
Selamat membaca😊
"Ehh tunggu!" teriak Nichol saat tahu dirinya diabaikan oleh Alex.
Alex tak bergeming dan terus mendorong motor antik milik panti asuhan yang selalu mogok tak kenal tempat.
Nichol kemudian berlari mengejar Alex dan membantu Alex mendorong motor bututnya menuju ke bengkel terdekat.
Padahal Nichol adalah anak yang sangat jarang membantu orang lain,dia akan menolong orang lain jika ada maunya saja.
"Ngapain lo ngejar gue!" jawab Alex dingin.
"Sorry kak...sebagai anak yang baik saya akan" seru Nichol terpotong karena Alex menyuruhnya untuk menjaga jarak.
"Pasti lo ada mau nya kan!" seru Alex semakin dingin.
Perkataan Alex seakan langsung menusuk dada Nichol karena memang benar dia ingin numpang tinggal di rumah Alex untuk saat ini.
Saat Alex dan Nichol asyik mengobrol,secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Agatha yang sedang berlari menuju ke apartemennya.
"Agatha!" panggil Nichol saat bertemu orang yang dikenalnya.
Agatha yang sedang berlari menggunakan seragam sekolah menoleh dan terkejut saat melihat Alex sedang bersama Nichol.
"Nichol kok lo di sini?" tanya Agatha sambil melihat dua orang teman sekolahnya.
Sedangkan Alex hanya terdiam dan menatap Agatha dengan tatapan sinisnya.
"Pandangan anda nusuk banget loh!" gumam Agatha merasa tidak nyaman.
"Lohh Nathan dimana?" seru Agatha dengan ekspresi penasaran.
Nichol hanya menggeleng kan kepalanya dengan wajah kesal,terlihat sekali bahwa dia masih sangat marah dengan kakaknya Nathan.
"Yaudahaku pulang dulu ya" teriak Agatha sambil melambaikan tangannya.
Agatha mulai melangkahkan kakinya dengan terburu buru,tapi kekesalannya bertambah saat Alex malah cari ribut dengannya.
"Cewek kok kerjaannya keluyuran!" gumam Alex dengan wajah arogannya.
Agatha yang mendengar kata-kata itu langsung membalikan badannya dan menatap tajam ke arah mantan temannya yang lupa daratan itu.
"Apa? bilang sekali lagi" bentak Agatha saking kesalnya.
"Gue bilang cewek gak punya harga diri!" jawab Alex dengan ekspresi menyebalkan.
Seketika sebuah pukulan seribu gajah dilayangkan Agatha tepat ke perut Alex hingga membuatnya kesakitan tak berdaya.
"Kalau punya mulut dijaga" bentak Agatha sambil menginjak sepatu mahal pemberian Rarw untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Awas aja lo!" gumam Alex sambil merintih kesakitan.
Agatha tak bergeming,ia lalu pergi meninggalkan Alex yang sedang kesakitan dan Nichol yang tak bisa berkata-kata saat melihat kejadian sinetron di depannya.
"kak Alex lo gakpapa?" tanya Nichol masih dengan mulut menganga.
"Gakpapa dari Hongkong!" teriak Alex dengan amarah yang meledak ledak.
Nichol kemudian memapah Alex menuju ke motornya yang sudah berjam-jam tak bisa menyala.
"Naik!" pinta Nichol sambil menaiki motor tua milik Alex.
"Motornya aja belum nyala!" bentak Alex masih kesal karena merasa dipermalukan oleh Agatha.
Nichol kemudian turun dari motor tanpa ekspresi, ia lalu menendang motor tua milik Alex hingga plat motornya lepas.
"Lo gila ya?" bentak Alex semakin marah dengan tindakan Nichol.
Brrrmm...motor tua milik Alex yang tadinya mogok kembali menyala setelah Nichol menendangnya berkali kali hingga motor itu hampir rusak parah.
Alex hanya bisa terdiam dengan mulut menganga karena tak percaya motornya tiba-tiba menyala kembali.
Tapi dia masih tetap kesal karena Nichol hampir saja membuat motornya hancur berkeping keping.
