
Selamat membaca😄
Setelah pergi dari lapangan Agatha berjalan kembali ke halaman utama,saat ia berjalan keluar gerbang ia bertemu dengan Melati yang sedang bertengkar dengan seseorang.
Melati masih dengan gayanya yang seperti gadis SMA kebanyakan,namun emosinya hari ini tidak main-main.
"Melati!" teriak seorang siswa laki-laki berseragam sekolah lain,Melati yang masih terlihat marah kemudian menghapiri Agatha dan merangkul tangannya.
"Siapa itu Mel?" tanya Agatha sambil berjalan cepat mengikuti Melati yang terus menarik tangannya.
Melati menghela nafas,sambil merapikan rambut pendeknya.
"Gak tahu" balasnya dengan ekspresi masih kesal karena siswa dari sekolah lain itu.
Karena ini jam pulang sekolah para murid yang seharusnya sudah pulang sekolah sekarang malah berkumpul di lapangan untuk mengikuti klub yang mereka inginkan.
Dan sebagian dari mereka sedang mengikuti pelajaran tambahan karena nilai mereka yang terus menurun.
Melati tanpa sadar malah membawa Agatha ke tempat pendaftaran ekstrakulikuler, terlihat banyak sekali murid yang sedang berkerumun untuk mendaftar klub yang berjajar rapi di dekat mereka.
Apalagi beberapa siswa populer yang berada di sana membuat kerumunan itu semakin menggila!,Agatha dan Melati yang sedang berada di sana juga terjepit hingga terbawa arus kerumunan itu.
"Tha gimana nih" pekik Melati yang tak sengaja melepas tangan Agatha karena banyaknya orang di sana.
"Santai Mel nanti kita bakal ketemu kok" balas Agatha yang mulai tak terlihat karena tenggelam dalam lautan kerumunan.
Entah bagaimana setelah terlepas dari kerumunan para fans itu,Agatha bisa berada di pendaftaran sebuah klub paling pojok.
Namun anehnya pendaftaran klub itu sangat sepi bahkan sama sekali tidak ada yang mendaftar ke sana.
Mungkin karena klub mereka yang terkesan aneh makannya tak ada siswa yang berminat.
Terlihat dua orang siswa dan satu orang siswi berada di sana,dengan wajahnya yang memelas mereka seakan tak punya harapan lagi untuk mempertahankan klub itu.
"Maaf ini di pojok sekolah ya?" tanya Agatha sembari merapikan rambutnya yang hampir menutupi seluruh wajahnya.
Ketiga pendiri klub yang sedang melamun itu langsung tersadar dan menatap Agatha secara bersamaan.
"Ahkk..kalau lo gak mau daftar lebih baik pergi saja" bentak seorang siswa berjaket hitam yang sebagian wajahnya tidak terlihat karena tertutupi jaket.
__ADS_1
Dua orang siswa laki-laki yang sedang terduduk di sana bak pinang dibelah dua,mereka menggunakan jaket yang hampir sama,hanya berbeda tulisan bordirnya saja.
Laki-laki yang pertama bernama Nathan sedangkan siswa yang di sampingnya bernama Nichol.
"Diem gak lo" timpal seorang gadis cantik dengan rambut sepanjang bahu,tubuhnya tidak terlalu tinggi namun kalau dilihat lebih lama dia imut juga.
Diantara orang yang prustasi ternyata masih ada yang normal juga.
Sambil menutupi mulut temannya yang bernama Nathan itu ia lalu kembali menatap Agatha dengan senyum ramah.
"Kakak..mau daftar klub kita?" tanya siswi berjaket putih yang bernama Jessica,Agatha hanya terdiam sambil melihat sekelilingnya daun yang berguguran membuat suasananya sangat tenang.
Ditambah tempat yang jarang dilalui siswa membuat ketiga murid di hadapannya semakin misterius.
"Memang ini klub apa?" tanya Agatha terheran-heran melihat kelakuan dua bersaudara itu,gadis tersebut menoleh ke kanan dan kiri seperti sedang melihat keadaan sekitar.
"Sttt... sejujurnya ini klub ekslusif soalnya klub ini sangat rahasia" seru Jessica sambil menaruh jari telunjuknya di atas bibir Agatha.
