Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Episode 60


__ADS_3

Sudah satu minggu Clarisya, Aldi dan juga Raihan kembali ke kampus, ketiganya melawati hari seperti biasanya, semua kegiatan bulanan mereka masih berjalan dengan lancar.


Hari ini adalah hari sabtu, dimana Clarisya dan kedua sahabatnya tidak memiliki jadwak kelas, ketiganya memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama.


Mereka memutuskan untuk pergi ke pantai, mengingat sabtu ini cuaca cukup cukup bagus dan mendukung untuk bersantai dan menghabiskan waktu dengan menikmati sunset.


"Cla, kita ke pantai aja yuk, dari pada dirumah aja." Ucap Aldi sambil menikmati cemilan.


"Hmm, bener juga mending kita kepantai, lagi pula kita udah lama gak ke pantai bareng." Jawab Clarisya menyetujui usulan dari Aldi.


"Gimana Rei, lu ikutkan ?" Tanya Aldi yang mengahlikan tatapan pada Raihan.


"Tentu saja gw ikut, mana mungkin gw gak ikut, kalau gw gak ikut takutnya nanti jadinya gak seru." Jawab Raihan sambil menaik turunkan kedua alis.


Clarisya dan Aldi yang mendengar itu hanya memutar malas kedua bola mereka, bagaimana bisa akhir-akhir ini Raihan menjadi sangat percaya diri, sungguh sekarang tingkat kepercayaan diri Raihan melambung jauh dari biasanya.


"Yah yah terserah kamu saja, tapi sebaiknya kita berangkat sekarang supaya bisa menikmati sunset sore nanti." Jawab Aldi yang tak ingin terlalu menanggapi ocehan Raihan.


"Tentu saja kita akan berangkat sekarang, untuk apa berlama-lama." Ucap Raihan dengan antusias.


"Yah sudah ayo." Jawab Clarisya bangun dari kasurnya, Raihan dan Aldi yang melihat Clarisya sudah bangun dari tempat tidur, dengan segera mengangkat badan masing-masing dari sofa empuk di kamar Clarisya.


"Kita akan pakai supir atau kalain mau menyetir sendiri ?" Tanya Clarisya setelah keluar dari kamarnya.


"Kita menyetir sendiri saja, pulang Raihan yang membawah mobil, dan sekarang aku yang menyetir menuju pantai." Jawab Aldi sambil menatap Raihan, ia memang mengusulkan tapi ia juga membutuhkan persetujuan dari sahabatnya.


"Gw setuju sama Aldi, jadi kita akan berangkat menggunakan mobil, seperti yang tadi Aldi katakan kalau aku akan menyetir ketika pulang, dan Aldi akan menyetir selama perjalanan menuju pantai." Ucap Raihan seolah mengerti dengan tatapan Aldi yang meminta persetujuan.

__ADS_1


"Oke, ayo kita berangkat." Ucap Clarisya sambil menggandeng lengan kiri Aldi dan lengan kanan Raihan.


Para pelayan yang melihat tingkah nona muda mereka hanya tersenyum, mereka merasa ikut bahagia jika nona muda mereka bahagia.


Tentu saja para pelayan sudah mengetahui tentang sahabat-sahabat Clarisya, Raihan dan Aldi memang sering bermain di rumah Clarisya, dan juga keduanya sering menginap di rumah Clarisya.


"Bi, saya sama Raihan dan Aldi mau ke pantai yah, nanti saya kasih tahu mommy sama daddy." Pamit Clarisya sopan pada salah satu pelayan.


"Baik nona, hati-hati di jalan, nanti saya akan memberi tahu tuan dan nyonya, jika nona muda saat ini sedang menuju ke pantai dengan tuan muda Raihan dan tuan muda Aldi." Jawab pelayan tersebut menunduk hormat, ia juga membalas ucapan Clarisya dengan tak kalah sopan.


Para pelayan yang bekerja di rumah Clarisya memang sangat menyayangi Clarisya, Clarisya juga sering menghabiskan waktu dengan para pelayan kala kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan.


