
Selamat membaca😊
Agatha lalu beranjak pergi meninggalkan kedua wanita itu dengan perasaan kecewa ia tetap berusaha untuk tak menangis di depan orang yang membencinya.
Ratu hanya memandangi Agatha dari belakang,kini dendam tanpa alasan sudah terlihat jelas di matanya.
Ia lalu menghampiri Agatha yang sudah keluar dari rumah sakit,Ratu kemudian menghadang Agatha yang tak bisa berbuat apa-apa karena ia sudah sangat lelah.
"Agatha!,ups atau mungkin Fang Yin?" celetuk Ratu sambil tersenyum yang sontak membuat Agatha terkejut,ia tak percaya kalau ada seseorang yang kini telah mengetahui identitasnya.
"Ba..baa..gaimana kau bisa tahu?" jawab Agatha terbata-bata,sekarang ia tak sanggup menatap orang yang kini sedang mengancamnya.
"Gara-gara kau hidupku jadi hancur" seru Ratu dengan ekspresi campur aduk kadang sedih dan kadang marah saat ia menatap mata Agatha.
Agatha lalu berjalan pergi meninggalkan Ratu yang masih terlihat marah.
Ratu yang tersadar langsung menarik bahu Agatha,Agatha tak bisa mengelak dia hanya bisa pasrah saat dirinya sudah terjatuh ke tanah.
"Menyebalkan!" teriak Ratu sambil menghentak hentakan kakinya,ia terlihat sangat kesal kepada Agatha,padahal Agatha tak punya masalah apapun dengan nya.
Ratu lalu pergi meninggalkan Agatha yang masih terduduk di tanah sambil menangis tersedu sedu,Agatha lalu bangkit sambil membersihkan debu yang menempel di baju tidurnya.
Ia mencoba kuat dan bertahan pada orang yang selalu menghinanya.
"Agatha.. Lo dimana" tiba-tiba terdengar suara Alex dari belakang Agatha.
"Loh..Alex lo gak sekolah?" tanya Agatha sambil merasa bersalah karena dirinya Alex harus bolos sekolah.
"Gak santai aja,gue juga biasa bolos kok" jawab Alex sambil tertawa,ia lalu memasangkan helm ke kepala Agatha dengan senyum manis.
"Tadikan lo gak sempat pakai" seru Alex sambil melangkah pergi ke arah motornya.
Setelah Alex memasang kan helm berwarna biru itu,pipi Agatha tiba-tiba memerah dan panas,ia lalu mengibas ngibaskan tangannya agar tersadar kalau dirinya bukan siapa-siapa Alex.
Motor kembali melaju kencang kembali ke apartemen Agatha,jantung Alex masih berdetak keras karena Agatha duduk dan kembali memeluk erat perutnya.
__ADS_1
"Agatha..kok dari tadi lo meluk gue ya?" tanya Alex dengan pipi masih memerah.
"Soalnya aku takut jatuh" jawab Agatha singkat dan polos membuat jantung Alex semakin berdetak kencang.
Akhirnya mereka berdua sampai di apartemen Agatha,saat ia dan Alex akan masuk terlihat dari lantai kamar ibunya,Alice sedang berusaha mengakhiri hidupnya dengan terjun dari jendela apartemen.
Agatha yang terkejut secara spontan langsung berlari secepat kilat masuk ke apartemen,karena lift yang sangat ramai saat itu,dengan terpaksa ia harus menggunakan tangga darurat.
"Agatha..tunggu!" seru Alex dengan nafas terengah-engah,ia tak sanggup lagi mengejar Agatha yang berlari cepat bagaikan Cheetah.
"Kenapa Agatha sangat cepat sekali?" gumam Alex dengan nafas terpenggal penggal,ia masih berusaha menyusul Agatha ke lantai kamar Agatha.
Agatha langsung mendobrak pintu yang terkunci dari dalam,dalam sekejap pintu itu langsung terbuka dan rusak bagian kuncinya.
"Ibu..sadar bu" teriak Agatha yang histeris setelah melihat Alice akan mengakhiri hidupnya hanya karena penyesalan yang tak bermakna.
