkan mereka nyumbang banyak loh." Jawab Mahen.


"Wah bagus dong." Jawab Deniau yang ikut senang.


"Iya, dan juga mereka tadi ngomong kalau jangan sampe anak-anak yang lain tahu, karena gw percaya sama kalian berdua jadi gw kasih tahu kalian, gw harap kalian ngerti." Ucap Mahen sambil menatap kedua sahabatnya secara bergantian.


"Yah." Jawab keduanya yang tahu, kalau mereka tidak boleh membocorkan Clarisya, Aldi dan Raihan sebagai penyumbang terbanyak.


"Kalau begitu mending sekarang kita ke caffe, gw udah gak ada kelas lagi hari ini." Usul Rizky yang mulai bosan dikampus.


"Yaudah yuk, gw juga dah males disini." Deniau yang ikut menyetujui.


Mahen adalah salah satu pangeran sekolah, ia dikenal dengan wajah ganteng dan berhati malaikat, karena Mahen sangat suka dengan mengadakan kegiatan sosial.


Rizky dan Deniau adalah sahabat dari Mahen, keduanya juga memiliki wajah ganteng, tapi bedanya mereka lebih banyak berbicara dan mengeluarkan ekspresi, sedangkan Mahen ia lebih irit berbicara serta memiliki ekspresi datar.

__ADS_1


Sampai jumpa di episoe berikut :)


__ADS_2