
Selamat membaca😊
Agatha akhirnya memutuskan untuk kembali masuk ke apartemennya,ia sengaja tidak mengejar Alex karena mengira Alex butuh waktu untuk sendiri sekarang.
Agatha kemudian masuk ke dalam kamar ibunya,ia melihat ibunya masih belum terbangun,Agatha yang khawatir tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa menunggu ibunya sampai tersadar.
Ting..tong(suara bel),Agatha yang mendengar bel apartemennya berbunyi,langsung menghampiri dan membuka pintu apartemennya,terlihat dua orang gadis cantik berseragam sekolah sedang berdiri di depan pintu.
"Melati..Jessica?.." celetuk Agatha yang terkejut melihat dua orang temannya sekarang sedang berada di sini.
"Agatha..lo kenapa gak berangkat sekolah?" seru Melati yang kembali bicara dengan bahasa kasarnya.
"Iya kak,kok kakak gak berangkat padahal ada kasus yang harus kita selesain loh" timpal Jessica dengan nada sedih.
"Kasus apaan" pekik Melati yang terheran-heran dengan pembicaraan rahasia mereka berdua.
Tanpa basa basi Agatha lalu menyuruh mereka berdua masuk dan duduk di sofa kamarnya,saat ini Agatha secara terpaksa harus menyembunyikan keadaan ibu dan ayahnya sekarang.
Dengan senyum ramah Jessica lalu memberikan sekotak kue bolu buatannya kepada Agatha sedangkan Melati memberikan bingkisan buah kepada teman terbaiknya yang sedang sakit.
"Nih" celetuk Melati dan Jessica secara serempak Agatha hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua orang temannya yang selalu kompak.
"Wahh kamar lo aestetik banget ya Tha" seru Melati sambil berkeliling melihat lihat kamar Agatha.
Agatha hanya membalas pertanyaan itu dengan senyum ramah,ia lalu pergi ke dapur untuk mengambil dua gelas air dan beberapa potong kue cokelat dari dalam kulkas untuk disajikan kepada kedua temannya.
Sambil membawa nampan Agatha berjalan dengan hati-hati ke dalam kamarnya,ia lalu menyajikan air itu pada Melati dan juga Jessica.
"Silahkan diminum" seru Agatha sontak membuat Melati tertawa keras baru pertama kali ia melihat Agatha bertingkah laku sesopan ini.
"Santai aja sama kita kali" seru Melati sambil tertawa terbahak-bahak.
"Iya kak santai aja aku juga teman kakak kok" lanjut Jessica berusaha membuat Agatha merasa nyaman.
Beberapa jam sudah berlalu,Agatha, Jessica dan Melati sedari tadi hanya mengobrol dan bercanda sampai akhirnya mereka lupa waktu.
"Ohh iya kak,kasus yang bakal kita tangani adalah kasus tahun lalu" seru Jessica sambil memasang wajah serius bak Detektif Conan.
"Dari tadi kalian ngomongin apa sih,gue gak paham" potong Melati sambil merangkul kedua sahabatnya yang sedari tadi berbicara sambil berbisik bisik.
__ADS_1
"Kakakkan bukan anggota klub ini" seru Jessica dengan wajah memelas.
Melati langsung tertawa mendengar kata-kata Jessica,ia baru sadar kalau dia sudah masuk ke dalam 4 klub yang berbeda.
Bukan tanpa alasan ia bisa masuk ke sana, saat Melati berubah menjadi kepribadiannya yang lain,ia tergoda pada ketua keempat klub yang populer dan tampan.
Jadi tanpa sadar ia jadi memasuki klub yang sebenarnya tidak begitu ia sukai.
"Ya,gue kan bisa batalin semua pendaftaran" jawab Melati singkat dan tidak mempermasalahkannya.
Padahal jika ia keluar dari sebuah klub secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas dia harus membayar denda yang jumlahnya tidak sedikit.
Bayangkan jika satu klub membuat denda sebesar 100-200 ribu,pasti berkali kali lipat Melati akan membayarnya.
Denda itu tak sebanding dengan uang jajan sebulan Agatha dan Jessica,mereka hanya bisa menepuk jidat melihat Melati yang sebegitu mudahnya menghamburkan uang.
