Anak Selir

Anak Selir
Alergi


__ADS_3

Selamat membaca😊


Sudah berjam-jam Agatha dan para siswa lainnya berjuang mendapatkan nilai terbaik,ada yang hanya asal asalan menjawab dan ada juga yang serius karena ingin mendapat nilai tertinggi.


Akhirnya bel berbunyi dan mereka satu persatu keluar dari dalam kelas dengan wajah pucat dan tubuh yang lemas.


"Agatha kita ke kantin kuy" seru Melati sambil berjalan lemas karena perutnya kosong sedari pagi apalagi sekarang otaknya kosong sehabis berpikir keras,mereka berdua pun akhirnya pergi ke kantin untuk membeli makan siang.


Saat mereka berjalan ke kantin,ia tak sengaja melihat Erick yang sedang berjalan menunduk sehabis keluar dari kamar mandi.


Sekarang tingkah Erick semakin aneh,padahal rahasianya kan masih belum diketahui Agatha,dia masih bisa berpura pura kan?


"Ehh..Erick" panggil Agatha sambil memegang bahu Erick tapi tak digubris oleh teman lamanya membuat pipi Agatha mulai memerah.


"Wahh sombong amat tuh anak" bentak Melati marah-marah pada siswa yang ia anggap cupu,Agatha hanya membiarkan Melati marah-marah sepuasnya dan mendahuluinya pergi ke kantin.


"Bu pesen mi ayam ya" seru seorang siswa laki-laki yang berada di samping Agatha dengan ekspresi datar,ia terlihat cuek dan tidak mempedulikan Agatha yang tepat berada di sampingnya.


Tak berapa lama Melati datang dengan nafas terengah-engah karena baru sadar kalau Agatha meninggalkan dirinya.


"Wahh..Agatha lo gak setia kawan nih" seru Melati cemberut dengan gaya tomboynya.


"Bu seperti biasanya ya,es jeruk sama soto ayam" seru Melati dengan senyum narsisnya,hanya karena makanan bu kantin Melati yang tadinya ngambek berubah drastis saat melihat dan mencium aroma makanan.


Agatha hanya memesan es teh lalu duduk di bangku kantin,rasanya sangat segar saat es teh masuk ke tenggorokannya yang kering apalagi sehabis ulangan dadakan yang terasa cukup sulit baginya.


Apalagi di jamannya dulu dia hanya belajar cara berpedang dan bertahan hidup,tetapi ia lantas tak diam saja dan tetap pergi ke perpustakaan istana utama sambil mengendap-endap.


Walaupun di sampingnya ada Melati yang terus mengoceh,ia tidak menggubrisnya dan tetap meminum es teh yang hampir habis itu.


"Tha lo mau gak?..sotonya enak loh" seru Melati sambil meyodorkan sesendok kuah soto ke mulut Agatha,Agatha yang sedang melamun langsung tersadar saat mencium bau soto yang mulai memasuki mulutnya dengan cepat.


"Pedas" gumamnya sambil menutupi hidung dan mulutnya,Melati terheran heran dengan tingkah laku Agatha,padahal soto tanpa sambal rasanya sama sekali tidak enak!

__ADS_1


Tiba tiba Agatha yang tadi menutup mulutnya erat-erat pingsan dan jatuh ke arah samping,tak di sangka seseorang yang menangkapnya adalah pria cuek yang tadi memesan mi ayam di samping nya.


Nama nya Faizal Ardo salah satu siswa populer di sekolah mereka selain Alex dan Rendy,dia juga salah satu siswa berprestasi dalam bidang musik.


Dia juga menjadi ketua di klub musik sekolah ini,jadi tak heran kalau banyak siswi perempuan yang masuk berbondong bondong dalam klub itu.


Terlebih karena wajahnya yang tampan pasti tidak ada yang tahan jauh-jauh darinya.


Faizal sangat pandai menyanyi dan bermain gitar,dia juga mendirikan sebuah band bersama ketiga sahabat karibnya sejak dari smp.


"Tha lo kenapa kok tiba-tiba pingsan" seru Melati panik sambil menepuk nepuk pipi Agatha yang memerah karena tak tahan makanan pedas.