"Udah naik aja!" pinta Nichol sambil mengendarai motor dengan gaya sok kerennya.
Alex hanya bisa pasrah,karena ia sudah tak punya tenaga dan kata-kata untuk memarahi Nichol.
"Kita mau kemana nih kak Alex" tanya Nichol sambil fokus dengan jalanan di depannya.
"Pulang lah!" jawab Alex dengan nada kesal.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit,Nichol dan Alex akhirnya sampai di panti asuhan tempat Alex tinggal.
"K..kak Al..lex tinggal di sini?" seru Nichol terbata bata.
"Iya,sana balik ke rumah lo" teriak Alex sambil mendorong motornya masuk garasi.
Nichol tetap tak bergeming,ia hanya terdiam saat Alex menyuruhnya pulang.
Sampai Alex masuk panti asuhan pun Nichol tetap tak bergerak sedikit pun.
"Lohh Alex kok temennya gak disuruh masuk?" tanya Kak Vania sambil melihat Nichol dari jendela.
"Biarin aja kak!" jawab Alex sambil memainkan hpnya di atas sofa.
Kak Vania menghela nafas melihat adik tak sedarahnya malah mengusir tamu dengan tidak sopan.
"Kamu temennya Alex ya?" seru kak Vania dengan senyum ramah.
__ADS_1
Nichol yang mendengar suara Vania kemudian membalikan badannya dan terkejut saat melihat seorang wanita tinggi dan cantik sedang berdiri di depannya.
"Ehh..iya!" jawab Nichol salah tingkah.
"Yaudah ayo masuk!" seru kak Vania masih dengan senyum yang ramah.
Alex yang sedang memainkan ponselnya terkejut saat orang yang tak ia harapkan malah masuk kedalam tempat tinggalnya.
"Ngapain lo masuk!" bentak Alex dengan wajah dinginnya.
"Alex!" bisik Kak Vania yang sontak membuat Alex mati kutu.
Alex kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan Nichol yang duduk di ruang tamu bersama kakaknya.
Setelah beberapa menit Alex meninggalkan adik kelasnya,ia terkejut setengah mati karena saat ia membuka mata Nichol sudah berada di atas kasurnya.
Dengan ekspresi marah ia lalu mendorong tubuh Nichol hingga jatuh tersungkur ke tanah.
"Ngapain lo tidur di kasur gue!" bentak Alex sampai suaranya bergema dimana mana.
"Akhh...santai aja lah kak" gumam Nichol sambil melangkah kan kakinya untuk kembali naik ke kasur Alex.
Alex mengerutkan keningnya,orang yang ia kira baik ternyata sangat menyebalkan sampai membuat dirinya darah tinggi.
"Siapa yang suruh lo tidur di kamar gue!" teriak Alex semakin marah.
"Kakak lo yang cantik itu!" jawab Nichol seadanya karena sangat mengantuk.
Tapi sepertinya Tuhan tidak mengizinkan Nichol tidur karena selalu saja ada hewan buas yang siap menerkam Nichol karena wilayahnya terancam.
Alex yang tetap tak terima terus menyuruh Nichol untuk tidur di bawah lantai.
"Hah..gue gak pernah tidur di bawah lantai,gue kan orang kaya!" jawab Nichol santai dengan mata tertutup.
Karena Alex tak mau tidur dengan orang asing,ia akhirnya mengalah dan mau tidur di lantai yang sangat dingin.
Malam telah berganti menjadi pagi,saat Nichol bangun dari tidurnya ia sudah tak melihat Alex di kamar itu.
Ia lalu keluar dari kamar Alex dan terkejut saat melihat banyak anak berlarian di ruang tamu yang membuat Nichol menjadi kesal.
"Hah..sabar sabar!" gumam Nichol sambil menarik nafas panjang.
Setelah menerobos puluhan anak-anak yang sedang bermain,tiba-tiba seorang balita menghadang dirinya dengan wajahnya yang sangat imut.
"A..yah?" seru balita itu sambil memeluk Nichol.
"A..pa?,gue bukan Ayahmu!" jawab Nichol salah tingkah hanya karena seorang anak kecil.
Terima kasih sudah membaca
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊🆗