Anak Selir

Anak Selir
Apa salahku?


__ADS_3

Selamat membaca😊


"Kenapa kau ada di dalam sini?" tanya Agatha dengan mulut masih menganga.


"Entahlah!" jawab Jessica singkat namun penuh teka teki.


Mereka berdua lalu berjalan keluar dari gudang tua itu,Jessica tetap tak bicara setelah kejadian terkunci di gudang terbengkalai itu.


Suasana hening menyelimuti mereka berdua walaupun begitu Jessica tetap tersenyum ceria kepada Agatha seperti biasanya.


"Apa ada yang menjahilimu?" tanya Agatha dengan mata serius.


"Akhh..mana mungkin,tadi itu aku tak sengaja terkunci!" jawab Jessica sambil tertawa keras untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.


"Terus kenapa gak angkat telepon"


"Hpku tadi mati"


Jawaban Jessica ada benarnya mana mungkin ada orang yang menggangu Jessica secara dia memang berasal dari keluarga kaya raya.


Walaupun ayah dan Ibunya telah tiada Jessica tetap akan mewarisi seluruh harta dan perusahaan orang tuanya.


Sekarang dia tinggal bersama dua adiknya di perumahan elit dekat sini.


Sedangkan perusahaan besar milik ayahnya dipercayakan oleh sang paman karena Jessica masih belum cukup umur untuk menangani perusahaan itu.


Apapun masalah Jessica sekarang,Agatha tetap tak punya hak untuk ikut campur.


Agatha lalu melihat ke layar hpnya dan terdiam saat ibunya berulang kali menelpon dirinya tapi tak ia angkat,ia merasa tidak enak karena mengabaikan ibunya sendiri.


"Jessica.. Sekarangkan udah sore mendingan kamu pulang!" seru Agatha sambil berlari meninggalkan Jessica sendirian.


"Tapi kak" seru Jessica terpotong karena Agatha sudah berlari keluar dari halaman belakang sekolah.


Wajah Jessica yang semula ceria tiba-tiba menangis terisak isak hingga matanya memerah.


Jessica lalu berjalan tertatih tatih dengan rambut berantakan karena sehabis menangis hebat.


"Hiks..hiks!" tangis Jessica pecah di halaman belakang sekolah yang hampir gelap gulita karena sudah malam.


Di sisi lain Nichol terlihat sedang memapah kakaknya yang masih belum sadarkan diri menuju ke mobil mewah berwarna hitam di parkiran sekolah.


"Loh Den Nathan kenapa?" tanya pak supir dengan wajah panik.


"Kak Nathan tadi dipukulin pak!" jelas Nichol sambil membaringkan tubuh Nathan di jok belakang mobil.


"Wahh gawat kalau nyonya sampai tahu!" jawab Pak Dadang dengan ekspresi khawatir.

__ADS_1


"Pokoknya jangan sampai mami tahu!" teriak Nichol dengan ekspresi dingin.


Setelah beberapa menit Nichol beradu argumen dengan supir pribadinya,mobil hitam milik kembar ganteng ini melaju cepat menuju kediaman mewah milik ayah mereka.


Setelah sampai di gerbang rumah,Nichol dan pak Dadang keluar dari mobil sambil memapah Nathan yang terlihat kesakitan di bagian dadanya.


Dengan hati-hati Nichol dan pak Dadang berjalan melewati belakang rumah mewah milik si kembar agar tidak ketahuan sang nyonya rumah.


"Hah..untung aja gak ketahuan mami" seru Nichol sambil menarik nafas lega.


"Yaudah pak biar saya saja yang bawa kak Nathan ke kamar!" timpal Nichol saat mereka bertiga sudah sampai di tengah-tengah ruang tamu.


"Yaudah Den hati-hati ya!" bisik pak Dadang sambil pergi keluar rumah seperti seorang maling.


Setelah sampai di kamar,Nichol kemudian melepas sepatu milik kakaknya lalu menyeret tubuh Nathan yang sangat berat ke atas kasur.


"Berat banget!" gumam Nichol dengan keringat yang terus bercucuran di kepalanya.


Setelah berhasil membawa kakaknya masuk ke dalam kamar ia kemudian keluar dengan cara mengendap endap agar tidak ketahuan maminya yang sangat cerewet.


Tak disangka tiba-tiba lampu ruang tengah menyala membuat Nichol mati kutu dan tak bisa berkata kata.


"Apa Ini!" teriak Nichol saat melihat kedua orang tuanya sudah berdiri di depannya dengan ekspresi marah.


"Kenapa kamu baru pulang jam segini!" bentak ibu si kembar dengan ekspresi marah.


"Itu sebenarnya" bela Nichol terpotong karena sang nyonya rumah tak memberinya kesempatan untuk bicara.


