Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Episode 46


__ADS_3

"Bu, kenapa ibu nangis ?" Tanya Aldi ketika sudah berdiri tepat didepan bu Restu, Bu Restu adalah pengurus panti, ia sangat dekat dengan Clarisya dkk.


"Apa ada yang ibu sembunyikan ?" Tanya Raihan dengan tatapan penuh curiga.


"Dimana Meisya dan Reisya, kenapa mereka tidak pernah keliatan ?" Bukan menjawab, bu Restu mala bertanya balik.


"Mereka sudah meninggal." Jawab Aldi lirih sambil menundukan kepala.


"Mereka meninggal tepat pada hari ulangtahunku, penyebabnya adalah kecelakaan." Sambung Raihan gemetar menimpali ucapan Aldi sebelumnya.


"Mari ikut ibu." Ucap bu Restu dengan suara serak, keduanya akhirnya mengikuti bu Restu ke salah satu ruangan, tepatnya ruang kerja bu Restu.


"Tunggu sebentar." Ucap bu Restu ketika mereka sudah berada di ruang kerja bu Restu, bu Restu tampak membuka lemari dan mengambil satu dus, entalah untuk saat ini hanya bu Restu dan Tuhan yang tahu.


"Ini." Ucap bu Restu.


"Apa ini bu ?" Tanya Aldi penasaran sambil menatap bu Restu dan dus yang diberikan bu Restu.


"Ini hadiah untuk kalian, tepatnya hadiah ulang tahun selama tiga tahun berturut-turut." Jawab Bu Restu sambil tersenyum.


"Dari siapa ?" Tanya Raihan penasaran.


"Kalian bisa buka, dan baca surat yang ada di dalam." Ucap Bu Restu.


Aldi langsung membaca surat yang ditandai untuknya.


To : Aldi.


Hallo Aldi, Clarisya, Meisya, Reisya, Raihan, selamat hari ulang tahun sahabat-sahabat gw yang terbaik , lu semua bener-bener sahabat gw yang terbaik, lu triple sasa dan Raihan, kali ini gw mau ucapin selamat hari ulang tahun untuk kalian, maafin gw yang selama ini menghilang dari kalian berlima, maafin gw yang gak bisa kasi kalian kabar, tolong jangan benci gw karena gw sayang banget sama kalian, gw minta maaf yah semua kalau mungkin gw ada salah sama kalian, tapi jika suatu saat surat ini sampai ketangan kalian dan gw udah gak ada, kalian jangan pernah sedih, gw bakalan tetap ada di hati kalian semua, tapi jika ada keajaiban dan gw sebuh, gw pasti bakalan nyamperin kalian, maafin gw gak bisa ngasih kado langsung buat kalian berlima, semoga kalian suka sama kado yang gw kasi ini, maaf.


Reno.

__ADS_1


"Bu, apa maksud dari surat ini bu." Ucap Aldi gemetar.


"Bu Jawab, kenapa Reno harus nulis surat kayak begini." Timpal Raihan yang melihat bu Restu hanya diam saja.


"Hikss hikss." Tangis bu Restu pecah lagi, ia seolah tak kuat untuk menceritakan suatu kebenaran kepada Aldi dan Raihan.


"Hikss, tepat waktu Clarisya ulang tahun yang ke tujuh belas, nak Reno balik ke Indonesia ia berencana untuk memberikan Clarisya suprice hikss, malam itu nak Reno jemput bu Retno disini hikss, bu Retno berangkat menggunakan mobil yang berbeda dengan Reno, karena dalam mobilnya sudah penuh dengan berbagai macam hadiah untuk kalian hikss." Ucap bu Retno terbata-bata, air mata terus membasahi pipi bu Retno, Aldi dan Raihan hanya diam membeku.


"Cukup." Ucap Aldi yang tidak mau mendengar kelanjutan cerita dari Bu Restu.


"Lanjutin bu." Ucap Raihan gemetar.


Keduanya sama-sama diliputi rasa takut, mereka takut kehilangan sahabat mereka dan juga mereka tidak akan pernah bisa menjelaskan kepada Clarisya, Clarisya yang selalu menunggu kepulangan Reno, bagaimana kalau Clarisya tahu kalau Reno sudah tiada, itu mungkin akan menggoncang Clarisya.


