Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Episode 54


__ADS_3

Sudah tiga hari Clarisya tampak terbaring lemah, mendapat bantuan hidup dari alat-alat medis, Clarisya masih bertahah sejauh ini karena kebaikan Tuhan.


Di alam bawah sadar, Clarisya sibuk sendiri dengan kedua sahabatnya, mereka tampak bercanda dan tertawa, Clarisya tampak sangat bahagia.


"Eh, Mei kenapa yah disini kok enak banget, suasanya adem banget aku suka deh." Ucap Clarisya tersenyum bahagia.


"Disini memang enak Cla." Jawab Meisy.


"Cla, sebaiknya kamu segera pulang." Ucap salah satu sahabat yanh diketahui bernama Reisya tanpa menatap mata Clarisya.


"Tidak, aku masih sangat merindukan kalian, aku juga ingin lebi banyak menghabiskan waktu bersama kalian." Jawab Clarisya tegas dengan muka yang cemberut, pasalnya para sahabat terus menerus meminta dia untuk segera pulang.


"Tapi kamu sudah cukup lama disini Cla, tempat kamu bukan disini." Sahut sahabatnya yang kian berusaha membujuk Clarisya, ia adalah Meisya.


"Aku tahu, tapi aku masi ingin bersama kalian sekarang, apa kalian tidak ingin menghabiskan waktu bersama aku." Ucap Clarisya dengan raut wajah kecewa dan juga sedih.


"Bukan begitu Cla, tapi apa lu gak kasihan sama Raihan sama Aldi ?" Tanya Meisya menatap sendu sahabatnya.


"Hiks tapi aku hiks tidak hiks ingin hiks hiks kembali hiks sekarang hiks." Jawab Clarisya sambil menangis, suaranya menjadi terbata-bata.


Sementara di rumah sakit, Aldi dan Raihan yang sedang memandang Clarisya tiba-tiba saja menangis, bukan menangis tiba-tiba saja Clarisya mengeluarkan air mata, tapi mata Clarisya masih tetap setia terpejam.


"Al, Clarisya kenapa Al ?" Tanya Raihan sambil menatap khawatir pada Clarisya.


"Tunggu gw panggil dokter dulu." Ucap Aldi yang langsung berlari keluar ruangan, sepertinya Aldi lupa jika ada tombol merah yang tersedia untuk memanggil para perawat dan juga dokter.


"Hmmm, Cla, lu kenapa hei Cla bangun." Ucap Raihan sambil mengusap kepala Clarisya dengan lembut, raut wajah khawatir tidak bisa disembunyikan.


Jangan tanya para bodyguard juga ikut merasa khawatir dengan keadaan nona muda mereka, dua dari antara mereka ikut menyusul Aldi memanggil dokter,sedangkan yang satu menelpon tuan dan nyonya besar mereka, sisanya tetap berjaga di depan kamar.


Bodyguard yang menelpon Frico & Klara.

__ADS_1


"Hallo selamat sore tuan." Ucap bodyguard tersebut dengan nada sopannya, melalui panggilan telepon.


"Hallo, ada apa, kenapa sampai menelpon ?" Tanya Frico dari seberang telepon.


"Maaf tuan jika menggagu, tapi ini kabar mengenai nona muda Clarisya." Ucap bodyguard tersebut, yang menjelaskan apa maksud ia menghubungi bosnya.


"Ada apa dengan putri saya, dia baik-baik saja bukan ?" Tanya Frico yang mulai khawatir, pasalnya ia samar-samar mendengar ucapan Raihan yang terus memanggil nama putrinya.


"Maaf tuan, tadi nona muda sempat mengeluarkan air mata, tapi dalam keadaan mata yang masih tertutup, saya tidak tahu kenapa nona muda mengeluarkan air matanya tuan." Jelas bodyguard tersebut mengenai kondisi Clarisya.


"Baik, kalau begitu kamu tolong segera laporkan perkembangan, saya akan segera kesana, minta pihak rumah sakit melakukan yang terbaik untuk putri saya." Ucap Frico sebelum mematikan sambungan telepon.


Setelah ucapan terakhir Frico, sambungan langsung saja terputus secara sepihak.


