Anak Selir

Anak Selir
Menjenguk Alex


__ADS_3

Selamat membaca😊


Rara masuk ke kelas dan menghampiri meja Agatha,tanpa rasa malu dia memukul meja Agatha,hingga semua yang berada di kelas terkejut.


Padahal Rara yang memulai semua masalah ini tapi Agatha yang disalahkannya.


Fang Yin menatap Rara tajam,orang yang dia kira baik ternyata dalamnya busuk,suka mencontek dan menindas siswa yang lemah.


"Agatha kalau lo gak mau nyontekin gak usah bilang guru lebay amat sih" seru Rara kembali mengeluarkan kata-kata makian di depan banyak orang.


Tiba tiba seorang pria bertubuh tegap,memegang tangan Rara saat ia akan mencoba menampar Agatha,pria itu tak lain adalah Rendy si ketua kelas.


Wajahnya blasteran Indonesia-Belanda sangat tampan dengan mata biru mencolok,membuat orang akan betah menatapnya selama mungkin,dia juga salah satu murid berprestasi sama seperti Alex.


Kalau Alex berprestasi di bidang olahraga,Rendy sangat berbakat di bidang kesenian,dia sangat suka melukis atau melakukan sesuatu yang berbau seni.


Maklum saja keluarganya sangat menjunjung tinggi nilai seni,Ayahnya saja berkerja sebagai kolektor barang seni langka yang harganya tidak main main.


Rendy juga masuk ke deretan anak anak kaya satu sekolahan dan orang tuanya adalah donatur terbesar di sekolah ini.


Rendy dengan senyum psikopat nya menatap wajah Rara,membuat Rara ketakutan dan berusaha melepaskan tangannya.


"Kalau punya tangan di jaga mbak" pekik Rendy kembali tersenyum seram,membuat seluruh kelas tegang dan merinding.


Rendy termasuk anggota OSIS yang tak segan-segan menyiksa siswa yang melanggar peraturan.


"Akhh..menyebalkan" teriak Rara sambil mengambil tasnya dan pergi keluar dari kelas,sedangkan Rendy hanya tersenyum lembut ke arah Agatha.


Kelas pun kembali di mulai setelah pak Budi guru prakarya masuk ruangan,ia memberikan tugas kelompok untuk membuat karya seni yang bisa menghasilkan uang.


"Kalian bisa membentuk kelompok sekarang,satu kelompok terdiri atas empat orang" seru Pak Budi lalu duduk kembali sambil menyiapkan pulpen untuk mencatat nama anggota kelompok.


Semua murid berebut untuk bisa bersama dengan Rendy,selain karena wajahnya yang tampan ia juga jago kalau masalah membuat Karya seni bernilai tinggi.


"Agatha nanti kita bareng ya" pinta Erick menimpali semua suara berisik itu.


"Yaa...tapi kita kurang dua orang" balas Fang Yin.


Semua mata para murid tertuju pada Rendy yang berjalan ke arah meja Agatha,dia tak meladeni semua kerumunan para pemujanya,ia tak suka akan kerumunan dan perhatian yang berlebihan.

__ADS_1


"Agatha gue satu kelompok sama lo ya" seru Rendy sambil memotong pembicaraan Agatha dan Erick.


Dengan mata berbinar Erick mengijinkan Rendy untuk masuk dalam kelompoknya,ia sangat senang kalau ada anak yang pintar dalam urusan membuat karya seni.


Agatha pov~


Sebenarnya siapa dia?,walaupun wajah nya cukup tampan,sepertinya aku pernah mengenalnya di suatu tempat, Aura itu aku cukup mengenalnya.


Itu aura kejahatan yang sangat kuat,terlihat jelas di matanya bahwa dia mempunyai tujuan besar dengan masuk ke dalam kelompok ini,Intinya aku tak suka dia!


Terlihat Fang Yin sedang melamun membuat Rendy menjentikan tangannya di depan Agatha.


"Hei..Agatha lo lagi melamun?" seru Rendy sambil membuyarkan lamunan Fang Yin.


Fang Yin sadar,dan memandangi wajah Rendy yang tampan,tercium aroma parfum yang sangat kuat membuat Fang Yin yang tak suka aroma parfum merasa pusing.


"Ehh..yaudah kapan kita mau mulai kerja kelompok nya?" seru Rendy yang mulai serius kalau soal seni.


"Tapi kita kurang satu orang lagi" Erick menimpali.


