
Nathan lalu pergi ke arah kelas 12,ia masuk ke semua kelas dan terus berusaha mencari orang yang sangat ia benci yaitu Faizal.
Ia menganggap Faizal adalah dalang dari semua kejadian yang menimpa Jessica.
Ia bisa menyimpulkan demikian karena Faizal pernah melakukan hal yang sama pada gadis yang pernah disukai Nathan sampai-sampai gadis tersebut bunuh diri karena tekanan yang ada.
Butuh waktu berbulan-bulan agar Nathan bisa melupakan kejadian menyedihkan tersebut.
Faizal harusnya saat ini dipenjara tapi karena Faizal masih di bawah umur ia hanya dijatuhi hukuman sosial selama beberapa bulan saja.
"Woi Faizal di mana lo" teriak Nathan kesal.
Nathan tidak peduli saat menjadi pusat perhatian banyak orang,ia terus berjalan menyusuri lorong kelas 12.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan apa yang dia cari selama ini.
Faizal terdiam ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi sampai tiba-tiba Nathan datang menhampiri dan memukul dirinya tanpa rasa bersalah.
"Punya masalah apa lo" balas Faizal yang tak tahu apa-apa.
Dengan ekspresi marah Nathan terus memukul wajah Faizal dengan brutalnya.
Faizal tak mengelak dorongan demi dorongan terus dilakukan Nathan sampai meja kelas milik Faizal harus berantakan.
Para Murid yang sedang berada di sana heboh melihat pertengkaran Faizal dan Nathan ini.
Agatha yang mendengar berita ini langsung naik ke kelas 12 dan menghampiri kerumunan yang ada.
Agatha berusaha melerai keributan yang terjadi namun tiba-tiba pipi Agatha dipukul oleh Nathan.
Mereka semua terdiam,Nathan yang merasa bersalah kemudian meminta maaf.
"Tha lo gakpapa?" tanya Nathan dengan wajah bersalah.
"Than kenapa kamu bisa yakin kalau pelaku sebenarnya itu Faizal apa kamu punya bukti?" tanya Agatha serius.
Nathan terdiam ia baru tersadar kalau dirinya tak punya bukti apa-apa tadi dia sangat yakin kalau yang melakukan ini semua adalah Faizal.
"Tanggung jawab lo anjing!" bentak Nathan sambil menarik kerah Faizal.
Suasana semakin memanas hingga Jessica datang dan menarik tubuh Nathan yang semakin agresif.
"Udah Than" teriak Jessica berusaha menenangkan Nathan.
Tiba-tiba dirinya terjatuh karena di dorong Nathan.
Jessica terjatuh sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.
"Jess lo gakpapa?" tanya Nathan khawatir.
__ADS_1
"Than tahan emosimu" teriak Agatha sambil mendorong tubuh Nathan.
Agatha lalu memapah tubuh Jessica ke ruang UKS,kerumunan semakin menjadi hingga pada akhirnya para anggota OSIS datang untuk menenangkan situasi.
"Semuanya bubar!" teriak Kevin si ketua OSIS.
Para murid berdecak sebal padahal mereka masih ingin melihat pertengkaran yang terjadi.
Para anggota OSIS segera membawa Nathan dan Faizal ke ruang BK,di sana sudah ramai dengan kerumunan anak-anak.
"Apa yang kalian lakukan di sekolah!" teriak guru BK marah.
Mereka berdua terdiam tak menjawab.
"Jawab!" teriaknya sekali lagi.
"Saya tidak tahu apa-apa Bu" jawab Faizal dengan ekspresi datar.
"Munafik lo" balas Nathan sambil menarik kerah Faizal sekali lagi.
Para guru langsung melerai kedua murid berandalan tersebut,dan membawa mereka ke sisi ruangan yang berbeda.
"Dia udah memperkosa Jessica!" teriak Nathan sambil menunjuk nunjuk Faizal.
Para guru terkejut saat mendengar pernyataan Nathan yang terlihat sangat jujur.
Faizal hanya terdiam tanpa membela diri,ia teringat akan skandal yang beredar atas namanya.
Sampai di sana Nathan menatap Jessica miris karena sudah menjadi korban padahal dia tidak salah apa-apa.
