
Selamat membaca😊
Tanpa sadar Agatha terpeleset dan terjatuh ke dasar tangga,Rendy yang berada di sana terkejut dan berusaha menggapai tangan Agatha yang kehilangan keseimbangan tapi tidak berhasil.
"Agatha!" teriak Rendy sambil berusaha keras menangkap tangan Agatha.
Bruakk..tubuh Agatha terpelanting ke dasar tangga,tapi badan Agatha sama sekali tidak terasa sakit padahal tubuh dan kepalanya terbentur cukup keras.
"Brakk aduh,woi kalau jalan pakai mata!" bentak seorang siswa berjas biru yang jarang Agatha lihat,dia tersadar bahwa orang yang memakai jas itu adalah seorang anggota OSIS yang tidak ia kenali.
Di sisi lain juga terdengar suara rintihan dari samping Agatha yang lain.
"Aduhh..bisa berdiri gak punggung gue sakit nih" timpal seorang pria yang tak lain adalah Faizal orang yang sedari tadi sedang dicari cari Nathan.
"Kak Faizal?" gumam Agatha pelan,ia lalu menoleh ke kanan dan kiri sambil menatap mata kedua pria yang sudah menangkap tubuhnya.
"Tunggu sebentar sepertinya ada yang aneh?" gumam Agatha dalam hati,sampai akhirnya ia tersadar bahwa sedari tadi ia sedang menduduki badan dua orang siswa populer.
Pantas dari tadi perasaannya tidak enak tatapan mata para siswi saja terlihat menusuk,tak berapa lama Agatha langsung didorong oleh kedua pria itu secara bersamaan yang sudah terlihat kesal sedari tadi.
"Minggir lo" bentak pria berjas biru itu,ia lalu berdiri sambil merapikan jasnya yang kusut sehabis menangkap tubuh Agatha tadi.
"Maafkan aku tadi aku tak sengaja" seru Agatha sambil menundukan kepalanya,tapi sepertinya permintaan maafnya tidak digubris oleh sang ketua OSIS angkuh itu.
Agatha hanya bisa mengepalkan tangannya,rasanya ia ingin sekali memukul wajah OSIS yang luar biasa tampan tapi dalamnya seperti nampan.
"Sakit banget nih badan gue,mana lo berat banget" ejek Faizal sambil pergi menaiki tangga ke arah kelasnya.
Emosi Agatha semakin meledak-ledak setelah mendengar perkataan itu,Agatha lalu menghampiri Faizal sambil menyiapkan sebuah pukulan yang akan membuat wajah siswa di depannya hancur lebur.
"Sabar Tha..sabar" seru Rendy yang entah muncul dari mana,ia berusaha menenangkan Agatha yang sudah naik darah.
"Agatha di sini banyak orang mendingan kita pergi aja" lanjut Rendy sambil menarik tangan Agatha yang masih mengepal karena emosi.
Saat Agatha pergi menjauh,Melati dan Nichol entah sejak kapan sudah berada di bawah sambil menunggu Agatha datang
"Ehh..Agatha tadi tuh adegannya romantis banget lohh!" timpal Melati yang tiba-tiba bicara gak masuk akal soal percintaan.
__ADS_1
"Apaan sih lu Mel sekarang bukan waktu nya bahas itu,Jessica aja masih belum ketemu kok!" jawab Agatha dengan wajah kesal.
"Lohh..Nathan kemana?" pekik Nichol yang sontak membuat Melati dan Agatha terkejut,mereka langsung berlari menaiki tangga saat teringat bahwa Nathan adalah orang yang emosian.
Entah apa yang sudah dilakukan Nathan sekarang,tapi yang pasti bisa gawat kalau sampai dia berbuat onar di lantai kelas 12.
"Ehh kalian berdua mau pada kemana?" teriak Rendy sambil mengikuti Agatha dari belakang.
Karena banyaknya kerumunan di atas tangga,terpaksa Agatha dan Melati menerobos kerumunan itu.
Namun tak disangka tanpa sengaja Agatha malah menabrak ketua OSIS sampai tubuh ketua OSIS angkuh itu terbentur keras ke arah tembok.
"Menyebalkan" gumam Ketos itu sambil memegangi dahinya yang mengeluarkan darah.