"Hiks hiks Reno kecelakaan dan koma hikss, satu bulan setelah itu Reno kembali sadar dari tidur panjangnya hikss ia meminta ibu buat hiks nulis surat ini hiks, tapi kalian tidak pernah datang kesini lagi hiks makanya ibu bingung harus menyerahkan surat ini pada siap hikss, pada waktu itu handphone ibu ilang hikss, ibu tak bisa menghubungi kalian sama sekali hikss." Sambu bu Restu.


"Dimana Reno bu ?" Tanya Raihan hampir tidak terdengar.


"Dua bulan kemudia dia dibawah ke amerika untuk melanjutkan pengobatan, jadi setau ibu terakhir dia ada di amerika sekarang, tapi ibu tidak pernah menerima kabar dari dia hikss." Ucap Bu Restu yang terus menangis.


"Hiks Reno hiks." Tangis Clarisya sambil memanggil nama Reno, Mahen semakin bingung dengan Clarisya yang tidak bisa berhenti menangis, anak-anak kampus dan anak-anak panti yang melihat Clarisya merasa iba.


"Sa tenang yah." Ucap Mahen lembut.


"Reno hiks." Ucap Clarisya yang terus menerus menyebut nama Reno.


"Ka jangan nangis hiks, jangan sedih lagi, mungkin saja kak Reno sedang ada urusan tadi, jadi kak Reno langsung pergi hiks." Tangis Rere yang tak tega melihat Clarisya menangis, pasalnya Clarisya selalu tersenyum dan ceria saat berada di panti.


"Reno re hikss, kenapa dia sama Meisya hiks dan Reisya tadi hiks, gw gak mau hiks gak mau hiks." Ucap Clarisya sambil memeluk Rere.


Deg deg deg

__ADS_1


Tiba-tiba saja Rere diam, tapi airmatanya tetap tidak bisa untuk berdiam ia tetap menangis tapi tidk bersuara.


"Ka Meisya, Ka Reisya udah ada di surga, bagaimana bisa kak Reno bersama-sama dengan mereka." Batin Rere yang terus bertanya.


"Kak, tadi hanya ada kak Reno disini hiks, tidak ada siapa-siapa hiks." Ucap Rere yang langsung memeluk Clarisya erat-erat.


"Hiks hikss hikss." Tangis keduanya membuat yang lain merasa prihatin, Clarisya yang biasanya diam dan terlihat sangat bahagia sekarang mala terlihat sangat rapuh.


"Dimana Aldi dan Raihan ?" Tanya Clarisya pada Mahen, pasalnya kalau ia sedang menangis pasti kedua sahabatnya akan selalu ada untuk memeluknya.


"Tadi kayaknya mereka ke ruangan bu Restu deh, mau gw panggilin ?" Tanya Raihan.


"Anterin gw kesana." Pintah Clarisya, Akhirnya Clarisya dipapah oleh Mahen menuju ruangan bu Restu.


Sesampainya didepan ruangan bu Restu, ia dan Mahen mendengar setiap ucapan bu Restu, bagai disambar petir, Clarisya terdiam kaku, bahkan Mahen yang mendengar itu merasa sangat prihatin dengan Clarisya, mungkin saja orang yang bernama Reno sangat berharga untuk Clarisya.


"Saya tidak hikss tega hiks, kalau sampe hikss nak sasa tahu." Ucap bu Restu yang terdengar oleh Mahen dan Sasa.


"Sekarang bagaimana kita bisa menjelaskan pada Clarisya, arhhhh luka sepeninggalan Meisya dan Reisya aja belum benar-benar sembuh." Erang Aldi merasa frustasi.


"Sebaiknya ini disembunyikan dulu dari Clarisya, jangan sampai ia tahu untuk masalah ini, dan bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa." Ucap Raihan lirih sambil memejamkan mata.


"Cepat atau lambat, siap atau tidak tetap saja nak Clarisya akan segera mengetahui ini hikss," Ucap bu Restu.


Brugh


Clarisya jatuh pingsan, membuat Mahen dan yang ada didalam merasa kaget.


"Clarisya." Teriak Mahen kaget.


Baiklah, sampai disini dulu yah, jangan lupa tinggalkan jejak juga buat author :)

__ADS_1


Ni yang mau temenan sama author hehe


@angelicaclaudiatengker


__ADS_2