Anak Selir

Anak Selir
Adiknya Agatha atau Erick?


__ADS_3

Selamat membaca😊


Agatha terus menatap tajam Alex,ia baru sadar kalau bayi yang sedang ia gendong ini adalah anak dari wanita muda yang ia kenal.


Ekspresi marah terpampang nyata di wajah Agatha,Alex yang tak terima di tuduh yang aneh-aneh juga membalas perkataan Agatha dengan yang lebih pedas lagi.


"Lo,yaa kalau ngomong gak di pikir dulu" bentak Alex sambil menatap musuh bebuyutannya itu.


Agatha hanya menunduk menahan amarah agar tak meledak di depan Azka anak kenalannya.


Agatha lalu beranjak pergi dari lorong kelas meninggalkan Alex yang emosi hingga menjadi pusat perhatian semua siswa.


Rasa malu bercampur kesal itulah yang sedang dirasakan Agatha saat ini,apalagi rumor yang tak benar sudah tersebar di antara para murid.


"Ohh gue baru paham! " seru salah satu siswa yang kebetulan juga menonton pertengkaran Agatha dan Alex.


"Paham apaan? " jawab teman disampingnya cuek.


"Mereka ini pasutri yang masih SMA" teriak siswa itu sambil tertawa seakan jawabannya benar.


Seketika tatapan dingin menyelimuti siswa tersebut,Alex yang berada tepat di depannya terkejut saat mendengar perkataan siswa tersebut.


"Gak mungkinkan cewek bar-bar kayak dia istri gue! " teriak Alex dengan ekspresi dinginnya.


Siswa yang sedang bergosip itu langsung bubar saat melihat tatapan menyeramkan Alex,tiba-tiba di waktu yang tak tepat muncul ketua OSIS dihadapan mereka.


Ekspresinya yang tak bisa di baca,membuat Alex menelan ludah saat melihat ketua OSIS yang sudah siap memukulnya dengan buku paket setebal 260 halaman di tangannya.


"Aduh mati gue,emang dia punya indra keenam seperti rumor yang beredar!" gumam Alex sambil memalingkan wajahnya dari ketua OSIS bernama Kevin Pangestu yang ia takuti.


"Alex lo mau ke mana? " seru Kevin sambil memegangi bahu kanan Alex.


"Gak gue tadi mau masuk kelas! " jawab Alex sambil memasang ekspresi coolnya.


Kevin yang sedang bersama anggota OSIS lainnya langsung menyuruh Alex pergi ke ruang rapat khusus OSIS sepertinya mereka akan membahas masalah sekolah yang cukup serius.


Tanpa kata-kata Alex langsung pergi menaiki tangga menuju ruang OSIS,Alex bahkan tak sadar telah meninggalkan keponakannya bersama cewek yang paling ia benci.


Kini tinggal Agatha dan Kevin yang berada di sana,ruangan kelas juga sepi karena para siswa yang sedang mengikuti upacara saat ini.


"Kenapa kamu gak ikut upacara?" seru Kevin dengan tatapan sinisnya.


"Ketos gak lihat ya?,saya kan lagi gendong Azka! " jawab Agatha cuek sambil memutarkan bola matanya.

__ADS_1


Ia lalu beranjak pergi dari hadapan sang ketua osis, saat ia akan melangkahkan kakinya tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan setelah kerahnya ditarik Kevin dari belakang.


"Brukk..." karena terpeleset Agatha pun jatuh untuk kedua kalinya di pangkuan Kevin,ia masih tetap menjaga Azka agar tak lepas dari pelukannya.


"Akhh..ngapain lo jatuh segala! " bentak Kevin sambil mendorong tubuh Agatha.


"Bukannya kamu ya yang udah narik kerahku gimana tadi kalau Azka jatuh?ketos gak punya hati ya! " omel Agatha panjang lebar.


Sedikit rasa bersalah di benak Kevin,tapi ia tetap bersikap dingin saat menghadapi murid nakal seperti Agatha.


"Nanti istirahat kamu ke ruang OSIS" timpal Kevin sambil merapikan jas OSISnya yang kusut tertimpa Agatha,ia lalu pergi tanpa ekspresi sedikitpun.


"Dia tuh patung ya? " gumam Agatha mendesis saking kesalnya.


Sudah sekitar 40 menit Agatha berada di kelas yang kosong bersama Azka yang sesekali menghibur Agatha di tengah kesunyian itu.


