
Selamat membaca😊
Setelah Agatha sampai di rumah,ia langsung masuk ke kamar mandi lalu membersihkan badannya dari keringat yang tentu saja membuatnya tidak nyaman.
Ia lalu mengganti seragam sekolahnya dengan baju tidur di lemari Agatha,setelah mereka pulang tadi Angga langsung pergi untuk menyelesaikan perkerjaannya yang sempat tertunda.
Agatha lalu menjatuhkan badannya di atas kasur sambil terus berpikir apa yang akan terjadi esok hari,ia juga membuka dompet yang tadi ditinggalkan Vania.
Agatha tak menemukan apa-apa selain foto keluarga besar yang berjumlah sekitar 20 orang bahkan foto itu juga mulai luntur karena terkena air.
Tidak berapa lama setelah ia mengamati foto itu Agatha langsung tertidur lelap dengan rambutnya yang masih basah kuyup karena tak sempat dikeringkan.
Keesokan harinya
Suara bising kendaraan dan harum bunga mawar di jendela apartemen membuatnya terbangun dari mimpi indahnya.
Agatha melihat jam dinding yang tergantung di dalam kamarnya,sudah pukul 06.15 ia bergegas mandi lalu mengganti baju tidurnya dengan seragam sekolah sesuai jadwal.
Agatha sangat berharap semoga para murid tidak lagi memandang dirinya sinis dan semua akan berjalan normal seiring berjalannya waktu.
Agatha keluar dari kamarnya ia lalu menghampiri ibunya yang seperti biasa memasakkan nasi goreng kesukaan Agatha untuk sarapan pagi.
"Agatha kamu udah bangun" seru ibunya sembari meletakan piring berisi nasi goreng di meja makan,Agatha hanya membalas ibunya dengan senyum lalu menghabiskan nasi gorengnya tanpa sisa.
Tidak seperti biasanya,Erick yang selalu menghampirinya sekarang sudah tidak terlihat batang hidungnya lagi.
"Udah bu,Agatha mau berangkat dulu" timpal Agatha sambil mencium tangan ibunya,Alice lalu mencium kening Agatha dan membelai rambut hitam lembutnya.
Saat Agatha sudah selesai memakai sepatunya,tiba tiba terdengar suara ketukan dan bel secara bersamaan ,Agatha dengan bersemangat membuka pintu itu karena mengira bahwa itu adalah Erick teman masa kecilnya.
"Erick tumben kok" Agatha memotong perkataannya sendiri karena terkejut melihat orang yang datang bukannya Erick melainkan Alex dan Rendy.
Agatha kembali ke ekspresi datarnya,ia sangat tidak berharap kalau yang datang adalah murid populer di sekolahnya.
"Gitu amat ekspresi nya" timpal Rendy sambil merangkul sahabatnya Alex kemudian berjalan mengikuti Agatha dari belakang.
"Lo pasti berharap yang datang Erick ya" pekik Alex dengan ekspresi dingin sambil memainkan ponselnya.
"Hahh..emang apa urusannya sama kalian" seru Agatha dingin sambil terus berjalan menyusuri lorong.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan bersama keluar apartemen hanya beberapa langkah saja jarak diantara mereka.
"Tha lo naik motor gue aja" seru Alex sambil menunjuk motor tuanya yang baru di servis.
"Naik mobil gue aja Tha lebih aman dari pada motor" balas Rendy sarkasme.
Agatha tidak menjawab ia hanya melirik dua kendaraan di depannya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Agatha memutuskan untuk naik angkutan umum daripada harus memilih mau diantar Rendy atau Alex.
"Loh kok" seru Rendy dan Alex bersamaan.
Akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah tepat waktu walaupun mereka naik kendaraan yang berbeda satu sama lain,para murid berjalan di sekitar mereka sambil berbisik satu sama lain.
"Itu Alex kan?..sumpah ganteng banget" seru salah satu siswi yang sedang berada di dekat mereka bertiga,para siswi di sana mungkin penggemar berat Alex dan Rendy.
Kenapa tidak?Alex yang berwajah tampan dan bertubuh tinggi sangat tanpan!,terlebih gayanya yang ala berandalan dan ekspresinya yang dingin membuat para siswi berteriak histeris ketika melihat Alex.
Tak berbeda jauh dengan Rendy,si wakil ketua OSIS yang sangat tegas dan disiplin,wajah blasteran Indonesia-Belanda dan matanya yang berwarna biru laut juga tak kalah tampan dengan Alex.
