Anak Selir

Anak Selir
Apa kita bisa bertemu lagi?


__ADS_3

Rendy tersenyum lalu pergi meninggalkan Agatha sendirian,dengan lapang dada ia meninggalkan teman-teman yang sangat disayanginya itu.


"Agatha gue cariin kemana-mana juga" tiba-tiba terdengar suara Melati.


Agatha menoleh sambil tersenyum getir.


"Rendy pergi Mel" seru Agatha pelan.


"Hah maksud lo apaan Tha" teriak Melati kaget.


"Dia mau terbang ke Belanda hari ini"


Belum selesai Agatha menjelaskan Melati langsung berlari meninggalkan Agatha,mau bagaimanapun dia harus bertemu dengan Rendy secepatnya sebelum ia pergi ke negeri kincir angin.


"Secepat ini lo ninggalin gue Ren" gumam Melati sambil menangis.


Ia dengan kekuatan penuh berlari ke pinggir jalan lalu menghentikan sebuah taxi.


"Pak ke bandara"


"Siap neng"


Taxi pun melaju cepat ke jalanan ibu kota,Melati tak tinggal diam ia berusaha menelepon Rendy terus menerus namun selalu tidak diangkat,ia berharap Rendy belum pergi sebelum ia mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya.


Melati akhirnya sampai di depan bandara,ia segera masuk dan mencari Rendy di antara ribuan orang yang ingin naik pesawat.


Saat ia sudah menyerah dan menunduk kecewa uluran tangan tiba-tiba datang.


Melati terdiam lalu mengangkat kepalanya sambil menangis ia melihat sosok yang sangat ingin ia temui yaitu Rendy.


"Rendy?" ucap Melati sambil memeluk tubuh Rendy.


Rendy terkejut sampai tidak bisa berkata kata.


"Kenapa lo gak pamit" bentak Melati kesal.


Rendy hanya tertawa lalu mencubit hidung peseknya.


"Emang kenapa lo kangen?" goda Rendy sambil tertawa.


Melati memanyunkan bibirnya lalu memukul dada Rendy pelan.


"Gue cuma mau lo pamit,karena gue" ucap Melati terpotong dengan pipi memerah.


"Lo kenapa?" tanya Rendy penasaran.


Melati gugup ia lalu menundukkan wajahnya yang memerah lalu berteriak.


"Gue suka sama lo"


Rendy terdiam tidak bisa berkata-kata jantungnya berdebar kencang dan pipinya memerah.


"Lo serius?" tanya Rendy memastikan.


Melati mengangguk pelan dengan pipi memerah.


"Maaf Mel gue" ucap Rendy terpotong.


"Gue gak berharap lo terima gue kok,yang penting gue udah menyatakan perasaan gue" seru Melati sambil menunduk kecewa.

__ADS_1


"Gue juga suka sama lo" lanjut Rendy dengan senyum penuh arti.


Melati terkejut mendengar perkataan Rendy,tanpa ia sadari air mata menetes di pipinya.


"Gimana kalau mulai hari ini kita pacaran" ucap Rendy pelan.


Melati tersenyum lalu berlari memeluk Rendy dengan erat rasanya bahagia tapi juga mengecewakan karena hari ini Rendy harus pergi.


"Tunggu aku selama 3 tahun aku pasti akan datang" lanjut Rendy sambil mengelus rambut Melati.


"Aku akan selalu menunggumu" jawab Melati pasti.


"Pesawat air port Garuda 124 akan lepas landas 5 menit lagi diharap seluruh penumpang naik ke pesawat sebelum waktu yang sudah disebutkan" terdengar pengumuman dari bandara.


"Mel aku pergi dulu jaga diri baik-baik" seru Rendy sambil tersenyum.


Melati mengangguk lalu memeluk Rendy untuk terakhir kalinya.


Melati menatap punggung Rendy yang tengelam dalam kerumunan orang.


Alex menatap Agatha dari jauh ia kemudian memberanikan diri mendekati Agatha dan keponakannya Azka.


"Alex,maaf" ucap Agatha menyesal.


Alex tertegun sejenak lalu tersenyum.


"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan" balas Alex bijaksana.


Saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba muncul Nichol yang dengan sengaja mengacaukan suasana haru mereka.


"Kak Alex nanti gue pulangnya nebeng ya" seru Nichol santai tanpa rasa bersalah.


"Enak aja tadi pagi lo kemana" jawab Alex kesal.


Alex langsung menggendong Azka dan pergi meninggalkan Agatha dan Nichol.


Tiba-tiba hp Agatha berdering.


