
Selamat membaca😊
Nichol yang kebingungan masih tak tahu harus berbuat apa,ia melihat ke sekelilingnya namun Alex sudah keluar dan hanya anak-anak yang berada di sana.
"Aduh apa yang harus kulakukan!" teriak Nichol terlihat sangat prustasi.
Azka yang masih berumur 8 bulan terus mengejar ngejar Nichol dan akan menangis saat Nichol pergi meninggalkannya.
"Hah..baiklah siapa nama mu?" tanya Nichol sambil menggendong tubuh mungil Azka.
"Ba..ba..baa!!!" jawab Azka berteriak saking senangnya.
Nichol lalu membawa keluar Azka yang sedari tadi tak mau diam dan terus mengusili laki-laki yang sedang menggendongnya.
"Lex,kak Alex ini gimana!" seru Nichol sambil mengontrol keseimbangannya karena Azka yang terus bergerak tak bisa diam.
"Apaan sih mendingan lo pergi sekolah!" teriak Alex kesal,akan tetapi ekspresinya berubah total saat Alex melihat Nichol sedang menggendong Azka.
Tanpa kata-kata ia langsung merebut Azka dari pelukan Nichol yang sontak membuat balita itu terkejut.
Tangisan kencang Azka sampai membuat orang-orang di dalam panti terkejut dan keluar untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.
"Wahh...gara gara kak Alex,jadi nangis kan!" ledek Nichol dengan wajah menyebalkannya.
"Ada apa ini?" tanya bu panti panik.
Anak-anak yang akan berangkat sekolah pun juga berkumpul mengelilingi dua siswa SMA itu.
"Gakpapa kok bu" jawab Alex sambil menatap tajam Nichol yang terlihat tak bersalah.
"Yaudah ibu ke pasar dulu ya" timpal bu panti sambil mengantar anak-anak masuk ke dalam bus sekolah.
Jam menunjukan hampir pukul tujuh,Alex yang sudah ada janji dengan pacarnya Rara masuk ke dalam rumah dengan tergesa gesa.
"Gawat Nic..gawat" teriak Alex dengan wajah panik.
Nichol yang sudah bersiap dengan seragam sekolahnya,terkejut sampai menjatuhkan helm yang sedang ia mainkan sedari tadi.
"Apaan sih!" jawab Nichol kesal sambil membersihkan helm yang terkena tanah.
"Kak Vania,gak ada di rumah!" teriak Alex sambil memukul bahu Nichol.
Nichol hanya terdiam sambil memegangi bahunya yang terasa mau patah,walaupun pukulannya pelan tapi bagi Nichol rasanya sangat sakit.
"Memang kenapa?" jawab Nichol semakin kesal karena Alex yang tidak jelas.
__ADS_1
"Ya terus Azka gimana?" lanjut Alex membuat Nichol tak bisa berkata-kata.
"Ahkk masa bodoh gue mau berangkat dulu!" teriak Nichol sambil berlari pergi meninggalkan Alex yang tak tahu harus berbuat apa dengan keponakannya Azka.
Alex yang merasa sangat kesal tak bisa berbuat apa-apa karena Nichol sudah hilang entah kemana.
"Ahhkk...gue gak bakal nampung lo di sini lagi!" teriak Alex hingga suaranya menggelegar ke langit lepas.
Karena teriakan Alex yang begitu kencang Azka sampai menangis tak karuan sekarang masalah ini semakin rumit dan mau tak mau ia harus membawa Azka pergi ke sekolah.
Sambil menenangkan Azka yang terus menangis,Alex dengan perlahan menyalakan motornya dan pergi sambil menggendong Azka di depannya.
Ia harus sangat berhati hati agar Azka tak terjatuh ataupun menangis karena tidak nyaman.
Walaupun ekspresinya terlihat sangat kesal ia harus tetap menahan emosinya.
"Aduhh..jangan nangis ya Azka" seru Alex terus menenangkan Azka yang tak mau berhenti menangis.
Setelah beberapa menit perjalanan yang sangat melelahkan bagi Alex,ia akhirnya sampai di parkiran sekolah dan segara masuk sambil terus menggendong Azka yang sedang tertidur pulas.
"Hah..untung gue gak telat,,gue harus kasih pelajaran sama Nichol!" gumam Alex sambil terus mengepalkan tangannya yang panas.
Alex masuk ke gerbang dengan percaya diri tanpa mempedulikan pandangan para siswa di dekatnya,padahal sedari tadi para murid berbisik dan menatapnya sinis.
