
Selamat membaca😊
Sudah beberapa jam Agatha berada di depan gudang pojok sekolah itu,bersama dengan orang-orang yang baru ia kenal.
Ia juga tak mungkin menerobos hujan deras di luar sana,jadi mau tak mau ia harus bersama dengan ketiga orang aneh tersebut.
Agatha merasa seperti obat nyamuk saat harus bersama ketiga sahabat itu,mereka sangat dekat bahkan beberapa kali Agatha diacuhkan saat akan bicara.
Udara yang dingin membuat semua orang yang berada di sana mulai kedinginan,namun tidak bagi Nathan dan Nichol sebagai lelaki yang berani berkorban mereka akhirnya memberikan jaket yang sedari tadi mereka pakai pada gadis yang tidak mengetahui perasaan suka dua bersaudara itu.
"Percintaan anak muda" gumam Agatha yang mulai iri pada adik kelasnya.
Tak selang beberapa menit hujan deras pun berhenti mereka berempat keluar dari gudang tersebut sambil menguap karena sangat mengantuk.
"Yaudah aku pulang dulu ya udah sore" seru Agatha sambil memegang kedua tangan Jessica.
Jessica tersenyum sambil melambai kan tangannya saat akan berpisah dengan Agatha.
Walaupun hujan sudah berhenti beberapa menit lalu,area sekolah masih tetap basah mengharuskan siswa siswi yang membawa motor untuk berhati-hati.
Tak terkecuali di dahan-dahan pohon yang membuat rambut Agatha basah karena sesekali terkena tetesan air hujan yang terus jatuh ke kepalanya.
Agatha berjalan keluar sekolah,saat ia berada di luar gerbang ia tak sengaja bertemu dengan Erick yang sedang berjalan menjauh ke arah gang sempit.
"Rickk..Erickk" panggil Agatha dengan suara keras,namun tidak terdengar oleh Erick,entah dia memang tidak mendengar atau sengaja memancing Agatha untuk mengikutinya.
Sambil melihat jam tangannya,ia lalu mengejar Erick ke dalam gang itu,walaupun waktunya tak banyak ia berharap bisa mendengar alasan kenapa Erick selalu menjauhinya.
Grepp..tiba tiba seseorang membekap mulut Agatha dari belakang, Agatha tak bisa berteriak maupun melawan,ia hanya bisa pasrah karena bius itu perlahan mulai membuat matanya tertutup.
Agatha yang pingsan akhirnya dibawa oleh seorang pria misterius itu menuju ke jembatan yang terkenal angker dan tak banyak orang yang lewat di dekat situ.
Rumor mengatakan kalau tempat itu menjadi tempat bunuh diri seorang gadis cantik, yang sekarang menjadi penunggu di jembatan itu.
Di sebuah pohon beringin besar dan rindang Agatha dibaringkan di dekat situ,entah kenapa pria yang tadi membius Agatha tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
"Uhh..dimana ini?" pekik Agatha sambil memegangi kepalanya yang sakit,ia lalu berdiri dan berjalan tertatih tatih ke pinggir jembatan.
__ADS_1
Agatha terus berjalan ke arah berlawanan dari pohon beringin tadi,kepalanya seakan mau pecah,entah itu obat bius atau racun yang berada di tubuhnya tapi yang pasti efeknya luar biasa.
Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba pengendara motor dari belakang Agatha menyerempet Agatha dengan sengaja dari belakang.
Pengendara motor yang menyerempet Agatha melarikan diri tanpa bertanggung jawab pada Agatha yang diserempet hingga terjatuh ke dalam sungai.
Agatha dengan mata yang mulai menutup terjatuh ke sungai yang arusnya sangat deras karena sehabis hujan tadi.
"Byurr" tubuh Agatha yang masih berseragam jatuh ke arah sungai deras itu.
"Sakit" gumam Agatha pelan,ia mulai tak bisa bernafas setelah tenggelam di dalam sungai dingin tersebut.
Agatha Pov~
Apa ini?kenapa dadaku terasa sangat sesak apakah aku akan mati hari ini?,padahal aku masih ingin bersama dengan ibu lebih lama,seharusnya aku tak berbuat macam macam.
