Anak Selir

Anak Selir
Masalah keluarga


__ADS_3

Selamat membaca😊


Rara tak bisa berkata kata,dia menatap Ayah dan anak ini seketika Rara kehilangan akal sehat dan mengambil sebuah cutter di dalam tasnya.


Srett...cutter itu berhasil melukai pipi Agatha,goresan luka itu semakin lama semakin banyak mengeluarkan darah.


"Agatha.."panggil Ayahnya terkejut saat melihat luka di pipi Agatha, bukannya merasa bersalah Rara malah tertawa melihat kedekatan Ayah dan anak ini.


Angga berusaha keras mengambil cutter ditangan Rara,agar dia tak bisa melukai siapapun.


Agatha terdiam sambil menyentuh luka di pipinya.


Rasa sakit luka itu memang tak seberapa,tapi tubuh Agatha gemetar hebat seakan selalu mengalami kejadian seperti ini.


"Semua ini karena lo gue jadi diputusin sama Alex" seru Rara sambil menangis kencang,Angga tak peduli dengan Rara yang sudah kehilangan akal sehat hanya karena seorang pria.


Ia kemudian membawa Agatha pergi dari kamar mandi restoran,sambil menyelimuti tubuh Agatha dengan jas hitamnya.


Agatha tetap tak bisa bicara,trauma mendalam kini dialami lagi oleh tubuh Agatha yang dulu.


Sebelum pergi Angga membayar tagihan makan mereka berdua.


Mereka berdua terus berjalan tanpa mempedulikan orang yang lalu lalang di depan mereka.


Bisikan demi bisikan terus terdengar di telinga mereka.


Maklum saja mungkin semua orang mengira kalau kedua orang ini adalah sepasang kekasih yang terpaut usia puluhan tahun.


Akhirnya mereka berdua sampai di dalam apartemen setelah berjalan hampir setengah jam.


Tubuh Agatha juga sudah dapat dikontrol oleh Fang Yin membuatnya kembali bernafas lega.


Ia takut kalau selamanya ia tidak akan bisa mengontrol tubuh Agatha lagi.


"Agatha kamu gakpapa?" tanya Ayahnya dengan raut wajah khawatir.


"Agatha baik-baik saja yah" balas Agatha sambil tersenyum polos,Angga tenang saat melihat Agatha sudah dapat berbicara padanya lagi.


Saat mereka bedua asik mengobrol tiba tiba muncul seorang wanita yang tak lain adalah ibunya Agatha yang sedang menggandeng dua buah tas kresek berisi banyak bahan-bahan makanan.


Agatha kemudian berlari sambil memeluk ibunya,membuat Alice terkejut.

__ADS_1


"Agatha pipi kamu kenapa" tanya ibunya sambil membelai tambut Agatha,rasa khawatir bercampur marah membuat Alice meluapkan emosi kepada mantan suaminya.


"Kok kamu gak bisa jagain anak kita" kesal Alice pada mantan suaminya membuat Angga menunduk karena merasa bersalah.


Agatha berusaha melerai kedua orang tuanya untuk tidak bertengkar,tapi semua itu sia-sia karena Alice terlihat sudah tidak percaya lagi pada Angga.


"Maaf..."timpal Angga dengan tatapan sayu.


Bruakk..tiba tiba Agatha terjatuh pingsan setelah melihat kedua orang tuanya bertengkar hebat,Ayah dan ibu Agatha terkejut dan langsung berlari menghampiri Agatha yang berwajah sangat pucat.


Angga berusaha sekuat tenaga menggendong tubuh Agatha yang sangat dingin seperti diambang kematian,membuat Alice ibunya menangis terisak isak.


Waktu sudah menunjukan pukul 14.00,seperti biasa Erick keluar mencari makan setelah tertidur lelap karena kelelahan.


Dia sangat terkejut saat melihat Agatha digendong oleh Ayahnya.


"Agatha kenapa om,tante" Erick terkejut melihat wajah Agatha yang sangat pucat,ia kemudian membantu Angga menggendong Agatha masuk ke dalam kamarnya.


Angga duduk di sofa sambil berharap Agatha akan bangun,sedangkan Erick berdiri di depan pintu kamar sambil melihat Agatha yang tak sadarkan diri.


"Apa ini ada hubungannya dengan Alex dan Rendy?" gumam Erick dalam hati,tapi dia tetap tak bisa berburuk sangka karena dia tak melihat langsung kejadian itu.