"Santai aja gue kan orang kaya" jawab Melati sambil menyombongkan dirinya.
"Yaudah besok kita omongin di sekolah aja,ohh iya Kak Agatha besok berangkat kan?" tanya Melati sambil berharap seperti kelinci kecil.
Agatha tak bisa berjanji,tapi dia akan mengusahakan yang terbaik agar ia bisa masuk sekolah esok apalagi dengan keadaan kedua orang tuanya yang sekarang.
Sudah berjam-jam mereka berbincang,sekarang jam sudah menunjukan pukul 15.00 sore akhirnya Melati dan Jessica pamit pulang ke rumah mereka.
"Aku juga" timpal Jessica lalu ikut keluar dari kamar Agatha.
Saat mereka akan pulang,tiba -tiba Alice muncul dan menyapa mereka berdua.
"Ehh teman teman nya Agatha" seru Alice sambil tersenyum ramah.
Agatha yang terkejut mendengar suara ibunya langsung berlari menghampiri ke dua temannya,namun kekhawatirannya ternyata tidak berguna karena ibunya sudah tersadar.
"Iya tante kita juga mau pulang kok" jawab Melati sambil mencium tangan Alice diikuti Jessica yang juga berpamitan dengan ibu Agatha.
Saat Melati dan Jessica sudah pulang kini tinggal ia bersama ibunya sekarang,Agatha lalu menghampiri ibunya dan memeluk tubuh Alice dengan erat.
"Bu jangan tinggalin Agatha" seru Agatha sambil menangis tersedu sedu.
Ibunya lalu membalas pelukan Agatha,dengan belaian lembut yang sangat dirindukan Agatha.
__ADS_1
"Maksut kamu apa sih sayang" jawab ibunya sambil terus membelai rambut anaknya.
Agatha terheran heran,bukankah tadi ibunya sempat akan bunuh diri?,apa mungkin sekarang dia sedang mengalihkan pembicaraan sama seperti Alex?
"Bu..bu kan kah ibu tadi mau bunuh diri?" tanya Agatha terbata bata karena ragu.
"Angga memang sekarang sedang koma karena ibu,tapi bukan berarti ibu akan mengakhiri hidup,dengan cara seperti ini!" jawab Alice panjang lebar.
Agatha hanya tersenyum sambil menarik nafas lega,ia sangat bahagia karena sekarang ibunya sudah tersadar dari rasa bersalah itu.
Hal ini pasti ada sangkut pautnya dengan Erick teman masa kecil Agatha,yang sekarang sudah berubah menjadi anak SMA yang misterius.
"Aku harus berhati-hati pada Erick" gumam Agatha dengan ekspresi serius.
"Kamu bilang apa sayang?" tanya ibunya yang tak sengaja mendengar gumaman Agatha.
"Tidak kok bu" jawab Agatha sambil tertawa riang.
Setelah beberapa menit berbagi cerita,Alice kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Tapi betapa terkejutnya Alice saat mengetahui kalau dapur kesayangannya kini telah berubah seperti kapal pecah saking berantakannya.
"Agatha..kamu apain dapur ini!" teriak Alice yang sontak membuat Agatha terkejut.
Ia baru tersadar kalau sedari kemarin dia tidak membereskan dapur karena masalah yang terus menimpanya.
"Maafkan Agatha Bu" jawab Agatha sambil menundukan kepalanya karena merasa bersalah.
"Hahh..sekarang kamu beresin dapur ini sekarang" seru Alice langsung membuat Agatha menaruh tangannya di atas kepala seperti orang sedang upacara.
"Siap bu!.." celetuk Agatha yang membuat Alice tertawa.
Setelah lelah membersihkan dapur,kini ibunya langsung memasakan makan malam yang simple,Agatha yakin apapun yang dimasak ibunya pasti akan enak rasanya.
Agatha lalu membaringkan dirinya di atas kasur kini ia sedang bertanya tanya pada dirinya.
Ia masih penasaran siapa sebenarnya Ratu dan juga Erick.
Kedua orang tersebut kini sudah mengetahui identitasnya,sekarang ia tidak bisa tinggal diam,ia harus bertindak kalau tidak nyawa ibu dan dirinya bisa dalam bahaya.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