"Agatha tolongin gue" terdengar suara Jessica yang sedang menangis.


"Kamu kenapa Jes" jawab Agatha khawatir.


Saat mereka sedang berbicara di telepon tiba-tiba Jessica mematikan teleponnya tanpa memberitahu masalah yang sedang ia alami.


Agatha tak punya pilihan ia lalu mencari Jessica di segala penjuru sekolah.


Dari kejauhan terlihat Nathan sedang berjalan tertatih-tatih sambil membawa jaket hitam kesayangannya.


"Nathan" panggil Agatha dari jauh.


Nathan menoleh lalu menghampiri Agatha yang sedang kebingungan sesekali Nathan berhenti karena dadanya terasa sakit.


"Kamu gapapa Than?" tanya Agatha khawatir.


"Santai,kenapa lo manggil gue" jawab Nathan dengan senyum ramah.


Agatha membuka ponselnya lalu menunjukkan pesan suara yang baru saja direkam Jessica.


"Sepertinya Jessica sedang dalam masalah" lanjut Agatha dengan tatapan serius.

__ADS_1


Nathan terdiam lalu mengepalkan tangan karena terlalu kesal,ia sangat yakin kalau masalah ini ada sangkut pautnya dengan Faizal kakak kelas mereka.


"Sekarang Jessica di mana" ucap Nathan pelan tapi tegas.


Agatha menggeleng tanda tidak tahu ia hanya menunjukkan foto yang tadi dikirimkan Jessica di ponselnya.


"Gue tahu tempat ini kita ke sana sekarang" ajak Nathan dengan ekspresi marah.


Mereka berjalan mengelilingi taman sekolah sampai akhirnya mereka sampai di kelas Jessica.


Brakkk pintu kelas langsung didobrak Nathan,hanya kelas kosong yang terlihat di mata mereka sampai mata mereka tertuju ke arah Jessica yang sedang terduduk di lantai.


"Jessica" panggil Agatha dan Nathan serempak.


Mereka lalu menghampiri Jessica yang sedang menangis tersedu-sedu.


"Jessica kamu kenapa" tanya Agatha khawatir.


Jessica tak menjawab ia semakin menangis setelah ditanya demikian.


Nathan lalu menyentuh kedua bahu Jessica kemudian menatapnya tajam.


"Siapa yang buat lo jadi kaya gini" tanya Nathan dengan ekspresi campur aduk.


Jessica hanya terdiam sambil memberikan tes pack ke tangan Nathan.


Nathan terkejut lalu mengambil tes pack itu dengan tangan gemetar ia sangat terkejut saat melihat dua garis biru di dalam tes pack tersebut yang menandakan kalau orang yang memakainya positif hamil.


"Ini punya siapa Jess!" teriak Nathan dengan emosi yang menggebu-gebu.


Agatha kebingungan dengan apa yang sedang terjadi lalu memberanikan diri untuk bertanya kepada Nathan.


"Maksudnya apa Than kenapa harus marah" tanya Agatha tak mengerti.


"Dia hamil Tha" jawab Nathan marah.


Ia keluar dari ruang kelas lalu menangis kecewa dengan apa yang menimpa Jessica.


"Apa?" Agatha terkejut lalu memastikan sekali lagi.


"Apa yang sebenarnya terjadi Jes?" tanya Agatha dengan raut wajah khawatir.


Nathan kembali lagi dengan ekspresi marah,lalu menghampiri Jessica yang sedang menangis tersedu-sedu.


Nathan menyuruh Jessica untuk berdiri dan menjelaskan semua yang sedang terjadi.


"Siapa yang lakuin ini ke lo" bentak Nathan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Jessica.


"Siapa Jes jawab!" bentak Nathan sekali lagi.


Agatha berusaha menenangkan Nathan yang terbawa emosi sesaat ia sangat kecewa dengan apa yang terjadi dengan Jessica.


"Gue gak tahu Than,gue bener-bener gak tahu" tangis Jessica semakin menjadi ia kemudian mendorong tubuh Nathan ke belakang.


"Semua itu terjadi begitu cepat di gudang sekolah" jawab Jessica terus menangis.


Nathan meninju tembok di belakang Jessica lalu pergi meninggalkan Agatha dan Jessica sendirian.


Agatha lalu memapah Jessica ke kursi sambil berusaha menenangkan Jessica.

__ADS_1


"Gue gak tahu Tha,yang gue inget orang itu pake jaket hitam dan topeng" teriak Jessica histeris.


"Aku tahu kamu cuma korban di sini kamu gak perlu menyalahkan diri kamu sendiri" tekan Agatha berusaha menghibur.


__ADS_2