Walaupun mereka sama-sama tampan mereka juga memliki banyak perbedaan, antara lain perbedaan status diantara mereka, walaupun mereka memiliki perbedaan kasta mereka tetap bersahabat baik dari SMP sampai sekarang.
Agatha berjalan cepat menuju kelas meninggalkan Alex dan Rendy yang sedang tebar pesona,saat ia sudah sampai di kelas,Agatha tetap mendapat perlakuan tidak mengenakan dari teman sekelasnya.
Hanya Melati yang menerima dan menyapanya dengan ramah saat ia sampai di kelas.
"Agatha lo baru datang?" sapa Melati sambil mengangkat kakinya layaknya gadis tomboy pada umumnya,hal itu membuat Agatha terkejut karena sifat nya berubah drastis.
Agatha membalas sapaan Melati dengan senyum hangat,dia lalu duduk di samping melati di kursi paling belakang pojok kelas,dia tetap duduk tenang tanpa menggubris pandangan tajam di sekitarnya.
"Gue denger lo kemarin dibawa sama bokapnya Anita ya?" bisik Melati tepat di telinga Agatha.
"Ohh, masalah itu sudah selesai jadi jangan dibahas lagi" balas Agatha sambil tersenyum senang.
Melati menatap Agatha curiga,hal itu membuat Agatha yang berada di sampingnya tertekan dan merasa tidak nyaman,tiba tiba Melati tertawa keras hingga menjadi pusat perhatian.
"Lo itu kaya tokoh utama ya,selalu diganguin sama tokoh antagonis" timpal Melati terus tertawa keras sambil memukul mukul punggung Agatha.
Setelah beberapa menit Agatha dan Melati berbincang bincang,bel masuk berbunyi para murid yang tadinya berada di luar kemudian masuk satu persatu termasuk Alex dan Rendy yang tadi ditinggal Agatha.
__ADS_1
"Selamat pagi anak anak" seru Bu Fatma sembari membagikan selembar kertas ke para murid.
"Pagi bu" jawab para murid serempak sambil menerima kertas pemberian bu Fatma.
"Kertas ini harus diisi sesuai minat dan bakat masing-masing ya" timpal Bu Fatma lalu kembali ke mejanya untuk mengambil kertas yang lain.
Para murid saling mengobrol dengan teman sebangkunya,sepertinya mereka sedang membicarakan club' yang harus mereka masuki nanti.
"Agatha..lo mau masuk ke grup minat apa?" tanya Melati sembari menunjukan kertas berisi sekitar 30 kegiatan untuk menambah nilai mereka.
Agatha kembali berpikir,mereka semua memang sudah kelas 2 SMA tapi Agatha tetap harus memasuki salah satu dari banyaknya kegiatan pengisi waktu luang.
Sebenarnya ia malas untuk berinteraksi dengan para murid lain,mereka pasti juga tak akan mau berbicara dengan dirinya.
"Aku gak mau ikut" jawab Agatha sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,terlihat jelas Agatha tak punya minat di bidang apapun.
"Jangan gitu lah lo maunya masuk club mana?" seru Melati sambil melihat kertas itu lebih serius lagi,terlebih mereka hanya diberi waktu 3 hari untuk memilih klub yang mereka sukai.
Para murid juga wajib ikut serta minimal satu kegiatan ekstrakulikuler,jika tidak nilai tambahan mereka juga akan kosong.
Brakk..tiba tiba Bu Fatma memukul meja dengan keras membuat perhatian para murid kembali ke guru mereka.
Para siswa baru sadar jika sedari tadi mereka berbicara sendiri dan mengacuhkan Bu Fatma saking asyiknya membahas soal kegiatan pulang sekolah nanti.
"Kalau mau ngobrol nanti pas istirahat kalau gak silahkan kalian semua keluar" timpal Bu Fatma dengan ekspresi marah.
Para murid lalu kembali ke pandangan meja mereka masing masing sambil menunduk karena ketakutan.
Saat mereka semua menunduk dua lembar kertas tiba-tiba sudah berada di atas meja mereka,hal yang membuat mereka lebih terkejut karena ternyata hari ini adalah hari ulangan IPS dadakan untuk kedua kalinya!
Tanpa pemberitahuan sebelumnya para murid yang tidak cukup pintar di mata pelajaran IPS jadi tertekan karena semalam mereka tidak belajar dan malah main game.
"Yahh..bu kok ulangan dadakan terus" protes para murid serempak tak terima ada ulangan dadakan.
"Gak usah banyak debat kerjain sampai di atas kkm" seru Bu Fatma sambil mengawasi para siswa dengan mata elangnya.
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊
__ADS_1