
Ketiga sahabat tampak sangat menikmati escream mereka masing-masing, dengan canda tawa yang melengkapi suasana mereka, membuat suasana menjadi bahagia menjadi semakin hangat rasanya.
"Eh, kok gw laper yah ?" Tanya Clarisya tampak cemberut, bagaimana bisa perutnya selalu minta di isi.
"Hemm, yaudah mending sekarang lu pesan makanan dulu, gw gak mau nanti lu mala sakit gara-gara nahan laper doang." Ucap Aldi yang langsung sigap dengan berbagai macam ocehan yang siap ia lontarkan jika Clarisya menolak untuk makan.
Clarisya yang sadar salah berbicara merutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia lupa jika kedua sahabatnya itu seperti ibu ibu kompleks jika mengetahui ia belum makan.
Bahkan ketika Clarisya lapar, kedua sahabatnya yang posesif itu akan menganggap jika ia belum makan, dan yang ia tahu dia akan menghadapi ocehan kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Ehh, apaan sih, tadi itu gw udah makan, tapi sekarang laper lagi." Jawab Clarisya yang tak ingin berkepanjangan.
"Masa sih, tadikan lu makan cuma dikit pas dirumah lu, sekarang mau gak mau lu harus makan, gw gak mau kalau sampe lu kena sakit lambung." Sekarang giliran Raihan yang ikut mengoceh, ia juga sama posesif dengan sahabatnya, bahkan ia sangat marah dan kesal jika sahabatnya telat makan.
Sebenarnya ini semua bukan tanpa sebab dan juga alasan, Aldi dan Raihan tidak ingin Clarisya kembali sakit, ketika Clarisya kemarin sakit, mereka sangat khawatir dan tentu saja mereka tidak ingin itu terulang kembali.
"Huft, baiklah, tapi kalian juga harus ikutan makan yah, kalian juga belum makankan, jadi mau atau tidak mau, kalian berdua tetap harus ikut makan, sama seperti kalian, aku tidak mau jika kalian berdua sakit." Putus Clarisya, ia harap kedua sahabatnya merasa jerah di pelakukan seperti itu, dan dengan begitu ia bisa terbebas dari segala macam ocehan dan lainnya.
Aldi dan Raihan tampak senang karena diperhatikan oleh Clarisya, mereka bahkan tidak mengeluarkan protes sama sekali, tidak ada rasa keberatan sama sekali.
__ADS_1
Huft, sepertinya Clarisya harus banyak bersabar dan mencari jalan lain untuk niatnya.
"Tentu saja kita akan menemani kamu makan, bukan begitu Raihan." Tanya Aldi sambil menatap Raihan berniat meminta persetujuan.
"Yah, dengan sangat senang hati Clarisya, selama kamu senang dan selalu sehat serta selamat sentosa, aku tidak merasa keberatan sama sekali untuk menemani kamu makan." Jawab Raihan mendramatis, ahh bagaimana bisa seorang Raihan berubah menjadi sangat alay begini, ini sungguh tidaj mungkin, sangat-sangat tidak mungkin jika ia seorang Raihan berubah menjadi cowok dramatis.
Sontak saja jawaban drama dari Raihan mampu membuat Clarisya dan Aldi tertawa, mereka merasa geli sendiri dengan sahabat mereka Raihan, ah bagaimana bisa seorang Raihan yang minim ekspresi sekarang berubah menjadi Raihan si alay.
Hahaha sungguh sangat tidak cocok jika Raihan menjadi seorang pria yang dramatis seperti itu, rasanya Clarisya dan Aldi lelah karena tertawa ngakak.
__ADS_1
Sementara yang ditertawakan hanya diam, dan menatap kesal, tapi ia juga sangat senang jika kedua sahabatnya terlihat bahagia, ia tak masalah jika harus menjadi kambing hitam, tentu persahabatan penuh warna adalah sesuatu yang sangat mereka jaga dari dulu sampai sekarang.
Hai guys, ampe sini dulu yeh, byeee :)