
Selamat membaca😊
Alex masih terus melajukan motornya di jalan yang mulai ramai.
"Gue bakal pindah sekolah" seru Rendy dengan raut wajah sedih.
Perkataan singkat Rendy sontak membuat Alex terkejut ia lalu mengerem motornya secara mendadak,hingga Alex menabrak mobil mewah di depannya.
Brakk..suara tabrakan yang begitu kencang membuat siapapun yang ada di sana pasti terkejut,apalagi kedua anak SMA ini mereka mau tak mau harus bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.
"Wahh.. Lex lo gimana sih" bentak Rendy yang sangat terkejut setelah sepeda motor tua milik Alex menabrak sebuah mobil hingga bagian belakangnya rusak parah.
Setelah kejadian itu sang pemilik mobil pun keluar dengan angkuhnya,ya sepasang kekasih kaya raya keluar dari mobil itu,dengan tangannya sang pria lalu mendorong motor tua Alex hingga terjatuh.
"Bukannya kamu masih di bawah umur ya" timpal seorang wanita berpakaian seksi nan mewah itu.
Sambil membuka kaca matanya ia lalu mengomeli habis habisan Alex dan Rendy.
"Sekarang kalian ganti rugi mobil mahal saya ini!" bentak wanita itu sambil menghentak hentakan sepatunya sontak membuat Alex terkejut.
"Memang berapa yang harus saya ganti" jawab Alex sangat tertekan dan merasa bersalah.
"200 juta,bayar sekarang juga!" teriak wanita itu masih dengan gaya angkuhnya.
"Apa,200 juta?..anda mau memeras saya ya?" teriak Alex naik pitam hingga sempat terjadi baku hantam di antara Alex dan pria bule kekasih wanita itu.
Brak...pipi Alex terkena pukulan pria bule tersebut,tanpa ampun pria tersebut terus memukuli Alex hingga semua wajahnya memar.
Rendy yang melihat itu langsung menghampiri Alex yang mulai tak berdaya di tangan pria bule bertubuh kekar tersebut.
"Alex lo gakpapa" seru Rendy sambil memapah Alex ke pinggir jalan,karena kecelakaan itu jalan raya hampir macet dan para pengemudi marah kepada sang empunya motor.
Mereka berempat akhirnya sepakat masuk ke dalam sebuah kafe untuk membereskan kesalahpahaman ini,Rendy masih terus memapah Alex yang penuh dengan luka pukulan.
Wanita berumur 30 tahun itu duduk di depan Alex dan Rendy,masih dengan sifat angkuh ia bersama kekasihnya tetap meminta Alex yang masih dibawah umur untuk membayar kerusakan mobil itu.
"Lex gue aja yang bayar" bisik Rendy mengalihkan pandangan Alex.
__ADS_1
Alex hanya menggeleng dengan ekspresi dingin, ia sadar kalau sampai ayah Rendy yang seorang pengusaha barang antik tahu,bisa bisa dirinya terkena masalah yang lebih besar.
Ia juga sadar bahwa selama ini ada beberapa orang yang sedari tadi mengawasi mereka berdua,orang tersebut yang tak lain adalah suruhan ayahnya Rendy.
Intinya ayah Rendy tidak suka kalau Rendy berteman dengan dirinya yang hanyalah seorang anak yatim piatu.
"Hahh..aku tahu kalian pasti gak sanggup kan?" seru wanita itu sambil meremehkan anak SMA di depannya.
"It's okayy,berarti kalian harus membayarnya dengan tubuh kalian dong" seru wanita itu yang sontak membuat Alex dan Rendy lebih terkejut.
Saat mendengar kata-kata itu,pasti yang terlintas di pikiran mereka adalah tentang jual beli organ tubuh yang tentu sangat mengerikan bagi mereka.
"Tante mau menjual organ tubuh kami?" jawab Alex ketakutan diikuti Rendy yang berkeringat dingin.
"Heiii..uangku di rumah masih banyak gak mungkin aku jual organ kalian!,murahan" ledek wanita itu hampir membuat Alex meledakan amarahnya.
Dengan sangat tenang Rendy menengahi pertengkaran itu,karena dia seorang tuan muda dari keluarga terpandang pasti wanita itu mengenalnya.
