Anak Selir

Anak Selir
Makan malam Anggara


__ADS_3

Selamat membaca😊


Alex dan anak-anak itu lalu masuk ke dalam panti asuhan,mereka di sambut oleh pemilik panti asuhan bernama Umi Alya.


Saat Alex masuk ke dalam ruang tamu ia sangat terkejut saat melihat orang yang lama tidak ditemuinya sekarang berada di sini.


"Alex" sapa seorang perempuan berumur sekitar 20 tahunan.


"Kak Vania,kapan datang?" tanya Alex sambil memeluk kakak perempuannya.


Walaupun Kak Vania bukan kakak kandungnya,ia sama sekali tak peduli karena ia menganggap semua orang yang berada di panti asuhan adalah keluarganya.


Alex juga memeluk tubuh kecil Marsha lalu menggendong tubuh mungil keponakannya Azka.


"Tadi baru sampai" jawab Kak Vania sambil tersenyum ramah.


"Anak anak ayo kita makan" panggil Umi Alya sambil menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Ya...Umi" jawab anak-anak serempak,mereka langsung berlarian ke arah meja makan sambil berteriak keras.


Mereka semua akhirnya makan bersama dengan canda riang anak-anak yang menemani tiap suap makanan yang masuk ke mulut mereka.


Sementara itu Agatha,Melati dan kedua orang tuanya masih berada di rumah sakit memeriksakan kondisi Agatha yang mulai membaik.


Agatha baru selesai menjalani operasi penjahitan luka sobek di bagian belakang lehernya,untung belum terkena infeksi kalau tidak pasti lain ceritanya.


"Ehh Agatha aku pulang dulu ya" seru Melati sambil memeluk tubuh Agatha yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.


"Ya Mel hati-hati" jawab Agatha pelan sambil tersenyum kecil.


Melati lalu mencium tangan kedua orang tua Agatha,kemudian pergi keluar kamar tempat Agatha dirawat.


"Agatha ayah kira kamu takut sama jarum" ledek ayahnya sambil tertawa.


Agatha hanya membalasnya dengan senyum getir.


Alice lalu memukul bahu Angga dan melotot tajam ke arah Angga.


Angga merasa ciut setelah mantan istrinya marah besar seperti seorang iblis.


"Yaudah ayo kita pulang" seru Agatha sambil bangkit dari ranjang rumah sakit.


"Kamu kan belum sembuh total" jawab Alice sambil menatap khawatir anaknya.


Kringgg (suara dering hp),tiba-tiba ponsel Angga berbunyi,ia lalu keluar dari ruangan Agatha untuk menjawab telepon dari ibunya.


"Ya..ibu" sapa Angga berusaha tenang.

__ADS_1


Tak ada angin tak ada hujan,nyonya Anggara lalu mengomeli Angga tanpa henti,mulutnya yang cerewet membuat Angga tak bisa menahan amarahnya.


"Sekarang kamu pulang" bentak ibunya dengan nada tinggi,mungkin ibunya merasa kesal karena belakangan ini Angga selalu jarang pulang sampai lupa mengerjakan tugasnya.


Angga juga selalu pulang larut malam sampai melewatkan acara makan malam keluarga Anggara.


"Ayah kamu mau bertemu denganmu malam ini" seru ibunya masih dengan nada kesal.


Angga hanya menjawab ibunya dengan perkataan seadaanya,lagi pula ia juga tidak akan datang ke makan malam keluarga Anggara yang hanya diadakan seminggu sekali.


"Ya...kalau bisa Angga datang" jawab Angga sambil menutup teleponnya.


"Hahh...emang status itu penting ya?" gumam Angga sambil menggaruk garuk kepalanya.


Ia lalu melihat jam tangan, sudah pukul 20.00,sebentar lagi acara makan malam keluarga Anggara pasti akan dimulai.


Angga melangkahkan kakinya masuk kembali ke dalam kamar Agatha,ia mendapati kalau mantan istrinya Alice sudah tertidur lelap.


Sedangkan Agatha masih terjaga sambil terus menatap kosong wajah cantik ibunya yang sangat mirip dengan dirinya.


"Agatha kamu belum tidur?" tanya Angga sambil membelai rambut hitam Agatha.


"Aku belum mengantuk ayah" jawab Agatha singkat.


"Ayah mau pergi ya?" seru Agatha sambil menatap ayahnya dengan wajah lugu.


Agatha lalu memegang tangan dingin ayahnya dan tersenyum manis.