Fang Yin mungkin tidak peduli mau makanannya pedas atau tidak,tapi bagi lidah Agatha makanan pedas seperti neraka baginya.


Tanpa pikir panjang Faizal langsung membawa Agatha ke UKS terdekat,karena kebetulan guru UKS tidak ada di ruangan kesehatan dengan wajah panik Faizal langsung meminumkan obat alergi secara paksa ke mulut Agatha.


"Hei..seenaknya aja lo masukin obat gak jelas ke mulut temen gue" bentak Melati sambil mendorong dorong siswa lelaki di depannya itu.


Faizal hanya menatap Melati dingin,membuat Melati terdiam lalu duduk di samping Agatha berharap Agatha akan bangun.


Alex dan Rendy yang baru saja selesai mengerjakan ulangan yang bagai neraka itu,akhirnya pergi ke kantin untuk membenarkan pikiran mereka yang saat ini kosong.


Mereka terhenti sesaat setelah melihat kerumunan di pintu kantin,mereka juga melihat Agatha yang tak sadarkan diri sedang digendong oleh seorang siswa kelas 12.


Padahal gedung kelas 12 kan ada di lantai paling atas tapi kenapa kakak kelas itu bisa ada di sini?


Hal itulah yang membuat Alex dan Rendy mulai curiga dan mengejar siswa berjaket hitam itu.


Tanpa pikir panjang Alex dengan kepala panasnya langsung memukul Faizal yang sedang berdiri tepat di depannya. Rendy yang ada di sana berusaha menenangkan Alex agar tak termakan emosi sesaat.


"Dia kena alergi..makannya pipinya memerah dan nafas nya tersenggal senggal" seru Faizal sambil memegangi bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Mungkin dia tak tahan pedas" lanjut Faizal sambil menatap tajam mata Alex.

__ADS_1


Alex yang tadinya marah marah terdiam karena sudah salah sangka pada kakak kelasnya sendiri.


"Makannya jangan gampang marah padahal gak tahu apa masalah nya* gumam Rendy yang berada di samping Alex.


"Gimana gue gak salah paham,tahun lalu kan dia ngubur skandal yang dia buat sendiri" balas Alex dengan tangan masih mengepal karena kemarahannya belum mereda.


Karena suara percakapan mereka yang cukup keras,Faizal langsung pergi tanpa berbicara apapun.


Mungkin Faizal pergi karena merasa terbebani dengan perkataan Alex tentang skandal tahun lalu yang sudah hilang seperti ditelan bumi.


Hanya anggota OSIS dan kelas 12 yang tahu masalah ini,walaupun begitu sekarang para anggota OSIS harus menutupi masalah ini rapat-rapat agar tidak mencemari nama baik sekolah.


"Tutup mulutmu" gumam Rendy sambil mengancam Alex dengan tatapan tajamnnya.


Tak berapa lama Agatha terbangun dengan nafas masih terengah engah.


"Agatha maafin gue,gue gak tahu kalau lo punya alergi sama soto pedes" seru Melati sambil memeluk Agatha dan terus menangis kencang.


Agatha tersenyum melihat perubahan Melati yang tadinya tomboy menjadi gadis lemah yang selalu merasa bersalah di situasi apapun.


Ia lalu membelai rambut pendek Melati.


"Memang aku kenapa?" tanya Agatha kebingungan setelah bangun dari pingsannya.


"Lo gak apa-apa kan?" tanya Alex sambil memberikan cokelat batang kesukaan Agatha.


Rendy yang tak mau kalah kemudian memberikan minuman kaleng sisa yang ada di tangannya.


"Ihh..itu kan minuman bekas kuah lo,masa mau lo kasih ke Agatha" bentak Melati sambil mengembalikan minuman itu kepada pemilik sebelumnya.


"Yang dikasih aja gak marah kok" goda Rendy membuat Melati kesal lalu mengejarnya entah kemana,sekarang tinggal Alex dan Agatha yang ada di UKS rasa canggung menyelimuti mereka berdua.


Tett..(suara bel masuk..)

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca😊


Jangan lupa like, vote dan komentar😊


__ADS_2