Tiba-tiba para siswa berlarian masuk ke dalam kelas,terlihat juga Rendy dan Melati yang terlihat lemas setelah berdiri lama di tengah panasnya sinar matahari.


"Astaga Agatha itu bayi siapa?" teriak Melati heboh sendiri.


"Ohh ini anaknya kenalanku" jawab Agatha sambil tersenyum,Rendy yang kebetulan masuk bersama Melati tiba-tiba masuk ke pembicaraan mereka berdua.


"Bukanya dia keponakan nya Alex" timpal Rendy sang ketua kelas.


Agatha merasa bersalah ia sudah salah sangka terhadap Alex,ia mengira kalau Alex telah menculik Azka seharusnya ia memastikannya terlebih dahulu.


Saat mereka sedang asik mengobrol hp Rendy tiba-tiba berbunyi Rendy langsung mengangkatnya dan segera pergi ke luar kelas.


"Rendy mau ke mana tuh buru-buru amat" seru Melati terheran-heran.


Agatha menggeleng tanda tak tahu.


Di ruang OSIS terlihat Alex dan Kevin juga para anggota OSIS lainnya sedang berkumpul mereka sangat serius sampai suasananya begitu mencekam.


"Maaf-maaf aku terlambat" tiba-tiba terdengar suara Rendy dari luar.


Ia segera memasuki ruang OSIS dan duduk di samping Alex.


"Karena Rendy sudah sampai kita lanjutkan pembicaraan kita" ucap Kevin dingin.


Alex kebingungan di tengah himpitan anggota OSIS ia hanya terdiam selama rapat berlangsung.


Mereka berniat akan mengadakan acara prom queen setelah ujian berakhir sebagai healing mereka setelah berjuang habis-habisan selama seminggu.

__ADS_1


Para anggota OSIS bersorak bahagia terutama para siswi yang berharap akan menjadi ratu di malam prom queen.


"Acara saya tutup dengan berita kepindahan ananda Rendy selaku wakil ketua OSIS yang sedang menjabat saat ini" seru Kevin mempersilahkan Rendy berbicara.


"Apa lo kok gak bilang kalau mau pindah sekolah?" teriak Alex sambil menarik kerah Rendy.


Rendy hanya terdiam ia tidak akan menjelaskan kepindahannya untuk kedua kalinya kepada Alex.


Ia sangat kesal karena Alex tidak mendengarkannya saat dia berbicara.


"Saya selaku wakil ketua OSIS yang menjabat saat ini sangat berterimakasih sekaligus meminta maaf jika ada salah-salah kata dan tindakan saat menjalankan tugas sebagai wakil ketua OSIS" seru Rendy panjang lebar.


Alex hanya terdiam tak percaya,ia sebenarnya tidak ingin berpisah dengan sahabat karibnya.


"Gue bakal rindu lo Ren" seru Alex untuk terakhir kalinya.


Rendy mengangguk lalu melepas pin wakil ketua OSISnya ia lalu mengundurkan diri dan ijin keluar dari ruang OSIS diikuti Alex.


"Agatha?" gumam Rendy saat berpapasan dengan Agatha.


"Eh Rendy mau kemana kok lemes banget" seru Agatha sambil menggendong Azka.


Rendy menggeleng


"Gue mau pamit maaf kalau misalnya gue ada salah sama lo" ucap Rendy sambil menundukkan kepala.


Agatha terdiam karena tak mengerti maksud Rendy.


Alex terkejut saat melihat Agatha dan Rendy sedang berbincang ia memutuskan untuk tidak ikut campur dan memberikan waktu untuk Rendy.


"Hari ini gue mau ngelanjutin study gue di Belanda tempat ayah gue lahir" seru Rendy dengan mata sayu.


Agatha tidak bisa berkata-kata ia hanya bisa menghibur Rendy agar tidak terlalu bersedih.


"Anggap saja ini kesempatan emas kamu buat bersinar" hibur Agatha sambil tersenyum.


Rendy mengangguk lalu memeluk tubuh Agatha pelan sambil menutup mata.


"Sebentar saja" bisik Rendy pelan.


Alex yang melihat kejadian ini terdiam,ia merasa sakit hati saat sahabatnya berpelukan dengan Agatha.


"Siang ini gue mau langsung terbang ke Belanda" jelas Rendy pelan.

__ADS_1


__ADS_2