Byurr...setelah beberapa saat Agatha terbawa arus sungai,ia tiba-tiba terdampar di sebuah hutan yang sangat lebat,padahal di kota besar tidak ada hutan sama sekali.
Yang ada malah gedung-gedung tinggi pencakar langit yang berjajar di setiap tempat.
"Kenapa aku ada di sini?" seru Agatha sambil berjalan menyusuri sungai tersebut.
Ia lalu bercermin pada arus sungai yang terlihat sangat jernih sebening kaca,tak ada perubahan di tubuh Agatha wajahnya masih sama dan rambutnya juga masih hitam panjang.
Ia juga masih memakai seragam sekolah yang tadi ia pakai berangkat sekolah, lalu ini dimana?
"Mata merah..tidak kusangka" gumam Agatha dalam hati,ia baru menyadari kalau ternyata ia kembali lagi ke dimensi waktu ia berasal!
Agatha terus menatap mata merahnya di dalam air,ia masih tak percaya kini dia bukan lagi Agatha melainkan Fang Yin anak seorang selir terbuang.
"Hahh..menyebalkan" teriak Agatha memecah keheningan di sana tiba-tiba muncul seorang pasangan kakek nenek berjalan ke arah Agatha.
"Cu..kok kamu ada di sini?" tanya kakek itu sembari membawa kayu di pundaknya.
Agatha membalikan tubuhnya setelah terdengar suara seseorang,Kakek dan nenek tersebut tersenyum melihat Agatha,tak berapa lama tiba-tiba sang nenek mulai meneteskan air mata.
Secara spontan Agatha memeluk tubuh nenek renta di depannya,tubuhnya yang sangat rapuh membuatnya tak bisa memeluk lebih lama dari itu.
__ADS_1
"Nenek kok nangis?" tanya Agatha sembari membelai rambut putih nenek di depannya,diiringi suara air sungai membuat suasana menjadi sendu.
Agatha lalu memapah nenek tersebut masuk ke dalam gubuk tua dan duduk menemani nenek yang sudah tak berdaya itu.
"Kamu pasti dewi yang diutus untuk menjadi anak kami" timpal kakek tersebut sembari memberikan Agatha segelas air putih.
Agatha terkejut mendengar pengakuan kakek tersebut,Kakek tersebut sudah salah sangka mengira Agatha sebagai seorang dewi.
"Bukan..kakek,aku bukan dewi" seru Agatha sambil terus meyakinkan kakek nenek tersebut bahwa ia hanya manusia biasa.
"Walau kamu bukan dewi kamu pasti akan tinggal di sini kan?" tanya nenek tersebut sambil memegang tangan Agatha,ia memohon mohon agar Agatha tinggal bersama mereka.
Agatha berpikir keras kalau ia tak tinggal di sini lalu dia mau tinggal dimana?,ia tak punya pilihan ia harus mencari cara supaya ia dapat berpindah dimensi ke masa depan.
"Tapi nek,kek ini dimana?" tanya Agatha sambil meminum air yang diberikan kakek tersebut.
"Kita ada di daerah kekuasaan raja Huang" pekik si kakek sambil tersenyum ke arah Agatha.
Byurr..Agatha menyemburkan air yang tadi ia minum,ia tak menyangka kalau sekarang ia sedang berada di wilayah kerajaan musuh.
Agatha Pov~
Bagaimana ini kalau ketahuan aku dari kerajaan Xia bisa-bisa aku dibunuh secara brutal oleh kerajaan musuh!,aku harus menyembunyikan identitasku.
"Ahkk..maaf kek,saya hanya terkejut bisa sampai di sini" seru Agatha kembali meminum air putihnya.
Sambil tertawa kakek tersebut membelai rambut hitam Agatha,ia masih tak bisa menjelaskan raut wajah bahagianya.
"Pakaian seorang dewi memang cantik!" pekik sang nenek sambil memandangi seragam sekolah Agatha.
Pipi Agatha langsung memerah ia harus segera mengganti baju yang ia pakai kalau tidak ia bisa dianggap gila oleh warga sekitar sini.
"Ini baju nenek waktu masih muda" seru sang nenek sembari memberikan baju kuno kepada Agatha,sudah lama ia tak memakai baju itu rasanya aneh karena ia mulai terbiasa dengan baju masa depan.
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊
__ADS_1