"Hahh..rahasia apaan emang klubnya aja yang gak laku" timpal Nathan memotong pembicaraan kedua gadis SMA di depannya itu.
Tiba-tiba Jessika mengambil sebuah buku tebal dan memperlihatkannya tepat di hadapan Agatha.
Agatha terdiam dengan mulut menganga ia tak sanggup berkata-kata setelah melihat buku yang diberikan Jessica.
"Apa maksud dari buku ini,aku tidak paham" gumam Agatha masih dengan mulut yang menganga.
"Makannya kak masuk ke klub kita pastinya keren loh" ajak Jessica dengan tawa riangnya,membuat dua lelaki yang ada di sebelahnya tersipu malu.
Sepertinya Jessica tak sadar kalau dua sahabat prianya itu menyukai dirinya,inilah yang paling berat dalam kisah percintaan anak SMA,apalagi cinta segitiga antara 2 saudara.
"Tunggu sebentar kalian mengajak ku masuk klub ini, tapi aku saja tidak tahu ini klub apa" timpal Agatha sambil menggaruk kepalanya hingga semua rambutnya berantakan.
"Sebenarnya kak..ini klub yang mengungkap kelakuan para siswa dan guru di sekolahan ini" balasnya sambil memakai kaca mata bundar yang membuatnya semakin imut.
"Jadi maksud kalian club ini bertugas mencari tahu skandal sekolah yang disimpan rapat-rapat?" tanya Agatha kebingungan.
Mereka bertiga mengangguk bersamaan.
Saat Jessica akan memberitahukan hal itu lebih banyak,Nichol langsung menutup mulut Jessica dengan ekspresi dingin.
__ADS_1
"Kalau gak mau masuk mendingan gak usah diberi tahu" timpal Nichol dengan wajah yang masih tertutupi jaket.
Saat Agatha sedang berpikir tiba-tiba dua kakak beradik itu adu mulut sambil melayangkan pukulan di pipi satu sama lain.
Entah apa masalah mereka yang pasti ini ada hubungannya dengan Jessica.
Jessica yang berada di sana langsung melerai dengan wajah khawatir.
"Kalian apaan sih" seru Jessica dengan raut wajah marah bercampur bingung dengan kedua sahabatnya itu.
Agatha yang tengah berpikir langsung mengangukan kepala tanda ia setuju untuk masuk klub,ia langsung tersadar kalau Jessica bisa dalam bahaya jika sendirian di tengah-tengah kisah asmaranya.
Sambil meloncat kegirangan Jessica lalu memegang tangan Agatha dan memeluknya dengan ekspresi senang.
"Pertama kali nya ada yang masuk klub ini" seru Jessica masih dengan ekspresi senang.
Ia lalu membuka penutup kepala Kedua kakak beradik itu secara bersamaan dan mengenalkannya pada Agatha.
"Yang ini namanya Nichol dan yang ini Nathan mereka saudara kembar" seru Jessica sambil tersenyum ceria saat memperkenalkan kedua sahabatnya itu.
Wajah mereka sangat tampan,apa ini ya yang namanya ketiban durian runtuh?dapat adek sekaligus kakaknya Jessica sungguh beruntung disukai dua pria tampan itu.
Tapi Agatha tetap merasa kasihan terhadap dua kakak beradik kembar itu,orang yang disukainya hanya mengangap mereka sebatas teman saja.
Tak berapa lama setelah perkenalan itu tiba-tiba hujan deras mengguyur semua dedaunan di depan gudang pojok sekolah.
Para murid yang tadinya akan mendaftar berlarian tak tahu arah untuk meneduhkan diri mereka,Melati yang kebetulan ada bersama para murid ikut meneduh di tempat parkiran yang tertutup.
"Ehh..Mel..Agatha dimana?" tanya Rendy yang kebetulan sedang berada di sana.
"Ngapain lo nyariin dia emang lo emaknya?" balas Melati dengan ekspresi dingin,sambil merangkul tubuhnya yang mengigil karena kedinginan.
"Gausah ngegas kali" balas Rendy sambil memberikan jaketnya ke tubuh Melati yang kedingingan,entah karena dingin atau baper tiba-tiba pipi Melati memerah.
Entah perasaan apa yang ada di antara mereka berdua,mungkin saat ini hanya hujan yang menjadi saksi di antara para murid SMA itu.
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊
__ADS_1