
"Tunggu ada yang kurang." Ucap Rere dalam ketika menyadari ada yang aneh.
"Kakak." Ucap Rere sambil mengoyangkan kaki Aldi.
"Yah." Jawab Aldi sambil melepaskan pelukan dan mensejajarkan kepalanya dengan kepala Audy.
"Kak, dimana kak meisya dan Reisya, kenapa tidak ada ?" Tanya Rere sambil berbisik, pasalnya ia tak melihat kehadiran Meisya dan Reisya.
Aldi hanya diam, ia jelas sangat bingung, apa yang harus ia katakan pada saat itu, melihat raut wajah Aldi yang terlihat bingung, para mahasiswa yang sedang kebingungan semakin merasa penasaran.
"Mereka sudah ada disurga." Bisik Aldi dengan suara parau.
deg deg, air mata rere tiba-tiba mengalir, dia menangis tanpa suara, semua yang ada disana merasa penasaran, apa yang dibicarakan keduanya, kenapa secara tiba-tiba anak kecil yang bernama Rere menangis.
"Hai, kenapa kamu menangis." Tanya Mahen yang akhirnya angkat bicara.
"Tidak." Jawab Rere singkat, sambil menatap Clarisya.
"Re." Terdengar suara serak memanggilnya.
"Masihh ada Rere, kak Aldi dan kak Raihan, sama anak-anak panti, jadi jangan sedih yah kak sasa." Ucap Rere sambil mengucap airmata Clarisya, Rere memaksakan untuk tersenyum.
"Apa maksud dari anak kecil itu, masi ada Rere, kak Aldi dan Kak Raihan, sama anak-anak panti, jadi jangan sedih yah kak sasa, emang ada apa sebenarnya?" Batin Mahen bertanya-tanya, serta mengulang kembali perkataan dari anak kecil yang bernama Rere.
"Terima kasih sayang." Ucap Clarisya sambil memaksakan senyum, ia mengerti apa maksud dari omongan Rere.
"Loh, kak coba deh liat, itu bukannya ada kak Reno, kak Meisya sama kak Reisya." Ucap Rere berbisik sambil menunjuk ke arah barat, Clarisya langsung menoleh ke arah yang ditunjuk dan benar saja ketiga sahabatnya sedang melihat mereka dari kejauhan, tapi ketiganya tidak berdiri dengan posisi dekat melainkan ada sedikit jarak.
Deg Deg Deg
__ADS_1
Nafas Clarisya seolah berhenti beberapa detik melihat ketiga sahabatnya.
"Kak Reno sini." Teriak Rere yang melihat Reno berdiri lumayan jauh dari tempat mereka.
deg deg deg
Aldi, Raihan dan seolah membeku mendengar teriakan dari Rere, mereka langsung mengikuti arah pandang Rere, tapi nihil semua tidak melihat adanya Reno, hanya Clarisya dan Rere yang bisa melihat Reno.
Semua mahasisa/i hanya diam menyaksikan pembicaraan antara ketiga sahabat dan anak panti yang bernama Rere, mereka juga bingung siapa yang di panggil Rere, karena tidak ada orang selain mereka.
Tapi sayang, baru satu langkah Clarisya ingin menghampiri Reno, orang yang mereka tunggu-tunggu, tiba-tiba saja membalikkan badan dan berlalu pergi.
Clarisya langsung berlari kearah ia melihat Reno, tapi sayang ia tidak mendapatkan apa yang dia cari.
"Reno." Teriak Clarisya histeris, hal itu sontak membuat Aldi dan Raihan sadar dari lamunan masing-masing.
"Clar, disini gak ada Reno." Ucap Aldi memeluk dan berusaha untuk menenangkan, Aldi bingung sendiri kenapa Clarisya seolah-olah benar melihat Reno.
"Tolong cari Reno hiks, gw gak perlu ketemu dia hikss gw mau tahu pastiin Reno masi hidupkan hikss." Ucap melantur Clarisya membuat Raihan dan Aldi tambah bingung.
"Clarisya, lu harus jaga omongan lu ngerti." Ucap Raihan sedikit membentak, pasalnya Clarisya seolah menganggap Reno sedang tidak baik-baik saja, atau bahkan Clarisya mengira Reno sudah tiada, meski lama tidak mendapat kabar dari Reno tapi Raihan tidak pernah berpikir kesana, yang ia tahu Reno mungkin kehilangan kontak dan juga sedang sibuk diluar sana.
