
Aduhh, kentangnya mengguga selera yah hehehe, ayo siapa yang jadi kepengen kentang pas liat foto di bawah ini.
Btw Mohon maaf yah buat yang lagi puasa, yang lagi puasa pada semangat yah, Author yakin kalian tahan godaan lahir batin, semangattt yah sekali lagi buat yang lagi puas.
Buat yang lagi gak puas pada semangat juga yah, apa lagi pada masa karantina mandiri gini, tetap jaga kesehatan, dan kebersihan yah, dan tahan dulu kaki kalian jangan pada keluar dan taati peraturan pemerintah, biar semua cepat berlalu.
Author ngomong gini sebagai bentu perhatian Author untuk kalian, tidak ada niat apapun yah, hehehe.
Balik lagi ke cerita, gak usah ngomong back to topic lah yah, lagian kita orang Indonesia hehehe.
"Wahh, enak banget hehe." Komentar Clarisya yang melihat dan mecicipi pesanannya.
"Iya, gw gak nyesel pesen banyak, pasti ini semua habis." Timpal Aldi yang merasa makanan pesanan mereka adalah makanan yang cukup enak.
__ADS_1
"Tentu saja." Timpal Raihan keadanya, mau ngomong apa lagi, toh emang benar enak.
Aduh si Clarisya, Aldi dan Raihan sebenarnya itu doyan karena laper, apa karena memang makanannya pada enak yah.
Author juga bingung, kenapa Aldi, Clarisya dan juga Raihan hari ini pada doyan makan yah, aduh gak apa-apalah.
"Mataharinya cantik yah." Komentar Clarisya sambil tersenyum, ia sangat senang dengan suasana pantai yang tenang.
"Benar, tapi itu hanya sementara saja." Timpal Aldi pada ucapan Clarisya, semua yang mereka lihat hanya untuk sementara waktu saja.
"Huft, andai aja sekarang ada mereka disini, pasti bakalan tambah seru." Batin Clarisya tersenyum sedih, ia jadi ingat tiga sahabat lainnya.
"Hmm, kalian lagi apa yah disana apa kalian baik-baik saja, sekarang gw Aldi dan Raihan lagi liat sunset, sunset indah bangetloh, yah meski cuma sesaat tapi hati gw jadi adem liatnya." Lagi lagi Clarisya membatin.
Clarisya tampak melamun dengan tatapan yang berubah menjadi sendu, sebenarnya ada apa dengan Clarisya, apa ia baik-baik saja, kenapa dia tampak bersedih begitu, apa yang mengganggu pikirannya.
__ADS_1
Aldi dan Raihan yang melihat itu memalingkan pandangan ke arah lain, mereka tahu saat ini pasti sahabatnya Clarisya mengingat ketiga sahabat mereka.
Yang satu sudah pergi entah kemana dan hilang kabar sampai pada akhirnya satu fakta bahwa sahabat mereka Reno mengalami kecelakaan, dan Reisya dan Meisya yang sudah berpulang ke rumah bapa karena inside kecelakaan tepat pada hari ulang tahun Raihan.
"Kapan lu bakalan balik lagi Ren, lu gak kasihan apa sama sahabat lu, apa lu baik-baik saja disana." Batin Aldi sambil memejamkan mata.
"Andai kalian gak datang pas ulang tahun gw waktu itu, mungkin saat ini kalian masih ada disini, kita mungkin masih bisa menikmati sunset bareng hari ini." Raihan memejamkan mata, ia ingat jelas tepat pada hari ulang tahunnya, kedua sahabatnya pergi untuk selamanya.
Mereka larut dalam pemikiran mereka masing-masing, kesedihan terpancar jelas di wajah mereka.
Clarisya tampak sangat sedih ia mengingat jelas kenangan bersama kelima sahabatnya, tapi mau bagaimana lagi semua sudah berlalu.
Raihan ia tampak sangat sedih, raut wajahnya terlihat penuh penyesalan, ia masih saja menyalahkan dirinya atas kepergian kedua sahabatnya.
Sedangkan Aldi, ia tampak gelisah memikirkan keberadaan Reno yang helum ditemukan, yang ia pikirkan dengan adanya Reno setidaknya bisa mengobati luka Clarisya.
__ADS_1
Huftt, kok sedih yahh :)