
Selamat membaca😊
Setelah diangkat menjadi cucu oleh kakek dan nenek yang menampung dirinya,ia tak lantas jadi besar kepala,setelah memakai pakaian sederhana milik Nenek,ia lalu membantu pasangan suami istri lansia itu.
"Kek,nek bisa saya bantu?" tanya Agatha sembari memegang bahu Nenek Yuzu.
Nenek tersebut menggeleng sambil menatap Agatha dengan senyum ramah.
Walaupun keringat terus bercucuran tak lantas membuat kakek dan Nenek itu mengeluh.
"Lebih baik kamu istirahat nak" timpal Nenek Yuzu sambil berjalan memindahkan sayur mayur yang ia bawa,Agatha merasa terbebani,ia lalu mengambil keranjang yang dipegang kakek Tama.
"Kakek pasti mau ke pasar ya?" tanya Agatha sambil tersenyum lebar.
"Ya kakek akan menjual sayuran hasil panen" timpal sang kakek sambil memegangi pundaknya yang mendadak nyeri karena termakan usia.
Agatha lalu membantu kakek tersebut duduk dan mengambilkan air minum untuk beliau,tidak berhenti sampai situ ia lalu mengambil topi jerami dan keranjang sayur di samping kakek Tama.
"Biar Agatha saja yang menjual nya" pekik Agatha sembari menjauh dari Kakek Tama yang hendak mengejarnya namun tak bisa karena Agatha sudah berada jauh darinya.
Saat diperjalanan Agatha menemukan banyak pedagang di pinggir-pinggir kota,tidak seperti di negaranya yang sebagian besar selalu menjadi tempat perang.
Negara ini sangat damai tanpa adanya kerusuhan.
Agatha lalu menghampiri seorang pria pedagang sayur,ia hendak menjual sayur hasil panen kakek Tama ia sangat berharap harga yang ditawarkan tinggi.
"Pak..saya mau menjual sayur" seru Agatha sambil menyodorkan keranjang sayur yang berisi tomat wortel dan berbagai sayuran lainnya.
"Pergilah.." bentak sang pedagang dengan raut wajah menyebalkan.
Pria pedagang tersebut hanya mengacuhkan Agatha dan kembali melayani pembeli,Agatha yang merasa tak dihargai kembali berkeliling mencari pembeli.
"Bukankah itu keranjang kakek Tama" tanya seorang pria remaja seumuran Agatha mungkin hanya berbeda beberapa tahun.
Kulitnya hitam dan di sekujur tubuhnya banyak luka memar dan bekas jahitan,orang yang melihatnya pasti secara spontan akan menjauh.
"Ya ini memang milik kakek Tama" jawab Agatha santai dan mulai mewaspadai pria di depannya.
Grepp..tiba tiba pria itu dengan ekspresi marah memegangi tangan Agatha dengan erat membuatnya tak bisa berlari.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Agatha berusaha keras melepas tangan orang tersebut.
Srett..Agatha memutar tangannya, pria tersebut tak bisa melawan karena tangannya sudah terkunci.
Brakk..Agatha lalu mendorong tubuh pria yang lebih besar darinya dengan ekspresi marah ia lalu mengambil dan menodongkan pisau sayur dari keranjang.
__ADS_1
"Apa yang kau mau?" tanya Agatha yang mulai kesal dengan pria di depan nya,pria tersebut lalu gelagapan saat Agatha mulai menodongkan senjata tajam.
"Tu..tung..gu..seharusnya aku yang bertanya kau kan yang mengambil uang dan keranjang sayur kakek Tama?" lanjut pria tersebut terbata bata.
"Jadi kau kenal kakek Tama?..atau jangan-jangan kau yang selama ini menggangu beliau?" seru Agatha sambil terus menodongkan pisau sayur di tangannya.
Dengan keringat dingin pria remaja bernama Ash tersebut terus menenangkan Agatha.
"Tidak kakek itu baik mana mungkin aku menggangunya" jawab Ash terbata bata dengan keringat terus bercucuran.
Agatha lalu menurunkan pisaunya dan pergi meninggalkan Ash yang masih terkejut atas todongan pisau tadi.
"Jadi siapa kau?" tanya Ash dengan pipi sedikit memerah.
"Agatha..cucu kakek Tama" jawab Agatha sembari membawa sayur hasil panen di tangannya.
Ash berdiri dengan ekspresi terkejut ia tak tahu kalau selama ini kakek Tama memiliki seorang cucu perempuan seperti Agatha.
Yang dia tahu Kakek Tama hanya tinggal bersama istrinya seorang,dia jadi merasa bersalah telah memperlakukan Agatha seperti itu.