"Jess ibu ingin bicara dengan kamu" ucap Bu Fatma tegas.
"Siapa yang sudah melakukan ini semua?" lanjutnya.
Jessica menggeleng sambil menangis.
Bu Fatma memutuskan untuk menghubungi kedua orang tua Jessica,sudah berulang kali Bu Fatma menelpon keduanya namun tak kunjung diangkat.
"Halo pak saya selaku wali kelas Jessica ingin berbicara kepada anda selaku orang tua Jessica" ucap Bu Fatma ramah.
Tidak berapa lama kedua orang tua Jessica datang ke ruang kesehatan dengan wajah khawatir akan keadaan putrinya.
Ruang UKS semakin ramai dengan kehadiran orang tua Jessica,mereka sangat heboh mendengar berita yang sedang terjadi.
Para guru ingin membubarkan kerumunan yang ada namun tidak bisa.
Srakk....Bu Fatma menutup gorden ruang kesehatan lalu berbicara empat mata dengan orang tua Jessica.
"Kami terpaksa akan mengeluarkan Jessica dari sekolah karena keadaanya sekarang" ucap Bu Fatma dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
"Apa alasannya Bu?apa dia melanggar peraturan sekolah?" tanya ayah Jessica terheran-heran.
Semuanya terdiam hingga beberapa kata keluar dari mulut Bu Fatma.
"Anak bapak hamil" jawabnya singkat namun mengejutkan.
Agatha yang berada di sana hanya diam sambil menonton,hingga ayah dan ibu Jessica menghampiri anaknya.
"Kamu dipaksa siapa sayang?" tanya ibunya khawatir.
Jessica terdiam sambil menangis,ayah Jessica lalu mendorong tubuh Nathan hingga terbentur tembok.
"Kamu kan yang sudah membuat anak saya jadi seperti ini?" bentak ayah Jessica dengan ekspresi marah.
Para guru langsung memberitahukan hal yang sebenarnya kalau pelakunya belum juga ketemu.
Ada satu orang yang saat ini dicurigai sebagai pelaku tapi belum pasti juga kebenarannya.
Nichol datang dan mengaku kepada semua orang kalau dialah yang sudah membuat Jessica menjadi seperti ini.
Nathan menjadi semakin marah ternyata dugaannya selama ini benar, ayah Jessica berbalik memojokkan Nichol dan meminta pertanggung jawaban.
"Saya akan tanggung jawab"jawab Nichol sambil menunduk.
"Gak biar saya saya yang bertanggung jawab,saya tidak akan sudi Jessica dinikahi orang tak bermoral seperti dia" jawab Nathan dengan ekspresi dingin.
Agatha kebingungan dengan situasi yang ada sampai teleponnya berdering.
"Tha sekarang lo di mana" tanya Nichol saudara kembar Nathan.
Agatha menjelaskan dari awal hingga akhir masalah yang sedang terjadi pada kakaknya Nathan,dan yang paling membuat Nichol terkejut adalah saat Agatha berkata bahwa Nathan akan menikahi Jessica.
"Apa lo seriusan Tha" tanya Nichol tak percaya.
Seperti dugaannya Nathan akan bertindak gegabah hanya karena masalah ini.
"Tha sekarang gue mau pulang dulu kalau ada apa-apa langsung telepon gue" ucap Nichol sambil menutup telepon.
Saat pulang ke rumah Nichol terkejut saat melihat ibunya menangis tersedu-sedu di bawah lantai.
"Mami kenapa?" tanya Nichol penasaran.
"Nathan" jawabnya terpotong.
Ternyata kedua orang tuanya sudah tahu masalah ini tinggal menunggu waktu sampai kedua orang tuanya melampiaskan hal ini pada dirinya.
"Ayo kita ke sekolah" ajak ayah si kembar dengan raut wajah serius.
Nichol mengangguk lalu masuk ke dalam mobil bersama ibunya,mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju sekolah elit kenamaan di kota mereka.
__ADS_1
Satu keluarga itu kompak masuk ke dalam ruang kesehatan,mereka segera menghampiri Nathan yang terlihat bimbang.