"Kalau perempuan yang ada di depan mu bagaimana?" usul Fang Yin sambil menunjuk seorang gadis yang sepertinya tak niat bersekolah.


Mereka berdua bingung,kenapa Agatha memilih melati,gadis yang sangat menutup diri dan hanya tidur seharian.


Padahal masih banyak murid yang mengantri masuk ke kelompok para jenius kelas itu.


Mau tak mau Erick dan Rendy menuruti permintaan Agatha dan mencolek pundak Melati dari belakang,Melati bangun dari tidurnya ia lalu menoleh ke arah Erick dan Agatha.


Tanpa berkata kata Melati langsung kembali ke tidurnya.


"Emmm...Melati lo mau gak masuk kelompok kita?" ajak Erick sedikit gugup karena tidak pernah berbicara dengan si tomboy Melati.


Melati kembali menoleh dan menganggukkan kepalanya,baru pertama kalinya Melati diajak masuk ke sebuah kelompok,biasanya Melati masuk kelompok sisa atau mengerjakan tugasnya sendiri.


Fang Yin memasukan gadis itu bukan tanpa alasan,Fang Yin mengajak Melati masuk ke kelompoknya,karena Fang Yin bisa melihat kalau ada kesedihan mendalam di hati Melati.


Yang membuatnya jadi menutup diri,mereka memutuskan akan mengerjakannya minggu pagi di apartemen Erick.


Karena nanti pulang sekolah Agatha,Rendy,dan Erick dipilih untuk mewakili kelas karena nilai mereka yang paling tertinggi.

__ADS_1


Pulang sekolah nanti mereka akan menjenguk Alex diantar supir pribadi Rendy.


Tettt...(suara bel pulang sekolah),para murid berhamburan keluar kelas,sedangkan Agatha dan Erick bersiap untuk menjenguk Alex, mereka berniat akan membeli buah saat perjalanan ke rumah sakit.


"Buah apa ya yang cocok untuk orang sakit ya?" tanya Erick pada dua orang di depannya itu,mereka bertiga berbicara seadanya karena kurang mengenal satu sama lain.


Terlebih sekarang ada seorang tuan muda dari keluarga terpandang,membuat Erick dan Fang Yin semakin gugup.


Sebuah mobil Lamborghini terpakir indah di depan sekolah,Fang Yin dan Erick hanya terdiam dengan mulut menganga melihat mobil mewah itu.


Sedangkan Fang Yin terdiam bukan karena harga mobil yang terbilang mahal.


Tetapi karena ia tak tahu benda apa itu,supir mobil itu keluar dan membukakan pintu untuk Rendy dan teman-temannya.


"Ayo naik nanti kesorean lho" ajak Rendy sambil mempersilahkan mereka masuk.


Fang Yin dan Erick berjalan pelan ke arah mobil itu,Erick duduk di depan karena tidak enak dengan Rendy,dia kan pemilik mobil ini.


Sedangkan Fang Yin dan Rendy duduk bersebelahan di belakang mobil.


"Sebaiknya kau sedikit geser" seru Fang Yin karena Rendy terlalu duduk mepet dekatnya.


Rendy tersenyum dan menggeser posisi duduknya,mobil akhirnya berjalan dengan kelajuan sedang,Rendy melihat Fang Yin yang sedikit pucat sepertinya Fang Yin sedang mabuk kendaraan.


"Agatha lo gakpapa kayanya lo mabuk kendaraan ya?" seru Rendy mendekati Fang Yin.


Erick heran dengan Fang Yin padahal dari dulu dia sangat suka mobil,ia tak pernah mabuk kendaraan walaupun pergi ke tempat yang jauh.


Erick tertawa dan mengira Agatha berpura pura mabuk untuk menarik perhatian Rendy,Erick mengira kalau Agatha suka dengan Rendy.


Sedikit rasa berat di hati Erick saat melihat teman masa kecilnya suka dengan orang lain,tiba-tiba supir pribadi Rendy mengerem mendadak karena melihat kerumunan di jalan sepertinya ada kecelakan.


Fang Yin memuntahkan semua sarapan paginya,tepat di celana Rendy,Erick sekaligus supirnya terkejut melihat kejadian itu.


Pak supir pov~


Wahh gawat tuan muda Rendy pasti bakal marah besar,bahaya nih anak itu bisa jadi korban pelampiasan kemarahan Tuan muda Rendy.


Terima kasih sudah membaca😊

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komentar😊🆗


__ADS_2