Ia lalu menabrak tubuh Nichol dan masuk ke kamar Nathan.


"Astaga Nathan ku!" teriak ibu si kembar sambil memeluk Putra pertamanya yang sedang terbaring di atas kasur sambil terus merintih kesakitan.


Mereka terlihat sangat mengkhawatirkan Nathan yang penuh luka di sekujur tubuhnya.


Sedangkan Nichol hanya diam tertunduk karena merasa bersalah,padahal yang berkelahi adalah Nathan tapi dirinya yang selalu di salahkan.


"Ini pasti gara-gara kamu kan!" teriak ibunya sambil menampar pipi Nichol hingga terluka.


"Apa jangan-jangan kamu mukulin kakakmu!" tuduh sang ibu sambil menatap tajam ke arah Putra bungsunya.


Ayah si kembar hanya terdiam padahal anak bungsunya sedang dimarahi habis habisan oleh istrinya yang sedang naik pitam,suasana tegang langsung menyelimuti keluarga itu.


Nichol hanya menatap tajam ibunya,ia lalu mengeluarkan dompet berisi uang dan hp dari dalam tasnya dan melemparkan barang berharga itu ke lantai.


"Kenapa Mami selalu beda bedain Nichol sama kak Nathan!" bentak Nichol sambil menahan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Mata Nichol memerah karena tak sanggup menahan amarah yang ia pendam selama 16 tahun lamanya,jujur ia sangat iri dengan kakaknya Nathan yang selalu dimanja ibu dan Ayahnya.

__ADS_1


Apapun keinginan Nathan pasti akan langsung muncul di depan mata.


"Memang cuma kak Nathan yang bisa mami bangga banggakan!" teriak Nichol kencang dengan amarah yang meledak ledak.


"Brakk..." Nichol lalu keluar dari kamar kakaknya sambil membanting pintu meninggalkan kedua orang tua yang memberinya harta dan kekuasaan namun tidak dengan kasih sayang.


Alasannya sudah jelas,Nichol memang tak memiliki kemampuan apa-apa berbeda dengan kakaknya yang selalu menenangkan setiap olimpiade yang ia ikuti.


Intinya Nathan adalah anak kesayangan dan kebanggaan seluruh anggota keluarga si kembar.


"Menyebalkan!" teriak Nichol sambil membawa tas berisi baju-baju di lemarinya.


Ia lalu angkat kaki dari rumah karena sudah terlalu kesal dengan sikap kedua orang tuanya.


Memang tindakan Nichol sedikit kekanak kanakan tapi perasaan seorang anak memang sangat sensitif apalagi di masa masa pubertasnya.


Tanpa hp dan tanpa uang sedikit pun Nichol dengan percaya diri keluar dari rumah mewahnya untuk lepas dari genggaman ibunya.


Jam menunjukan pukul 19.00 malam,Nichol berjalan di gelapnya malam tanpa barang berharga sedikitpun apalagi sekarang perutnya mulai terasa lapar karena belum makan siang.


"Hahh..gimana nih gue laper banget!" teriak Nichol kesal sambil duduk di halte bus yang sepi.


"Harusnya gue gak angkat kaki dari rumah!" gumam Nichol plin plan sambil menatap kosong jalanan di depannya.


"Hahh...miris banget hidup gue!" teriak Nichol sambil mengacak ngacak rambut hitamnya.


Saat dia sedang beradu argumen dengan dirinya sendiri,tiba-tiba terlihat sebuah motor butut melaju tersendat sendat di depannya.


Motor antik yang sudah rusak body depannya itu berhenti tepat di hadapan Nichol.


"Hahh...motor gak punya akhlak!" teriak pengemudi tersebut sambil menendang motor antik miliknya.


"Pak motornya kenapa?" tanya Nichol sambil menghampiri si pemilik motor.


"Pak..pak!,emang gue bapak lo!" teriak pengendara motor itu kasar.


"Maaf om,soalnya wajahnya gak kelihatan!" jawab Nichol sambil tertawa malu.


"Hahh...om lagi!,emang gue setua apa sih!" seru pengendara motor antik itu terlihat kesal.


Orang itu lalu membuka helmnya dengan gaya sok ganteng,sedangkan Nichol hanya bisa menatapnya dengan mulut menganga.


Orang yang ia kira sudah tua ternyata masih SMA dan orang tersebut tak lain adalah Alex kakak kelas yang bahkan tak ada di ingatannya.


"Kayanya gue pernah lihat dimana gitu!" seru Nichol sambil memicingkan matanya.


Alex tak peduli siapa anak laki-laki di depannya dia hanya mendorong motor butut miliknya meninggalkan Nichol yang sedang berpikir keras.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca😊


Jangan lupa like, vote dan komentar😊🆗


__ADS_2