
Selamat membaca😊
"Hallo..apakah anda wali Agatha?.." tanya ayah Anita sambil tersenyum puas,karena sebentar lagi ia akan mempermalukan sebuah keluarga kecil.
"Siapa anda..dimana anak saya" teriak Angga cemas saat mendengar suara pria dewasa dari dalam ponselnya.
Ayah Anita terheran heran saat Angga menyebut Agatha sebagai anaknya, sepengetahuannya ayah Agatha sudah meninggal,atau dia ayah sambung nya?pikir Ayah Anita.
"Jangan macam-macam dengan anak saya!" bentak Angga sangat marah dengan suara keras,membuat Ayah Anita menuntup salah satu telinganya.
Beberapa detik berlalu Ayah Anita tak menjawab telepon itu membuat Angga marah besar dan mencaci maki orang yang meneleponnya.
"Orang miskin belagu amat" gumam Ayah Anita dalam hati,lalu melanjutkan pembicaraannya.
"Bapak seharusnya berbicara sopan kepada saya,saya menelepon bapak karena anak bapak telah mencelakai seluruh anggota keluarga saya" bentak Ayah Anita berusaha membalas omelan Angga.
Angga menghela nafas panjang,baru pertama kali ia menerima telepon hinaan terhadap keluarganya yang membuatnya marah besar.
Ayah Anita tetap tersenyum tak tahu malu setelah melakukan semua ini,padahal belum tentu ia mengetahui semua masalah yang kedua anaknya perbuat di sekolah.
"Siapkan mobil,sekarang juga kita akan pergi ke apartemen Alice" seru Angga di dalam telepon sambil terus menahan emosi.
Angga lalu keluar dari tempat kerjanya dan pergi menunggu ke lift,tiba tiba muncul dari dalam life tiba tiba muncul seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Angga sendiri.
Angga terdiam saat melihat Ibunya datang sambil mengerutkan dahi,hal itu membuat perasaannya tidak enak pasti dia akan mengomelinya habis-habisan hari ini.
Nyonya besar perusahaan ini langsung melangkahkan kakinya keluar lift, Angga mulai mundur perlahan menjauhi ibunya.
"Kenapa kamu mundur?" tanya ibu Angga sambil melepas kaca mata hitamnya,Angga hanya terdiam mendengar pertanyaan ibunya.
Ia berusaha keras memasuki lift namun selalu dihalang-halangi oleh ibunya.
"Kamu pasti mau pergi ke apartemen cewek gak tahu malu itu kan?" tanya ibunya sambil berjalan ke ruangan Angga.
Angga yang tak terima mantan istrinya dihina,menghampiri ibunya dan melayangkan protes panjang.
"Kenapa ibu masih menggangu hidup Alice dan Agatha bu" teriak Angga sampai membuat rambutnya berantakan karena tangannya terus memegangi kepala.
"Ibu gak akan ganggu mereka lagi,tapi tentu ada syaratnya" jawab Nyonya Anggara dengan senyum liciknya,
__ADS_1
sedangkan Angga hanya tersenyum bahagia saat mendengar pernyataan ibunya.
"Apapun syaratnya Angga bakal penuhi bu.." seru Angga berharap banyak pada ibu yang selalu mengatur kehidupannya itu.
Nyonya Anggara tak berbicara sepatah katapun,ia hanya mengeluarkan sebuah berkas berwarna cokelat dari dalam tas dan menaruhnya di meja Angga.
"Syaratnya ada di dalam situ" timpal ibunya sambil pergi dari ruangan anaknya.
Angga masih tersenyum bahagia,ia sangat berharap keluarga kecilnya dapat bebas dari genggaman tangan ibunya
Saat ia akan menyentuh berkas itu Angga langsung teringat bahwa ia harus ke kantor polisi.
Ia berlari menuju ke mobil Lamborghini nya,di sana sudah ada supir pribadinya yang akan mengantar Angga menuju ke tempat yang ia minta.