Para siswi yang sudah menjadi budak cinta sang ketua OSIS pun langsung mengejar Agatha seperti lautan zombie yang sedang mengejar mangsa mereka.
"Agatha lo buat masalah apa sampai dikejar kejar fansnya ketua OSIS teriak Melati sambil terus berlari kencang ke atas gedung.
"Apa dikejar kejar?" jawab Agatha sambil menengok ke belakangnya,betapa terkejutnya Agatha saat melihat para siswi yang seperti ombak sedang mengejarnya dengan ekspresi begitu marah.
"Gue aja gak tahu salah apa!" teriak Agatha sambil terus mempercepat laju larinya.
"Ehh..Nic kita gimana nih" seru Rendy dengan nafas terpenggal penggal.
Nichol terlihat tak menggubris Rendy,ia tetap berlari kencang meninggalkan Rendy yang seperti seorang kakek-kakek yang tak sanggup berlari lagi.
"Ehh...Nichol!" teriak Rendy yang sudah menyerah mengejar para siswi itu.
Saat Melati dan Agatha sampai ke tangga gedung paling atas,tiba-tiba seseorang menarik tangan Agatha hingga masuk ke sebuah celah ruangan sempit di pinggir tangga.
Melati yang tak menyadari temannya hilang terus berlari menaiki tangga karena takut kepada para fans gila itu.
"Woii..berhenti lo" teriak para fans ketua OSIS semakin menggila.
"Omg!!..gini amat nasib gue...mommy daddy tolongin Melati" teriak Melati lebay seakan nyawanya memang berada di tangan para fans gila itu.
Setelah orang-orang itu pergi,Agatha berusaha melepaskan diri dari orang yang membekap mulutnya,tapi betapa terkejutnya dia saat orang yang sudah menyelamatkannya adalah Faizal.
__ADS_1
"Jangan macam-macam ya" bentak Agatha sambil keluar dari celah sempit itu.
Faizal hanya diam tak bergeming,ia menatap Agatha dingin lalu pergi meninggalkan Agatha yang sudah menyiapkan kuda-kuda.
"Ohh iya mana Nathan?" tanya Agatha sambil memegangi pundak Faizal yang hampir setinggi kepalanya.
"Maksud lo apa?" jawab Faizal dingin sambil membersihkan pundaknya karena di sentuh Agatha.
"Dia sangat menyebalkan" gumam Agatha dalam hati.
"Lo gak usah ngelak lagi,pasti Jessica lo sembunyiin kan?" lanjut Agatha sambil menuduh Faizal.
Faizal lalu membalikan badannya,ekspresinya yang begitu dingin tak membuat Agatha mundur.
"Cewek yang pendek itu?" tanya Faizal balik.
"Sabar Tha" gumam Agatha pelan.
"Iyaa..mana cewek imut,lugu dan mungil itu" teriak Agatha emosi hingga suaranya hampir habis.
"Ohh..gak tahu!" jawab Faizal singkat.
Agatha yang sangat kesal hanya bisa menghentak hentakkan kakinya sampai suara teriakan Melati terdengar jelas dari atap sekolah.
"Melati?" gumam Agatha sambil berlari menaiki tangga,terlihat beberapa anak kelas 12 berpakaian khas berandalan sedang membully Melati tanpa rasa bersalah.
"Ihh..kembalikan foto itu" teriak Melati sambil terus meninggikan kakinya untuk bisa menggapai sebuah buku di tangan kakak kelas itu.
Agatha terkejut saat melihat para fans ketua OSIS tu hanya berdiri ketakutan sambil berpegangan satu sama lain.
"Nathan!" teriak Agatha yang terkejut saat melihat Nathan terbaring tak berdaya di tanah.
"Lo pasti temennya anak bacot itu kan!" teriak salah satu siswa yang sepertinya pemimpin di dalam geng pembully itu.
Terlihat di sana juga ada siswa yang tak asing lagi bagi Agatha, ya itu adalah Andre kakak dari Anita orang yang sempat menjebloskannya ke penjara.
Wajahnya yang pucat terlihat sangat lucu,ia terlihat seperti tikus kecil yang ketakutan saat melihat seekor kucing yang siap memangsanya dalam sekejap.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊🆗