
Selamat membaca😊
Agatha yang tak sadarkan diri langsung dimasukan ke mobil oleh asisten keluarga kaya itu.
Sedangkan ibu Anita tertunduk kesakitan setelah dua giginya lepas.
"Nyonya baik-baik saja?" tanya asisten berumur 70 tahunan itu.
Ibu Anita mengalihkan pandangan ke arah asisten suaminya itu dengan ekspresi marah.
"Kamu kira gigi saya yang lepas itu cuma permen" bentak Ibu Anita kepada asisten suaminya yang bahkan lebih tua dari usianya.
Asisten itu hanya menganggukan kepalanya,dengan wajah tetap tersenyum tulus,sudah lebih dari 40 tahun dia berkerja di kediaman keluarga itu,
Walaupun semua anggota keluarga yang ia layani itu bertindak sesuka hati mereka,tapi pak Shi tetap menunjukan kesetiaan pada majikannya itu.
Pak direktur itu hanya diam sambil memandangi wajah Agatha,bukan karena ia tergoda akan tetapi setiap melihat wajah gadis SMA itu,ia seperti melihat seseorang yang sangat ia kenal.
"Siapa murid itu..sampai dia bisa berbuat seperti itu pada keluarga saya?,apa dia anak dari keluarga terhormat?" tanya Ayah Anita dengan ekspresi dingin tapi ingin tahu.
Pak kepala sekolah yang berada di samping nya,tetap gemetar sambil menundukan kepalanya.
"Dia Agatha Lawres siswi kelas 2 IPA" Jawabnya dengan ekspresi tak karuan.
"Dia tinggal bersama ibunya di sebuah apartemen,sedangkan ayah Agatha telah meninggal dunia" lanjut pak kepala sekolah itu memberikan identitas seorang murid seenaknya.
Ayah Anita berjalan ke arah mobil satunya lagi karena ia tak sudi duduk bersama dengan Agatha,yang dianggapnya sebagai orang miskin yang tak selevel dengannya.
Dua mobil itu akhirnya berjalan ke luar sekolah satu persatu dengan jarak yang cukup aman.
Sementara itu Rendy malah berjalan santai dengan minuman kaleng di tangannya,walaupun Rendy orang yang dianggap dingin oleh sebagian murid lain,dia tetap hanya murid biasa dengan tingkah nakalnya.
Rendy berlari ke arah Alex yang sedang tak sadarkan diri,walaupun banyak guru di dalam kantor mereka tetap meninggalkan Alex pingsan begitu saja.
"Lex..Lex kok lo tiba-tiba pingsan" seru Rendy panik mendadak.
Karena tak ada pilihan dia menuangkan minuman kalengnya tepat di atas wajah tampan Alex.
Setelah minuman itu habis,Alex langsung tersadar setelah merasakan air sedingin kulkas dari kaleng itu.
"Hahh..kok gue disini" seru Alex yang masih belum sepenuhnya sadar.
__ADS_1
Bukannya menolong Alex untuk berdiri Rendy malah kembali membuat Alex kesal dengan menampar pipi Alex hingga memerah.
"Aduhh..lo ada masalah apa sama gue Ren" bentak Alex tak terima wajah tampannya terluka hanya karena tamparan dari sahabat karibnya.
Rendy hanya tertawa tak bersalah untuk membalas kemarahan Alex.
Alex lalu berdiri sambil melihat sekelilingnya,diikuti Rendy dibelakangnya,seperti ada yang mereka lupakan.
"Ohh ya..Agatha!" teriak mereka berdua serempak setelah melihat kalau Agatha tak ada di tempat.
Akhirnya mereka berdua berlari bersamaan ke arah kelas.
Agatha masih di dalam mobil dengan pak Shi menyetir tepat di depannya,ia sayup-sayup sadar dan mulai memberontak dengan membenturkan tangannya ke arah kaca.
"Pak saya mau di bawa kemana?" tanya Agatha sambil mendorong dorong bangku di depannya,pak Shi hanya terdiam dan tidak menggubris gadis di belakangnya.
Setelah beberapa menit Agatha memberontak,akhirnya dia diam saja karena ia tidak mau membuat dirinya tambah pusing di dalam kendaraan.
Akhirnya mereka berdua sampai di kantor polisi.
"Pak apa maksutnya ini?" tanya Agatha yang kebingungan saat ditarik oleh salah satu petugas polisi.
Polisi itu adalah kenalan pak Shi,tidak hanya dia seorang semua anggota polisi di sana sudah lama mengenal pak Shi sebagai orang baik yang selalu membantu kepolisian untuk menangkap penjahat.
Pak Shi bahkan pernah menyelesaikan kasus penyandraan tanpa senjata hanya dalam beberapa menit dengan jurus rahasianya.
Sebenarnya Ayah Pak Shi adalah seorang anggota polisi yang sudah pensiun beberapa tahun lalu,beliau bisa dibilang sangat dihormati oleh anggota kepolisian.
"Terima kasih pak sudah membantu menangkap perampok toko yang meresahkan warga sekitar kemarin" seru salah satu polisi sambil menjabat tangan Pak Shi.
"Gadis di bawah umur ini siapa ya pak?" tanya seorang polwan yang ikut masuk setelah mendengar bahwa Pak Shi datang.
"Ohh..dia telah melakukan percobaan pembunuhan,untung anak majikan saya masih bisa selamat" timpal pak Shi sambil tersenyum.
Anehnya semua perkataan pak Shi dipercaya oleh semua polisi disana,tak berapa lama Ayah Anita datang dan mengambil ponsel Agatha yang berada di tangan Pak Shi.
"Maksutnya percobaan pembunuhan?" gumam Agatha sambil mengepalkan tangannya karena marah.
Agatha yang tidak terima dimasukan ke penjara, menendang sel besi itu hingga berbunyi nyaring.
"Berisik banget ganggu orang lagi tidur aja" tiba-tiba terdengar suara perempuan dari pojok sel itu ia menatap Agatha dengan ekspresi marah.
__ADS_1
Agatha tak sadar kalau sedari tadi ada orang di dalam sel.
Tak berapa lama Ayah Anita,pak Shi dan anggota polisi lain keluar dari ruangan itu sambil bercakap cakap tentang gadis SMA yang membuat ulah.
Dan Kini Agatha ditinggal hanya berdua dengan perempuan menyeramkan bertato di sampingnya.
"Heii..siapa namamu?" tanya perempuan bertato itu.
"Agatha Lawres" jawab Agatha pelan tanpa menatap lawan bicaranya itu.
Perempuan berumur sekitar 25 tahunan itu tak berhenti menatap Agatha dari bawah ke atas,membuat Agatha merasa kurang nyaman.
"Hahh..anak bau bawang cari masalah lagi ya..kok cewek kaya lo bisa masuk penjara sih" seru perempuan bernama Rahayu itu.
Agatha tak menjawab pertanyaan itu dan hanya terdiam sambil menundukan kepalanya ke bawah karena masih merasa bersalah pada dua kakak beradik itu.
Setelah berbicara cukup lama,Rahayu malah kembali tidur tanpa adanya rasa cemas.
"Panggil gue Rahayu.."ucapnya lirih sambil kembali tidur di pojokan sel,Agatha tak bergeming dan mulai duduk menjauh dari perempuan berpenampilan berandal itu.
Agatha dapat melihat dengan jelas aura balas dendam yang sangat kuat dari dalam diri Rahayu,ia tak mau kalau dirinya terlibat lagi dalam masalah orang lain.
Hal itulah yang membuat Agatha mulai menjaga jarak dari perempuan itu.
Ayah Anita duduk di luar kantor polisi sambil mengotak atik hp Agatha tanpa ijin.
"Katanya anak yatim kok mampu beli hp mahal kaya gini" seru Ayah Anita berdecak sebal sambil terus menghina sang pemilik hp.
"Pasti ibu nya juga kerja gak bener" lanjutnya terus mencaci maki Agatha sampai dia merasa puas.
Tanpa sadar dia mulai menemukan nomor ayah Agatha di dalam hp itu,ia kemudian menelepon Ayah Agatha dengan ekspresi merasa menang.
Ia sangat ingin melihat ekspresi malu kedua orang tua Agatha karena telah membesarkan anak tak tahu diri seperti Agatha.
Hal itu menjadi hiburan yang dapat membuatnya tertawa atas penderitaan orang lain.
"Hallo..."
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊
__ADS_1