
Saat ini Clarisya, Aldi dan juga Raihan sudah sampai di pantai, ketiganya langsung keluar dan menuju salah satu Restaurant ternama yang ada di pantai itu, ketiganya berencana untuk melihat sunset.
"Yeah, akhirnya kita bisa ngeliat pantai lagi, setelah sekian lama." Ucap Raihan antusias.
"Please deh gak usah norak, kayak gak pernah ke pantai aja." Ketus Aldi dengan tatapan sinisnya.
"Udah deh, gw gak bicara sama lu, jadi mending gaj usah nyaut." Ketus Raihan tak kalah sinis.
"Tentu saja gw bisa nyaut, semua orang yang ada disuni juga begitu, dasar norak gak pernah ke pantai yah." Ledek Aldi dengan tatapan meremehkan.
"Udah deh, kenapa sih kalian berdua itu berantem terus kayak kucing, sama anjing pusing gw." Ucap Clarisya sambil memijat pelipis melihat semua tingkah laku dari kedua sahabatnya." Jawab
"Ini semua salah dia, gak bisa ngeliat gw tersenyum cerah langsung aja cari masalah, padalah gw gak pernah nyari masalah tuh sama dia." Jawab Raihan menatap tak suka pada Aldi, karena Aldi sekarang Raihan juga ikut mendapat teguran dari Clarisya.
"Enak aja main nyalahin gw, lagian gw cuma bercanda ngapain lu bawa hati, dasar aneh lu, bikin gw kesel aja gak bisa buat di ajak bercanda." Jawab Aldi tak mau kalah pada Raihan.
"Sudah sudah, kenapa sekarang kalian berantem lagi, kenapa coba gak damai aja, lagian kita kesini mau liat sunset bukan mau berantem jadi stop brantemnya." Putus Clarisya dengan mata melotot memberi peringatan untuk berhenti bertengkar.
"Iya iya." Jawab keduanya dengan nada yang tidak terdengar santai.
Akhirnya Aldi dan Raihan kembali berdamai setelah perdebatan tidak jelas, Clarisya yang memperhatikan kedua sahabatnya hanya geleng-geleng kepala.
"Bagaimana kalau kita beli escrem dulu, sambil nunggu sunset." Ucap Clarisya sambil menatap Aldi dan Raihan secara bergantian.
"Bole juga, lagian cuaca disini panas." Jawab Aldi yang sepakat dengan pendapat yang Clarisya lontarkan.
"Baik, karena Aldi sudah seteju, ayo kita segera beli Es cream." Ucap Raihan ketiga di tatap oleh kedua sahabatnya, para sahabat langsung mengerti jika Raihan menyetujui ajakan makan escream.
__ADS_1
"Gw rasa di restaurant ini jual escream, jika juga bisa sekalian ngadem di dalam." Ucap Aldi yang merasa gerah dengan cuaca terik matahari.
"Yaudah yuk masuk." Jawab Clarisya, dan menggandeng lengan kanan Raihan dan lengan kiri Aldi.
Clarisya dan kedua sahabatnya memasuki restaurant dengan menggandeng tangan, pengunjung siang ini cukup sepi, tapi rata-rata pengunjung menatap tak suka pada Clarisya yang di apit oleh kedua lelaki tampan, bukan hanya itu banyak yang merasa iri juga melihat kecantikan Clarisya yang sangat alami tanpa balutan makeup.
Bagi kalangan atas yang melihat penampilan sederhana Clarisya pasti mereka tahu dan paham, jika baju yang Clarisya pakai adalah baju brand ternama dengan kisaran harga yang cukup mahal, bukan hanya itu sendal bermerek yang dipakai Clarisya sekitar 1jutaan.
Yang mengerti dan paham soal kalangan atas, hanya diam dan tak mencibir Clarisya, mereka dengan cepat memahami kalau Clarisya bukan gadis biasa, mereka tidak ingin bermain dengan orang seperti Clarisya, berpakaian sederhana tapi jangan salah, orang seperti Clarisya sangat jauh berbahaya dari pada orang-orang yang memamerkan kekayaan dan juga barang mewah lainnya.