Tak disangka saat Agatha sudah berdiri di depan pintu kamar ibunya,ia melihat Erick yang sedang menatap tajam Agatha dengan mata merah menyala.
"Erick?.." gumam Agatha sangat terkejut melihat Erick yang memegangi ibunya.
"Terima kasih Rick kamu sudah menyelamatkan nyawa ibuku" seru Agatha sambil memeluk ibunya erat-erat,kini ia tak akan meninggalkan ibunya sendirian lagi.
Agatha menatap Erick dengan penuh rasa terima kasihnya,kini ia tersadar bahwa orang yang di depannya bukan Erick yang ia kenal.
"Kau siapa?" tanya Agatha yang baru tersadar kalau sedari tadi Erick memakai pakaian dinasti kuno berwarna hitam yang membuat Agatha bergetar hebat.
"Aku masih Erick temanmu" pekik Erick sambil tersenyum mengerikan,suasana mencekam seakan mencekik leher Agatha.
Brakk..tiba tiba Alex masuk ke dalam kamar itu,dengan wajah terlihat kelelahan dan nafas yang tak beraturan ia menyapa Erick yang berdiri di sana.
"Erick kok lo ada di sini" seru Alex dengan nafas terengah-engah.
Erick hanya terdiam dan menatap Alex dengan senyum liciknya,tiba-tiba Erick langsung mencekik leher Alex yang baru saja datang
Erick lalu mendorong tubuh Alex ke arah jendela dan mereka berdua akhirnya terjatuh secara bersamaan dengan Alex yang masih tak mengerti situasi apa yang tengah terjadi.
__ADS_1
"Alex..Alex!" teriak Agatha terkejut karena Alex menghilang dalam sekejap,ia takut kalau terjadi sesuatu pada Alex.
"Kalau Alex sampai terjatuh dari ketinggian ini dia mungkin tidak akan selamat" gumam Agatha yang kebingungan harus berbuat apa.
Seakan akan ia harus memilih di antara ibu atau teman laki-lakinya Alex.
"Sekarang nyawa Alex dalam bahaya!" gumam Agatha lalu membaringkan ibunya di atas kasur dan berlari kembali menuruni gedung.
Dengan kaki dan lutut gemetar,ia terus berlari menuruni gedung.
Agatha berhenti tepat di parkiran gedung,ia melihat Alex sudah tergeletak begitu saja di lahan parkiran tanpa luka dan darah sedikitpun.
"Syukurlah tidak terjadi apa-apa pada Alex" seru Agatha sambil menghela nafas lega.
Tak lama setelah kejadian itu Alex terbangun di tempat yang masih sama,tapi anehnya Alex malah seperti orang kebingungan dan tak mengenal Agatha sama sekali.
"Siapa lo!" raut wajah kesal dan gaya bicara yang kasar kembali ditunjukan Alex yang sontak membuat Agatha terkejut.
"A..ku Agatha.." jawab Agatha singkat dan terbata-bata.
Tiba-tiba Alex langsung mendorong tubuh Agatha hingga terjatuh ke tanah.
"Aduhh.." Agatha merintih kesakitan setelah Alex mendorongnya dengan tenaga kuat, tatapan mata Alex seakan jijik kepadanya membuat Agatha tak sanggup berkata-kata.
"Lo kan cewek cupu itu!..ngapain lo deket-deket gue!" seru Alex kasar sambil berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Agatha yang terheran-heran.
"Alex!" panggil Agatha keras akan tetapi Alex tak menoleh,ia terlihat sedang membersikan tangannya sehabis mendorong Agatha tadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Agatha kebingungan setengah mati,ia lalu berjalan masuk ke apartemennya lagi.
Kini pikiran Agatha semakin rumit,teman yang ia percayai kini sudah lupa ingatan bahkan sampai tidak mengingat dirinya.
Cobaan terus datang pada gadis kuat renkarnasi dari masa lalu,tapi dia tetap bertekad untuk tak menyerah dan akan menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