"Bukannya dia udah balikan sama Rara?" lanjut para siswa bergosip tanpa kenal tempat.
Tiba-tiba muncul seorang siswi dari belakang dua penggosip itu dan langsung menarik kerah dua gadis itu hingga hampir terjatuh.
"Agatha?" jawab dua siswi itu serempak.
"Pagi-pagi jangan pada gosip!" bentak Agatha yang sontak membuat para siswi ketakutan.
"Emang apa urusan lo,apa jangan-jangan itu anak kalian berdua ya?" timpal siswi figuran itu tanpa saringan di mulutnya.
Agatha lalu melangkahkan kakinya mendekati kedua siswi itu, dengan tatapan bak iblis ia lalu mengancam dua orang siswi itu hingga membuat nyali mereka ciut.
Mereka berdua lalu pergi dengan wajah yang sangat menyebalkan,walaupun Agatha sudah memperingatkan,mereka tetap tak henti hentinya untuk bergosip.
"Sabar Tha sabar" gumam Agatha dalam hati.
Agatha langsung terkejut saat Alex tiba-tiba muncul di depannya sambil menggendong Azka si bayi gemas itu.
Rasanya Agatha ingin tertawa kencang setelah melihat pemandangan lucu di depannya.
"Ini bukan mimpi kan" gumam Agatha sambil menahan tawa.
__ADS_1
"Apa lo bilang!" bentak Alex masih dengan ekspresi dinginnya.
Alex yang berdiri dengan ekspresi kesal,hari yang sial baginya karena pagi-pagi sudah bertemu si pembuat onar Agatha.
Ia lalu pergi melewati Agatha dengan ekspresi arogannya,tapi tiba-tiba Azka menangis saat Alex akan pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Agatha.
"Ba..ba...ba!!" teriak Azka sambil menunjuk nunjuk Agatha yang sudah diam mematung sedari tadi.
"Azka,jangan deket-deket sama cewek modelan kaya dia,kalau kakak sih mendingan jomblo seumur hidup dari pada harus deket sama dia!" seru Alex kencang agar Agatha mendengarnya.
Agatha menarik nafas panjang,rasanya ia sangat ingin memukul mulut laki laki brengsek di depan nya,tapi karena sekarang ada bayi dia harus menahannya.
"Sabar,sabar!" gumam Agatha pelan.
Tapi kesabarannya sudah di ujung puncak,dia sudah tak tahan saat cowok sok cool itu terus berkata yang tidak tidak pada Azka keponakannya.
Agatha lalu merebut Azka dan kemudian menendang punggung Alex hingga jatuh tersungkur ke tanah.
"Lo ada masalah apa sama gue! " teriak Alex sambil menatap tajam Agatha.
Agatha hanya terdiam melihat tingkah Alex yang kekanak kanakan,seharusnya dari awal dia tidak berurusan dengan Agatha kalau tidak mau jadi pelampiasan gadis time travel ini.
Alex berdiri sambil membersihkan seragamnya yang kotor terkena debu lantai.
"Siniin Azka biar gue gendong" timpal Alex masih dengan ekspresi kesakitan.
Saat tangan Alex akan menyentuh baju Azka,Agatha langsung menepis tangan Alex dengan kuat hingga tangan Alex memerah.
"Ahkk..sakit,lo kira tangan gue ini tali apa main puter aja!" bentak Alex sambil memegangi tangannya yang memerah.
Seketika hawa dingin berembus di sekitar Alex,seluruh badannya tiba-tiba merinding tanpa alasan yang jelas yang pasti ini bukan karena hantu tapi karena Agatha yang sedang menatapnya saat ini.
"Lo nyulik anak ini ya!" bentak Agatha dengan tatapan psikopatnya.
Pemberitahuan⚠⚠
Haipembaca sekalian,maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan novel ini,maklum baru pemula⚠🆗😊
Dan juga maaf karena jeda yang terlalu jauh saat scroll ke bawah saat membaca,soalnya hp yang kurang mendukung jadi tidak bisa ngetik di aplikasi jadi author mengetik nya di web nya noveltoon🙏🙏
Jadi dukung terus novel buatan author agar terus bisa up dan gak hiatus terus🙏
Dan sebisa mungkin tolong tinggalkan like walaupun karena scroll yang terlalu panjang dan selalu terlewati.
Terima kasih ya sudah mau membaca karya author pemula ini🙏😊
__ADS_1