Anak Selir

Anak Selir
Memutar balikan Fakta


__ADS_3

Selamat membaca😊


Setelah melamun selama beberapa menit,Agatha tersadar dan langsung berlari menaiki tangga untuk kedua kalinya.


Ia khawatir dengan teman-temannya apalagi setelah Melati menjadi psikopat gila dan membunuh orang di sekitarnya.


"Akhh..kenapa jadi seperti ini!" teriak Agatha sambil menaiki tangga.


Agatha terkejut saat melihat kerumunan di tangga menuju atap gedung,sepertinya para murid langsung berdatangan setelah mendengar tragedi ini.


Nando dan teman temannya juga sudah ditangani tenaga medis untung saja mereka masih bisa di selamatkan walaupun keadaannya masih kritis.


Sedangkan Andre sudah meninggal sebelum tenaga medis datang ke sekolah.


Jenazahnya juga sudah dibawa ambulans menuju ke rumah sakit untuk di autopsi.


"Apa yang terjadi selama aku berbicara dengan Erick?" gumam Agatha sambil melihat sekelilingnya.


Ia lalu menghampiri Faizal yang sedang duduk termenung setelah lukanya dijahit dan diperban oleh dokter.


Sepertinya ia merasa bersalah karena dirinya Agatha terjatuh dari atap sekolah dan entah bagaimana keadaannya.


"Faizal lo gakpapa?" tanya Agatha dengan wajah khawatir.


"Gimana gue bisa tenang Agatha aja jatuh gara gara gu" kata-kata Faizal terpotong setelah melihat Agatha yang terlihat sehat tanpa luka sedikit pun.


Faizal tak dapat berkata-kata,ia langsung memeluk orang yang sedari tadi ia khawatirkan.


"Agatha gue kira lo udah mati" gumam Faizal sambil terus memeluk tubuh Agatha erat.


Dengan tangan gemetaran,Faizal terus memeluk erat Agatha tanpa membuka celah sedikit pun.


"Aku baik-baik saja" jawab Agatha sedikit ragu-ragu.


"Kalau kamu baik baik aja kan?" tanya Agatha sambil menatap orang yang sedang memeluk dirinya seperti seorang ibu yang sangat rindu pada anaknya.


Suasana terlihat begitu hening,saat Faizal tak menjawab pertanyaan Agatha.


Agatha hanya berusaha untuk melepaskan pelukan Faizal pelan-pelan agar tak menyakiti perasaannya.


Namun setelah beberapa saat Faizal langsung mendorong tubuh Agatha tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Ngapain lo peluk-peluk gue!" bentak Faizal sambil menepuk nepuk bajunya yang tidak kotor sama sekali.


Seketika sifat Faizal berubah yang tadinya terlihat menyedihkan sekarang malah sangat menyebalkan.


"Maksudnya?" jawab Agatha sambil mengerutkan dahinya.


Faizal tak menjawab,sepertinya dia sangat malu setelah memeluk adik kelas yang baru ia kenal minggu lalu.

__ADS_1


Karena alasan itulah ia sampai mengelak dan beralasan bahwa Agathalah yang memeluknya.


"Gak lah ngapain gue meluk lo...gue tadi cuma kesandung!" teriak Faizal dengan pipi memerah.


"Ku tarik lagi belas kasihan ku!" gumam Agatha dengan suara pelan.


"Apa lo bilang!" bentak Faizal dengan gaya arogannya.


Agatha menarik nafas panjang,tak ada gunanya juga ia beradu argumen dengan siswa arogan plus menyebalkan seperti Faizal.


"Terserah!" teriak Agatha dengan amarah yang masih belum mereda.


Agatha lalu melihat ke sekitarnya,terlihat seperti sedang mencari cari sesuatu.


"Melati pasti udah dipenjara ya?" celetuk Agatha dengan ekspresi sedih yang sontak membuat Faizal terkejut.


"Maksud lo?" pekik Faizal keras,belum saja Faizal menyelesaikan perkataan nya,tiba tiba Nichol dan Rendy berlari ke arah mereka setelah berhasil menerobos kerumunan.


"Agatha!" teriak mereka berdua serempak.


Agatha lalu menoleh ke arah Rendy dan Nichol dengan wajah terkejut.


"Agatha gue denger Andre jatuh dari atap ya?" tanya Rendy dengan nafas terengah engah,sedangkan Nichol terlihat sedang mencari kakaknya.


"lohh..Kak Nathan mana?" tanya Nichol dengan wajah gelisah.