Matahari hampir tenggelam dan malam sudah hampir tiba,tapi Agatha masih belum menjual seikat pun sayur dikeranjangnya.
Ia lalu duduk termenung di tepi sungai,entah kenapa sekarang di sangat rindu pada ibu,ayah dan teman temannya di masa depan.
"Andai saja saat itu aku waspada" gumam Agatha sambil menunduk kesepian.
"Ahh..maaf kakak Agatha?" tanya seorang Anak laki-laki berusia sekitar 11 tahun,Agatha lalu terdiam ia sangat terkejut sampai tak bisa berkata-kata.
"Ohh..ya kamu siapa?" seru Agatha canggung dan salah tingkah saat anak kecil tersebut mendekatinya.
"Kata kak Ash,aku disuruh menjemput kakak* jawab anak tersebut sambil tersenyum polos.
Agatha lalu mengikuti anak laki-laki itu,ia terus menarik tangan Agatha dengan polosnya.
Tak berapa lama anak kecil itu melepas tangan Agatha dan berlari menuju ke sebuah panti asuhan,walaupun rumah tersebut tidak terlalu besar tapi banyak sekali anak-anak di sekitar sana.
Terlihat dua pohon rindang di dekat sana,juga beberapa anak yang sedang bermain riang tanpa peduli dengan peperangan yang terjadi di luar sana.
Ash lalu menghampiri Agatha yang sedang melamun menatap anak anak di panti asuhan tersebut.
"Maaf aku tak tahu kalau kau cucu kakek Tama" seru Ash dengan ekspresi hangat.
Tiba-tiba Kakek Tama dan Nenek Yu zu muncul dari belakang Ash,mereka berdua langsung membelai rambut hitam Agatha dengan sangat lembut.
Muncul juga seorang adik kakak dari dalam rumah panti tersebut,mereka adalah Hang Shi dan Sa-rang pemilik panti asuhan itu.
__ADS_1
"Tolong maafkan kelakuan adik kami" seru Hang Shi dengan senyum ramah.
Agatha hanya terdiam seribu bahasa,apalagi para anak-anak yang sedang menatap dirinya tajam membuatnya merasa tidak nyaman.
Seorang gadis berparas cantik juga muncul di depan Agatha,namanya Sa-rang gadis lugu dari pinggir desa.
Matanya yang berwarna hijau muda sangat cantik! terlebih bibir merah yang selalu menghiasi senyum lugunya.
Dia lalu menjabat tangan Agatha sembari tersenyum manis,mereka semua akhirnya masuk ke dalam panti asuhan dengan suasana hening.
Sa-rang berjalan sambil membawa air putih dan sedikit cemilan di nampan nya,setelah itu ia ikut duduk terdiam di samping kakaknya.
"Jadi sejak kapan kakek punya cucu aku baru tahu" tanya Ash sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Dia adalah seorang dewi yang diutus untuk menjadi cucu kami" timpal sang Nenek sambil membelai tangan Agatha yang masih tak bisa bicara.
Agatha lalu memutuskan pergi ke kamar mandi sebentar,saat Agatha keluar dari kamar mandi tiba-tiba seseorang menusuk lehernya dari belakang.
Agatha yang terkejut langsung merasakan sakit yang luar biasa di belakang lehernya,anehnya kalau itu hanya pisau biasa kenapa terasa sangat menyakitkan?
Saat Agatha membalikan tubuhnya terlihat Sa-rang berdiri menatap Agatha dengan mata licik.
Balas dendam terlihat jelas di mata hijau Sarang.
Padahal dirinya sudah mengira Sa-rang hanyalah gadis lugu biasa ternyata dirinya adalah iblis bermuka dua!
Entah apa alasan dia membunuh orang yang baru ia kenal,tapi yang pasti ia tidak tinggal diam setelah ketahuan salah satu anak panti.
Anak panti itu terkejut dan memanggil semua orang yang sedang ada di ruang tamu.
Sa-rang langsung menusuk perutnya sendiri dengan menggunakan pisau tadi,darah mereka berdua berceceran membuat semua orang terkejut.
"Apa yang terjadi?" tanya Ash sambil berlari kencang ke arah dua wanita yang hampir kehabisan darah itu.
Kakek dan Nenek juga tak bisa menahan air mata saat melihat cucu barunya bersimbah darah dan mulai menutup mata.
"Agatha..Agatha.. " panggil sang Nenek sambil terus memeluk tubuh penuh darah Agatha.
Agatha Pov~
Mataku mulai terasa berat apa ini akhir dari hidupku? siapa sebenarnya gadis lugu itu.
Andai aku bisa memutar waktu apa yang akan kulakukan?
Tidak ada, mungkin ini memang takdirku sebagai anak selir yang terbuang.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