
Selamat membaca😊
Setelah kejadian itu semua orang histeris,seorang gadis misterius tiba-tiba muncul dan pergi secepat itu.
Entah apa yang sekarang sedang dipikirkan para penghuni panti asuhan saat ini,yang pasti Hang Shi sangat terpukul setelah tahu adiknya telah membunuh orang lain lalu menyudahi hidupnya sendiri.
Ash hanya terdiam tidak bergerak setelah melihat kejadian di depannya,dia lebih terkejut setelah mengetahui kalau kedua gadis yang bersimbah darah itu sudah tiada.
Tangis haru pecah,Kakek Tama dan Nenek Yu zu tak bisa berkomentar,mereka berdua hanya bisa menangis tanpa henti di samping jasad Agatha yang mulai mendingin.
Mereka semua tidak tahu kalau Agatha seorang time travel yang bisa berenkarnasi ke masa depan maupun masa lalu yang pasti Agatha tak akan mati semudah itu.
Angin berembus kencang,Agatha terbangun di suatu tempat yang aneh,seluruh tempat itu berwarna putih,bahkan tak ada apa pun di sana.
"Apa sekarang aku sudah mati?" gumam Agatha sembari mencubit pipi kanannya.
"Ahh..sakit.." teriak Agatha sambil memegangi pipinya yang memerah.
Ia lalu bangkit berdiri dan menoleh ke kanan dan ke kiri,namun tetap tak ada siapa-siapa,tiba tiba cahaya aneh muncul tepat di depan mata Agatha.
Cahayanya sangat silau membuatnya tak bisa melihat apa-apa.
"Agatha..Agatha.."terdengar suara seseorang di alam bawah sadarnya,suara yang yang lembut dan menenangkan, membuat Agatha mulai meneteskan air mata.
"Ibu..ibu?.." teriak Agatha mencari cari ibunya di tengah kesuyian itu,dengan air mata yang terus membasahi pipinya Agatha tidak putus asa mencari sumber suara itu.
"Aku lelah" gumam Agatha pelan lalu menundukan kepala mulai menutup mata merahnya.
Bruakk...dada Agatha terasa sesak dan ia mulai sulit untuk bernafas.
"Agatha..Agatha.."panggil beberapa orang di sekitarnya.
Agatha yang mendengar suara itu mulai tersadar dan membuka matanya,ia melihat kedua orang tuanya sedang bersedih sambil menggengam kedua tangannya.
"Agatha kamu gakpapa?" tanya Alice dengan air mata bercucuran deras di pipinya.
Belaian tangan seorang pria yang tak lain adalah Angga ayahnya sendiri membuat dirinya semakin hangat.
Dengan ekspresi khawatir ia lalu membelai wajah dan rambut Agatha yang sangat pucat.
Agatha sangat terkejut saat melihat orang-orang berkerumun mengelilinginya,ia lalu memeluk tubuh ibunya lebih erat agar tak terlihat orang-orang.
__ADS_1
"Ibu apa yang terjadi?" tanya Agatha sembari menatap mata sayu ibunya.
"Bubar bubar.." timpal dua orang lak-laki berseragam sekolah yang tak lain adalah Alex dan Rendy,di tengah-tengah mereka juga terlihat Melati yang sontak membuat Agatha terkejut.
"Agatha..!" pekik Melati yang langsung memeluk tubuh Agatha dengan sangat erat sampai membuatnya tak bisa bernafas.
"Heii..gak usah lebay kaya gak ketemu 10 tahun" timpal Alex yang berdiri di dekat dua sahabat itu dengan ekspresi dingin.
"Bilang aja iri" ledek Melati sambil menjulurkan lidahnya.
Para warga yang ada di sana akhirnya dapat dibubarkan,kini tinggal Agatha dan orang-orang dekatnya yang ada di sekitar sungai.
Alice dan Melati berdiri kemudian membantu Agatha berjalan,mereka memegangi tangan Agatha dan memapahnya dengan sangat hati-hati.
Sedangkan Angga sedari tadi menatap tajam dua anak muda di depannya,Angga merasa kesal karena kedua tikus itu selalu membuntuti Agatha ke mana pun.
"Kalian tenang aja aku tidak apa-apa" seru Agatha yang merasa terbebani dengan tatapan khawatir orang-orang di sekitarnya.