Tiba tiba hp Angga berbunyi keras,berkali kali Angga sudah berusaha menutup dan mematikan hpnya,namun orang itu sangat bersikeras menelepon Angga.


Angga tak punya pilihan selain mengangkat telepon itu.


"Kamu itu kenapa gak angkat-angkat telepon Mama pasti kamu lagi sama wanita gak tahu diri itu kan" wanita itu langsung berbicara panjang tanpa memberikan Angga kesempatan untuk berbicara.


"Ya...Angga sedang bersama wanita yang mama maksud,tapi dia adalah wanita yang aku cintai" jawab Angga dingin membuat ibunya tak bisa berbicara.


Nyonya rumah keluarga Anggara itu memarahi habis-habisan Angga karena melawan perintahnya untuk kembali ke kediaman Anggara dan menikah kembali dengan wanita pilihan ibu nya.


Belum saja ibunya menyelesaikan kata kata.


Angga langsung menutup telepon itu tanpa salam perpisahan.


Alice menatap tajam ke arah Angga yang sudah kembali duduk setelah mengangkat teleponnya,membuat Angga tak bisa berkata-kata dan menjelaskannya.


"Nyonya Anggara pastiĀ lagi nyariin kamu kan,lebih baik kamu pulang sekarang"seru Alice tanpa menatap mata Angga.


Grepp...Angga langsung memeluk mantan istrinya itu dari belakang membuat Alice mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


Betapa beratnya ia menjadi seseorang yang selalu diawasi oleh keluarga mantan suaminya sendiri,apalagi sekarang nyawa putrinya dalam bahaya.


Membuatnya tak sanggup menahan air mata.


Padahal ia hanya ingin hidup tenang bersama dengan putrinya seorang,ini kesekian kalinya Alice sangat menyesali hubungan cintanya dengan putra keluarga Anggara.


Andai saja waktu bisa diputar Alice pasti memilih untuk tidak akan pernah bersama dengan Angga,Ibunya saja meninggal akibat cinta butanya dengan putra Anggara.


"Maafkan aku telah menghancurkan hidupmu" seru Angga sambil terus memeluk erat tubuh mantan istrinya itu


Alice tak dapat bicara dengan seorang pria yang terpaut usia sangat berbeda dengannya,ia berusaha keras melepas pelukan itu tapi tenaganya tak setara dengan Angga.


"Kenapa aku pernah mencintai pria yang usianya lebih muda dari pada usiaku?" gumam Alice terus berpikir demikian.


Agatha terbangun dengan mata lesu dan wajah pucat,ia berdiri dari atas kasurnya dan berjalan sambil tertatih-tatih karena kakinya sangat lemas membuat Agatha sulit menggerakan kakinya.


Agatha kemudian mengintip pertengkaran kedua orang tuanya,tubuh Agatha mungkin pingsan karena trauma saat melihat kedua orang tuanya bertengkar.


Tiba tiba kepala Agatha merasakan sakit kepala yang luar biasa membuat nya berteriak sangat kencang,Angga dan Alice yang mendengar suara itu langsung menghampiri Agatha di kamarnya.


"Agatha..Agatha" panggil Ayah dan ibunya serempak, mereka berdua sangat khawatir, Angga yang tak sanggup melihat putrinya kesakitan kemudian menelepon ambullans.


Agatha yang masih tersadar memegang tangan ibu dan ayahnya,ia berusaha menenangkan kedua orang tuanya,


dengan senyum menandakan bahwa dia baik baik saja.


Agatha Pov~


Pertama kalinya aku merasakan sakit kepala yang luar biasa ini,bayangkan jika aku tidak bisa mengontrol tubuhku apa kepalaku akan pecah?


Perlahan ingatan Agatha mulai masuk ke kepalaku,aku tak menyangka kalau hidup yang ia jalani sangat berat sama seperti diriku dahulu.


Agatha mulai sadar dan naik ke tempat tidurnya dengan tubuh lemas,walaupun Agatha sudah menenangkan mereka berdua.


Angga dan Alice tetap merasa khawatir pada kondisi Agatha,hari mulai petang membuat Agatha sudah tertidur lelap larut dalam mimpinya.


Sedangkan Angga dan Alice tanpa sadar juga tertidur diĀ sofa yang sama karena merasa sangat kelelahan.


Terima kasih sudah membaca😊😊


Jangan lupa like,vote dan komentar

__ADS_1


__ADS_2