"Baik bi, kalau gitu kita pamit dulu yah bye." Ucap Clarisya sambil melambaikan tangan dan tersenyum cerah meninggalkan pelayan yang hanya tersenyum.


Akhirnya Clarisya dan kedua sahabatnya meninggalkan menssion keluarga Clarisya, Clarisya sangat senang dan antusias karena kedua sahabatnya selalu memiliki waktu bersamanya.


Tapi Aldi dan Raihan berhasil meyakinkan Clarisya, jika keduanya tetap akan menjadikan Clarisya sebagai yang kedua, karena yang pertama sudah di duduki oleh sang mommy masing-masing. maka Clarisya mengisi posisi kedua di hati Aldi dan Raihan.


Sesekali ketiganya bercanda selama perjalanan, ketiganya begitu menikmati waktu luang bersama.


"Cla, lu tahu gak bedanya lu sama Raihan ?" Tanya Aldi pada Clarisya, Clarisya langsung menatap Aldi dan menggelengkan kepala, sedangkan Raihan yang namanya di bawah-bawah hanya menatap penuh tanda tanya.


"Gak." Jawab Clarisya dengan singkat.


"Bedanya, lu ngangenin dia nyebelin." Jawab Aldi sekenanya.


"Krik krik krik krik ..." Clarisya menatap Aldi dengan tatapan tak bisa di artikan, sedangkan Raihan melotot tak percaya, rupanya Aldi ingin menggombal tapi garing.

__ADS_1


Garing sekali rupanya Aldi ini, Aldi yang memang tidak pernah menggombal, maka dari itu kata-kata Aldi terdengar sangat aneh dan tak masuk akal.


"Kok kalian berdua diem aja sih, ngomong kek, ga ngehargain banget." Kesal Aldi pada kedua sahabatnya yang hanya diam saja.


"Garing." Jawab Clarisya dan Raihan bersamaan dengan tampang polos keduanya.


"Enak aja, kalau ngomong tolong dijaga dong." Sinis Aldi tak terima di katain garing.


Clarisya dan Raihan tertawa senang melihat raut wajah kesal Aldi, Aldi yang melihat itu hanya tersenyum kecil ia merasa senang melihat sahabatnya bahagia, yah meski ia harus menjadi bahan tawa para sahabat.


"Huft, syukur kalian sahabat coba kalau enggak." Ketus Aldi pada Raihan dan Clarisya.


"Yah yah, maaf deh gak lagi ketawa." Jawab Clarisya terbata, ia masih menikmati wajah kesal sahabatnya.


"Bagus deh, gak jelas banget lagian." Ketus Aldi.


"Apa sih, orang lu yang gak jelas, kenapa jadi ngomong kita yang gak jelas." Jawab Raihan menahan tawa, ia berhasil membuat sahabatnya Aldi cemberut.


"Udah deh Raihan, biarin pak supir fokus buat nyetir, biar nanti kita cepat sampai." Potong Clarisya dengan senyum mengembang, ucapan Clarisya membuat Aldi melotot tak percaya karena dikatain supir, sedangkan tawa Raihan kembali meledak mendengar Clarisya mengatai Aldi sebagai supir.


Sepanjang perjalanan Clarisya dan Raihan tak ada hentinya untuk menggoda Aldi, Aldi yang terus di goda hanya diam, ia malas menanggapi, toh nantinya para sahabat akan berhenti sendiri karena kelelahan.


Clarisya adalah gadis yang sangat periang dan penyayang disaat bersama dengan kedua sahabatnya, ia selalu saja tertawa bahagia meski karena hal kecil.


Sedangkan Raihan, ia adalah anak yang terkesan cuek dan datar, ia hanya tersenyum lepas jika bersama dengan para sahabatnya.


Aldi, ia sebagai anak yang cuek dan dingin, ia sangat menyayangi sahabat wanitanya Clarisya, kebahagiaan Aldi terasa lengkap jika bersama sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Ada rasa sedih dalam diri ketiga remaja tersebut, mereka adalah anak yang kurang perhatian dari para orang tua, meski semua kebutuhan mereka selalu tercukupi, tapi mereka hanya menginginkan kasih sayang dan waktu dari orang tua masing-masing.


__ADS_2