Terlihat seragam sekolah Agatha basah kuyup,di beberapa bagian seragamnya juga terlihat sobek setelah mengalami kejadian hanyut di sungai tadi.
Sudah beberapa jam setelah hujan deras mereka terus mencari cari Agatha di dalam sungai,namun tak kunjung ketemu.
Mereka juga sempat menyerah untuk mencari Agatha,tapi pada akhirnya entah kenapa tubuh Agatha muncul di permukaan sungai secara tiba-tiba.
Orang-orang di sekitar Agatha langsung panik termasuk ibu dan ayahnya yang tak tahu harus berbuat apa.
"Agatha..leher lo berdarah" teriak Melati panik.
Alex dan Rendy yang berada di sana langsung terkejut dan berlari secara bersamaan.
"Agatha lo gakpapa" seru Alex dan Rendy serempak,mereka juga memegangi bahu Agatha secara bersamaan.
"Ehemm.." Angga langsung menyela kedua pemuda itu dan memapah Agatha masuk ke dalam mobil mewahnya.
Alex dan Rendy hanya bisa terbengong melihat Angga bergerak secepat kilat saat putrinya disentuh oleh dua orang hama penggangu.
Agatha Pov~
Lu..luka ini masih segar,tapi entah kenapa sama sekali tidak terasa sakit.
Apa luka ini sembuh seiring berjalannya waktu saat aku kembali ke masa depan ya?
__ADS_1
"Anak sekolah mendingan pulang aja" timpal Angga dingin saat Alex dan Rendy sedang bertatap mata tajam.
Mobil Lamborghini milik Angga akhirnya pergi ke rumah sakit dengan Agatha,Melati dan Alice di dalamnya,Angga meninggalkan Alex dan Rendy yang sibuk beradu mata karena putri cantiknya.
Melati hanya bisa tertawa melihat kejadian itu.
"Makannya jangan sok jantan akhirnya ditinggal kann" ledek Melati sambil tertawa keras.
Setelah kejadian memalukan itu Alex langsung berjalan ke arah motor tuanya dan berniat akan pergi menyusul Agatha ke rumah sakit.
"Wahh..gak setia kawan lo lex" seru Rendy saat melihat Alex yang pergi meninggalkan dirinya menggunakan sepeda motor.
Alex hanya bisa menahan tawa puasnya,setelah beberapa meter Alex menjalankan motornya tiba-tiba motor jaman Majapahit miliknya mogok karena kehabisan bensin.
"Pftt...ha..hahaha.." tawa Rendy pecah melihat motor tua Alex kehabisan bensin ia lalu berlari menghampiri sahabat karibnya itu.
"Makannya jangan nikung temen" celetuk Rendy sambil terus tertawa.
Saat Rendy merasa puas temannya mendapat karma,ia berniat akan meninggalkan Alex yang ketiban sial di pinggir jalan.
"Bantuin kali" seru Alex sambil menatap tajam Rendy dari belakang.
"Pantesan dari tadi gue merinding" gumam Rendy sambil mendorong motor tua Alex,setelah beberapa menit Alex dan Rendy akhirnya sampai di pengisian bensin terdekat.
Rendy duduk tidak jauh dari pom bensin tersebut sambil menunggu temannya yang sedang mengisi bensin,setelah beberapa saat Alex menghampiri Rendy sambil membawa minuman.
"Nihhh" seru Alex sembari melempar minuman botol ke tangan Rendy.
"Tumben.." balas Rendy sambil meminum minuman pemberian Alex.
Setelah mereka beristirahat,Alex dan Rendy kembali menaiki motor butut milik Alex,sesekali mereka juga berbincang bincang tentang kehidupan masing-masing.
"Lexx" panggil Rendy yang tiba-tiba terlihat muram.
"Hemm..apaan" jawab Alex yang sedang fokus mengendarai motornya,walaupun jalan terlihat sepi tak ada canggung di pembicaraan mereka berdua.
Pantas saja mereka kan sudah bersahabat sedari kecil,hanya karena masalah kecil tak lantas membuat kedua anak SMA ini tak banyak bicara.
Banyak hal yang mereka bicarakan,dari kehidupan sampai hal yang mereka amat sesali.
"Gue bingung banget Lex" seru Rendy sambil memandangi pepohonan di sekitar jalan.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like vote dan komentar😊