"Biarkan aku ikut bersama mu ayah" bisik Agatha yang sontak membuat Angga terkejut.


Untung saja Alice tidak terbangun karena suara kerasnya dan masih tertidur lelap dengan mimpi indahnya.


"Mana mungkin,di sana tempat yang sangat tidak cocok untukmu" jawab Angga yang sudah tak tahu lagi harus mencegah anaknya dengan cara apa.


Agatha lalu beranjak pergi dari kasurnya,ia lalu pergi masuk ke kamar mandi untuk melakukan sesuatu.


Saat Agatha keluar ia sudah memakai gaun indah pemberian ayahnya dulu,gaun itu berwarna biru laut dihiasi corak-corak bunga berwarna putih yang membuat pemakainya menjadi cantik.


"Agatha?" celetuk ayahnya yang kaget melihat penampilan Agatha yang berubah.


Agatha lalu mengibaskan rambutnya agar seluruh bekas jahitan luka lehernya bisa tertutup sempurna dengan rambut panjangnya.


Ia lalu menarik tangan ayahnya pelan-pelan agar Alice tidak terbangun dan seluruh rencananya gagal total.


"Kamu serius Agatha?" seru ayahnya dengan ekspresi khawatir.


Agatha mengangguk dan akhirnya Angga mau tak mau harus membawa putri kesayangan pergi ke perkumpulan para manusia gila kekuasaan itu.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam dalam mobil Lamborghini mewah milik ayahnya dan melaju cepat ke arah kediaman mewah keluarga Anggara.


Mobil itu tepat berhenti di depan parkiran yang sangat luas,kediaman tersebut sangat luas sampai 50 mobil pun bisa diparkirkan di depan halaman rumah mewah itu.


Para pelayan membuka pintu ,mereka juga berbisik satu sama lain saat melihat sang pewaris keluarga Anggara sedang menggandeng seorang gadis SMA.


Saat mereka masuk ke ruangan tatapan tajam dan sinis mulai mengikuti mereka,seperti sebuah pedang yang langsung menusuk mereka dari belakang.


Para tamu dari keluarga terhormat itu terus berbisik dan merendahkan Angga dan Agatha.


Agatha dan ayahnya berjalan ke arah balkon yang sama sekali tidak ada orang,mereka berdua berusaha sebisa mungkin untuk mengacuhkan pandangan sinis setiap orang yang mereka lewati.


"Agatha kamu mau kembali?" seru Angga dengan tatapan sayu.


Agatha membalas perkataan ayahnya dengan senyum polos,terlihat jelas bahwa Agatha sudah merencanakan sesuatu untuk mengembalikan nama baik ibunya.


"Aku rasa ini hari keberuntungan kita ayah" celetuk Agatha yang sontak membuat Angga terheran heran.


Tak mungkin kan kalau ia akan melawan kepala keluarga Anggara?


"Semoga itu tidak terjadi" gumam Angga dalam hati.


Saat Agatha dan Angga sedang asik berbicara sang kepala keluarga baru pun muncul yaitu ayah Angga.


Agatha melangkahkan kakinya keluar balkon dengan penuh percaya diri, menuju ke meja makan tempat semua orang berkumpul.


Kepala keluarga yang dulu juga berada di sana,masih dengan tubuh yang sehat bugar walaupun tak lagi berusia muda.


"Apa kita bisa mulai sekarang?" seru kepala keluarga Anggara dengan ekspresi dingin.


"Tunggu...Kak Maya belum datang" pekik adik terakhir Angga terlihat ragu-ragu.


Sebenarnyanya keluarga Anggara mempunyai 4 keturunan penerus,anak pertama keluarga tersebut tak lain adalah Angga,kedua Maya dan yang ketiga Arga yang masih duduk di bangku SMP.


Jadi warisan keluarga Anggara akan diturunkan ke salah satu orang entah itu Angga ataupun Maya.


"Selamat malam ayah" tiba-tiba muncul seorang wanita berbaju seksi dari arah pintu,ia langsung mencium pipi sang kepala keluarga.


"Maya kenapa kamu telat?" seru sang ayah masih menjaga wibawanya.


"Maaf ayah Maya tadi kan baru pulang shopping" jawab Maya manja.


"Ohh iya putri aku datang loh" pekik Maya yang sontak membuat para tamu mengalihkan pandangan ke arah seorang gadis bergaun ungu yang baru muncul di pertemuan ini.


Terima kasih sudah membaca😊


Jangan lupa like,vote dan komentar😊

__ADS_1


__ADS_2