"Kakak lo ada di UKS!" jawab Faizal singkat.


Setelah Nichol turun ke bawah,suasana kembali menjadi hening,hanya pertanyaan ingin tahu Rendy yang terdengar di telinga Agatha dan Faizal.


"Gue denger Andre bunuh diri ya?" lanjut Rendy penasaran.


"Tunggu bukannya Melati ya yang bunuh Andre?" teriak Agatha penuh pertanyaan.


Saat Agatha sedang berpikir keras,tiba-tiba dari belakang muncul seseorang yang langsung membuat Agatha terkejut.


"Dor!" teriak Melati yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


Agatha terdiam dengan mulut menganga,ia sangat kebingungan saat melihat Melati kini berdiri di hadapannya seperti tidak terjadi apapun.


"Me..me..lati?" seru Agatha terbata bata.


Melati berdiri di depannya sambil tersenyum dengan tubuh penuh plester dan perban di area kepalanya.


"Gitu amat liat nya!" seru Melati sambil menjentikan tangannya.


Saking terkejutnya Agatha sampai menjatuhkan hp yang sedang ia pegang sedari tadi.


"Bukannya lo udah masuk penjara?" teriak Agatha masih dengan ekspresi tak percaya.

__ADS_1


"Wahh enak aja" jawab Melati dengan wajah masamnya.


Agatha lalu menoleh ke arah dua teman laki-lakinya,ekspresi mereka tetap biasa-biasa saja padahal mereka sedang berhadapan dengan seorang pembunuh!


Agatha lalu berlari meninggalkan tiga orang-temannya,ia masih tak percaya kalau sebuah fakta bisa diputar balikan dengan mudah oleh si iblis kejam Erick.


"Berarti masih ada harapan untuk menyelamatkan Ayah" gumam Agatha dalam hati.


Dengan wajah serius Agatha menuruni tangga dan berusaha untuk mencari si iblis gila itu.


"Agatha..Agatha!" panggil Melati dengan ekspresi kebingungan.


"Hahh..biar gue aja yang ngejar" seru Rendy dengan wajah memelas karena harus menuruni ribuan anak tangga itu lagi.


Setelah berlari dengan sangat kencang Agatha akhirnya sampai ke lapangan belakang sekolah.


Lapangan yang tadinya meriah mendadak sepi sampai tidak ada orang


Biasanya festival olahraga juga akan diadakan sampai tengah malam,sepertinya mereka menunda kegiatan festival setelah tahu ada kejadian mengerikan di sekolah.


Yang terlihat hanya segerombolan polisi yang sedang memeriksa tempat terjadinya pembunuhan.


"Heii iblis laknat keluar" teriak Agatha di tengah-tengah lapangan sepi itu.


Agatha juga sesekali menghentak hentakan kakinya untuk memanggil iblis itu namun tetap tak ada jawaban.


"Dasar iblis!,datang pas gak diundang!" teriak Agatha hingga suaranya serak.


"Tuh..adik kelas kenapa ya?" seru salah satu seksi kebersihan saat sedang membersihkan sampah yang berserakan di lapangan belakang sekolah.


"Gak tahu palingan lagi latihan drama kali!" jawab temannya cuek sambil mendengarkan musik di hensednya.


"Dek lagi sakit ya?" teriak kakak kelas sambil menatap Agatha khawatir.


Agatha lalu menoleh dengan pipi memerah saking malunya,ia kemudian berlari kencang meninggalkan kakak kelas yang pasti sudah mengira dirinya gila.


Karena terus berlari Agatha tak sadar bahwa ia sudah berada di salah satu gudang terbengkalai di belakang sekolah mereka.


Saat ia akan pergi tiba-tiba terdengar suara teriakan dan minta tolong seorang wanita dari dalam gudang tersebut.


Hawa yang dingin di gudang itu membuat Agatha merinding apalagi setelah mendengar suara seorang perempuan di tempat sepi itu pasti sangat menyeramkan.


"Memang aneh ada suara seorang gadis di tempat seperti ini!" gumam Agatha sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke gudang.


Saat ia membuka pintu gudang tua itu,ia sangat terkejut saat melihat seorang gadis berdiri di depan,tiba tiba suara yang tak begitu asing terdengar di telinga nya.


"Kak Agatha!" teriak gadis malang tersebut.


"Jes..sica?.." seru Agatha terbata bata.

__ADS_1


Jangan lupa like follow dan komen


__ADS_2