"Mau duduk dimana ?" Tanya Aldi sambil menatap sekilas, sementara Raihan dan juga Clarisya tampak sedang melihat sekeliling untuk melihat tempat paling nyaman.
"Di pojok kanan aja." Jawab Clarisya dan Raihan secara bersamaan, keduanya memang selalu kompak dan satu selera.
"Oke, ayo." Jawab Aldi.
Setelah sampai di meja kanan pojok, Clarisya, Aldi dan juga Raihan tampak sedang memesan escream.
"Hmm, bole juga sih." Jawab Clarisya yang masih belum memberikan kepastian, ia masih tampak menimbang-nimbang, apa akan pergi atau tidak akan.
"Kalau lu gimana Al, lu mau gak ke Manado buat liburan bulan depan ?" Tanya Raihan berahli pada Aldi yang hanya diam saja.
"Ehm, bole juga sih, lagian kalau ke luar negerikan udah biasa." Jawab Aldi setelah berpikir cukup lama.
"Tuh, Al aja udah setuju, dan bener juga sih apa yang Aldi bilang, kitakan udah pada bosen ke luar negeri, jadi mending kita liburan di Indonesia aja." Tanya Raihan lagi kembali membujuk Clarisya yang masih belum memberikan kepastian untuk liburan semester bulan depan.
"Yasudah, kalau begitu gw setuju aja deh, gw juga bosen kok kalau liburan di luar negeri doang, Indonesia juga cukup bagus buat dijadiin tempat liburan, jadi bakalan asik deh." Jawab Clarisya tersenyum, ia akhirnya setuju.
__ADS_1
"Nah gitu dong, dari tadi kek." Ucap Raihan sambil mengacak rambut Clarisya, hingga rambut Clarisya tampak acak acakan.
"Ih, jangan di acak gitu dong, nanti rambut gw jadi jelek." Kesal Clarisya, ia memasang wajah cemberut karena penampilannya tampak sangat berantakan.
Clarisya sangat cantik dan juga menggemaskan, ia bahkan terlihat sangat lucu jika sedang cemberut seperti itu.
Clarisya yang selalu bersikap manja ketika bersama dengan kedua sahabatnya, jangan salah, Clarisya memang selalu dimanja dan menjadi berlian berharga milik Aldi dan Raihan.
Bukan hanya manja pada kedua sahabatnya, Clarisya sering kali cemberut karena ia diisengin oleh Aldi dan Raihan, bahkan beberapa kali ia terlihat cemberut pasalnya Raihan dan Aldi sering sekali mengganggunya.
"Permisi tuan, nona, ini pesanannya." Ucap pelayan dengan nada sopan dan senyum manis.
"Terima kasih mba." Jawab Clarisya mewakili kedua sahabatnya.
"Sama-sama mba, apa ada yang bisa saya bantu, atay apa ibu membutuhkan bantuan ?" Tanya pelayan tersebut dengan sopan dan juga sifat ramah.
"Tidak ada." Jawab Clarisya dengan singkat dan juga jelas.
"Baik, kalau butuh sesuatu bisa segera memanggil pelayan, kalau begitu saya pamit undur diri." Jawab pelayan tersebut pamit undur diri.
Akhirnya pelayan tersebut pergi meninggalkan ketiga sahabat tersebut, Aldi, Clarisya dan juga Raihan tampak menikmati escream tersebut, mereka hanya fokus menyantap makanan tersebut.
"Enak yah." Ucap Clarisya sambil menatap Raihan dan Aldi sekilas.
"Yah tentu saja, gw baru pertama kali makan escream yang enaknya kek gini, jadi kepengen buat nambah lagi." Jawab Raihan yang menyetujui serta satu pendapat dengan Clarisya.
"Hmmm, ia aneh juga, biasanya escream rasanya manis, tapi ini lumayan sih." Komentar Raihan paling akhir.
__ADS_1
Yah seperti itulah Clarisya dan kedua sahabatnya yang asik memakan escream, sekali-sekali mereka terlihat bercanda dan juga bertanya dengan pertanyaan aneh lainnya yang mampu membuat mereka tertawa renyah.
Baik, jangan lupa buat Like, Komen dan juga VOTE, Biar author semakin semangat menulus.