Mereka tetap memasang wajah datar, tapi sebenarnya mereka juga ikutan khawatir, mereka juga bertanggung jawab atas keselamatan nona muda mereka.


"Clarisya hei Clarisya bangun." Ucap Raihan berulang kali, ia tambah khawatir pasalnya hampir lima menit Aldi keluar tapi tak kunjung kembali.


Setelah panggilan berakhir, bodyguard yang ada di ruangan tersebut membuka suara, tentunya membuat Raihan tersadar dari kepanikannya.


"Astaga iya, terima kasih." Jawab Raihan, ia juga baru ngeh jika ada tombol merah atau tombol darurat, saking paniknya sampai ia tidak berpikir terlebih dahulu.


Tidak sampai dua menit Aldi dan kedua bodyguard sudah tiba dengan membawa bersama para dokter dan perawat lainnya.


"Mohon maaf, tapi sebaiknya kalian tunggu diluar, agar membuat kami lebi fokus pada pasien." Ucap dokter tersebut dengan sopan.


"Iya dok, lakukan yang terbaik untuk sahabat saya, berapa pun biayanya saya akan sanggup membayar, jadi tolong dok lakukan yang terbaik." Ucap Raihan sebelum beranjak pergi.


"Benar dok, uang bukan masalah yang terpenting sahabat saya bisa baik-baik saja, jadi tolong kalian lakukan yang terbaik." Timpal Aldi dengan wajah yang tampak khawatir.


Sepuluh menit Aldi dan Raihan serta beberapa pengawal menunggu di depan pintu, raut khawatir terpampang jelas di wajah Aldi dan Raihan, berbeda dengan para bodyguard yang tetap mempertahankan wajah datar.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan putri om ?" Tanya seseorang yang datang tergesa-gesa, siapa lagi kalau bukan Frico.


"Dokter belum keluar sejak tadi om, jadi kami belum tahu mengenai keadaan Clarisya." Jawab Raihan sambil menatap sekilas pada sepasang orang tua yang baru saja tiba.


"Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya wanita stengah baya, yang tak lain adalah Klara, mommy dari Clarisya.


"Kami tidak tahu apa yang menyebabkan Clarisya menangis, karena kami hanya duduk dan memperhatikannya sampai ada sebutir air mata yang keluar." Jelas Aldi, yang terus saja mondar mandir bak strikaan.


"Sebaiknya kita tenang dan berdoa untuk kesembuhan Clarisya." Ucap Frico dengan bijak.


Keempat orang yang sangat-sangat mencintai dan juga menyayangi Clarisya, saat ini sedang berdiri dalam diam, keempatnya terlihat sangat-sangat khawatir.


Para bodyguard hanya bisa memasang wajah datar sambil berdoa dalam hati, semoga nona muda mereka dalam keadaan yang baik-baik saja.


Sementara ditempat Clarisya.


"Sa, jangan nangis." Ucap sahabatnya Meisya dengan lembut.


"Hiks, kenapa kalian harus hiks pergi hiks." Jawab Clarisya terbata-bata akibat menangis.


"Kita akan tetap bertemu dikemudian hari sa, tapi bukan sekarang waktunya." Ucap Raisya yang kian menahan air mata.


"Tapi, hiks aku mau ikut kalian saja." Jawab Clarisya.


"Emang lu gak kasihan sama kedua orang tua lu, apa lu gak sayang juga sama mereka, gimana nanti sama Aldi, Raihan ?" Ucap Meisya yang berusaha memberikan pemahaman.


"Sa, sekarang belum waktunya lu disini, ayo lebi baik sekarang lu balik ke tempat lu, kasian mereka sa, mereka sayang banget sama lu sa." Ucap Reisya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Aku tahu tapi hiks." Jawab Clarisya terbata yang kehilangan kata-kata.


"Kita akan selalu ada disisi lu sa, gw bakalan selalu lindungin lu, dan Reisya dia bakalan jagain Raihan dan Aldi, dan Reno juga." Ucap Meisya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bohong hiks." Jawab Clarisya yang tidak percaya.


Sampai disini dulu yah guys, kita ketemu di next episode :)


__ADS_2