"Aku Rendy putra seorang pengusaha bermana Renaldi.." seru Rendy terpaksa membuka identitasnya kepada publik untuk menyelamatkan Alex dan dirinya dari kematian.
"Emang saya peduli?" celetuk wanita itu dengan angkuh,lalu mengibas-ngibaskan tangannya karena hawa yang semakin panas.
Rendy sesaat merasa terpesona pada janda beranak satu di depannya,untung ada Alex yang siap menyadarkan dirinya dalam situasi apapun.
"Baiklah kuterima tawaranmu"jawab Alex pasrah sambil menarik nafas panjang.
Wanita dan kekasihnya itu lalu membalas Alex dengan senyum licik,entah apa yang di rencanakan wanita kaya itu tapi yang pasti perasaan Alex mulai tidak enak.
"Nihh" seru wanita bernama tante Maya itu,ia lalu memberikan Alex dan Rendy sebuah setelan jas berwarna hitam.
"Apa maksutnya ini?" tanya Alex yang kebingungan saat menerima jas ala bodyguard itu.
"Ya kamu jadi body guard princess saya" jawab tante Maya singkat, ia lalu pergi menggandeng kekasihnya keluar dari kafe.
"Ohh..iya jangan lupa datang ke alamat ini,kalau tidak kalian bakalan death" seru tante Maya,yang sontak membuat Alex dan Rendy menelan ludah mereka mentah-mentah.
Sambil keluar dari kafe Alex dan Rendy sempat beradu mulut,meskipun semuanya berakhir tanpa ada pemenang.
__ADS_1
"Ini semua salah lo" pekik Rendy yang sontak membuat Alex terkejut.
"Yaudah lo pulang aja dan gak usah pergi bareng gue besok" timpal Alex dengan ekspresi dingin.
Citt...sebuah mobil Galardo berwarna hitam berhenti mendadak di samping mereka,dengan gaya angkuhnya Rendy lalu masuk ke dalam mobil mewahnya.
"Tuan muda ayo kita pulang" seru sopir pribadinya dengan senyum ramah.
Alex hanya menatap sinis temannya yang tak punya akhlak itu.
Mobil Rendy pun melaju kencang meninggalkan Alex yang berjalan kesal ke arah motornya yang sudah seperti rongsokan besi setelah di lempar mas bule berbadan kekar tadi.
Kringg..tiba tiba hp Alex berbunyi kencang,secara spontan Alex pun mengangkatnya saat tahu kalau yang menelpon adalah Agatha.
"Ya.." jawabnya singkat tapi sebenarnya gugup dengan pipi yang memerah.
"Ehh lo kemana sih!,gue kirain lo ke rumah sakit!" teriak Melati dalam telepon sontak membuat Alex menutup telinganya.
"Serah gue" teriak Alex lalu menutup teleponnya secepat kilat,kini harapannya putus sudah.
Ia mengira kalau Agatha yang menelponnya tadi, tapi ternyata hanya lah seorang Mak Lampir yang menjadi hantu di tengah-tengah hubungannya dengan Agatha.
Alex berjalan sambil mendorong motor nya yang ringsek,sesekali ia juga berteriak dan berbicara sendiri untuk melepaskan rasa kesalnya.
Apa daya dirinya hanya seorang anak yang sedari kecil tinggal di panti asuhan tanpa orang tua.
Tidak seperti Rendy anak pengusaha kaya yang pasti bisa hidup bebas tanpa harus berkerja paruh waktu.
Saat memikirkan tentang perbedaan kasta di antara dirinya sendiri dengan Rendy teman masa kecilnya,ia selalu merasa kurang dan tak layak untuk mendapatkan Agatha.
"Hufft...akhirnya sampai juga" gumam Alex sambil memarkirkan sepeda motor tuanya di depan sebuah panti asuhan.
Saat Alex melepas helmnya,tiba-tiba pelukan bertubi-tubi datang dan hampir menjatuhkan tubuhnya ke tanah.
"Kakakk!" teriak anak-anak kecil yang keluar dari panti asuhan secara serempak.
Alex hanya membalas mereka dengan senyuman kecil dan belaian untuk setiap anak,siapapun yang melihat Alex pasti akan langsung meleleh seketika!.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like,vote dan komentar😊