"Raihan." Hardik Aldi, bagaimana bisa sahabatnya membentak.
"Lu kecapean aja kali, makanya tadi lu berhalusinasi." Ucap Aldi lembut sambil memeluk sahabatnya,berharap Clarisya akan tenang dalam dekapannya, pasalnya ia tak melihat Reno, jadi ia menggap Clarisya hanya kecapean.
"Noo, gw bener-bener liat Reno hikss, lu harus percaya Al hiks , gw gak bohong hiks , gw gak halusinasi." Bantah Clarisya yang tetap histeris.
"Re, apa kamu yakin kalau tadi liat kak Reno ?" Tanya Aldi pada Rere, pasalnya ia bingung harus percaya atau tidak.
__ADS_1
"Iya kak, tadi kak Reno berdiri disini, tapi saat ka Clarisya mau menghampiri kak Reno, tiba-tiba saja kak Reno pergi." Ucap Rere yang seolah membenarkan jika memang tadi Reno sedang melihat mereka.
"Siapa sebenarnya Reno itu, kenapa Clarisya terlihat sangat sedih sekarang." Batin Mahen merasa penasaran dan sedikit tidak suka melihat Clarisya yang histeris.
"Guys, maaf sepertinya kita harus pulang lebi dulu." Ucap Raihan pada semua orang yang sejak tadi hanya diam menyaksikan.
"Tapi kalian mau pulang pake apa, bukankah kalian bertiga sama-sama naik bus." Tanya Mahen, pasalnya yang ia tahu Clarisya, Aldi dan Raihan tidak ada yang membawa mobil.
"Sudah ada ..." Ucap Raihan terpotong oleh Rere, ucapan Rere kali ini berhasil membuat Aldi dan Raihan diam membeku karena kaget.
"Ohiya kak, tadi juga ada kak Meisya sama Reisya, kak Aldi bilang mereka sudah disurga, tapi tadi mereka ada disini sambil ngeliat kita." Ucap Rere penuh keyakinanan.
"Surga apa lagi ini." Batin Mahen memijat pelipis.
"Ti dak sa yang, kaa mu tadi sa lah liat mung kin." Jawab Aldi terbata-bata, ia kembali mencerna ucapan Clarisya "Tolong cari Reno hiks, gw gak perlu ketemu dia hikss gw mau tahu pastiin Reno masi hidupkan hiks"."
"Tolong cari Reno hiks, gw gak perlu ketemu dia hikss gw mau tahu pastiin Reno masi hidupkan hikss." Ucapan Clarisya yang itu terus terngiang-ngiang di kepala Raihan, Raihan langsung memeluk Clarisya, ia tidak mau Clarisya berpikir yang tidak-tidak, ia juga berusaha menapik pikiran tidak-tidak.
"Mahen, titip Clarisya sebentar." Ucap Aldi, Mahen dengan cepat langsung mengambil Clarisya dan membawa ke dada bidangnya.
Mata Aldi tidak sengaja melihat pengurus panti yang bernama u Restu, Tapi ada yang aneh tampak mata bu Restu habis manangis dan memerah.
"Raihan ikut gw." Ucap Aldi yang tiba-tiba menjadi dingin, belum sempat menjawab tangannya sudah ditarik lebi dulu oleh Raihan.
Semua mata tampak tertuju pada arah Aldi dan Raihan yang menjauh dari mereka, Tapi mata mereka kembali terfokus pada Clarisya, karena Clarisya tampak sedang ingin bertanya.
Sedangkan Clarisya masi menangis dipelukan Mahen, ia sangat merindukan sahabatnya Reno, tapi Aldi dan Raihan benar-benar tidak percaya dengannya, belum lagi luka hati Clarisya atas sepeninggalan Meisya dan Reisya, meski Clarisya berusaha mengiklaskan kedua sahabatnya, tapi sayangnya Clarisya memang belum benar-benar mengikhlaskan kedua sahabatnya.
"Bu, kenapa ibu nangis ?" Tanya Aldi ketika sudah berdiri tepat didepan bu Restu.
__ADS_1
Baiklah hari ini sampai disini dulu yah, sampai jumpa di episode berikut :)