Saat akan berjalan menuju apartemen dia melihat Alice sedang bertengkar dengan seorang ibu-ibu bermake up tebal di pinggir jalan.
"Pak..berhenti!.." seru Angga membuat mobil hitam itu berhenti mendadak,ia langsung keluar menghampiri kedua ibu ibu yang sedang bertengkar itu.
Entah apa masalah dari kedua orang itu,mereka terus melanjutkan perkelahiannya tanpa mempedulikan orang disekitarnya.
"Alice.." panggil Angga yang berdiri tepat di belakangnya.
Alice kehilangan konsentrasi setelah mendengar seseorang memanggil namanya,ia kemudian menoleh dan terkejut melihat Angga sedang berdiri di belakangnya.
Namun sayang batu yang sebenarnya dilemparkan ke arahnya malah salah sasaran dan mengenai mantan suaminya.
Lemparan batu itu langsung membuat Angga oleng saking pusingnya.
"Wahh..batu nya malah kena orang lain" seru ibu-ibu yang sedang berseteru dengan Alice.
"Angga kamu gak papa?" seru Alice menghampiri Angga karena khawatir.
Karena Angga yang terlihat sekarat ibu yang melempar batu itu malah kabur tanpa bertanggung jawab,Alice menangis tersedu sedu melihat Angga yang tak sadarkan diri.
"Panik ya" timpal Angga sambil tertawa melihat mantan istrinya sangat khawatir sampai mengeluarkan air mata.
Alice yang menyadari bahwa sedari tadi dia sedang dijahili,langsung menampar Angga pelan karena kesal.
"Apaan sih..mendingan aku pergi aja" seru Alice cemberut, Angga yang masih tertawa tak henti-hentinya itu, berusaha meminta maaf karena telah membuat Alice khawatir.
__ADS_1
Akhirnya Alice memapah Angga masuk ke mobil,Alice mengambil P3K dari dalam tasnya,ia memang selalu membawa barang itu kemana saja karena ia sadar kalau dirinya ceroboh.
Alice mengoleskan antiseptik ke luka Angga,beberapa kali juga Alice meniup niup luka kecil mantan suaminya,hal itu membuat Angga selalu menahan nafas dan menutup mata hingga pipinya mulai memerah.
Pak supir yang di depannya malah ikut baper melihat kemesraan dua sejoli ini.
"Ehemm..udah belum Lice.." tanya Angga dengan pipi yang masih merah merona.
"Belum tinggal di perban aja" jawab Alice santai tanpa mempedulikan pria yang salah paham itu.
"Ohh iya tadi ngapain kamu berantem sama emak emak galak tadi" tanya Angga sedikit canggung pada mantan istrinya itu.
Alice kembali duduk di samping Angga yang penasaran dengan jawaban Alice.
"Ternyata banyak ya yang gak suka sama Agatha" jawab Alice dengan ekspresi sedih,ia menundukan kepalanya saat akan mulai bercerita.
"Maksutnya?" tanya Angga singkat.
"Masa Agatha dituduh nyelakain temennya sampai masuk rumah sakit" teriak Alice saking kesalnya.
Angga hanya terdiam, sesaat dia teringat sesuatu saat Alice menyebut nama Agatha.
"Ahkk..iya Agatha!,cepet pak ke kantor polisi" teriak Angga sambil menepuk kepalanya.
Karena kenikmatan sesaat di sampai lupa dengan tujuannya,ia harus meluruskan kesalahpahaman yang telah diperbuat putrinya.
Alice yang terheran-heran berusaha mendesak Angga supaya menceritakan apa yang sedang terjadi pada anaknya Agatha.
"Angga maksutnya apa ini?..kok ada polisi segala?" teriak Alice sambil terus mendorong dorong Angga dengan wajah cemas.
Angga tak mungkin cerita kalau Agatha masuk penjara karena telah mencelakai temannya,Angga saja tak percaya dengan cerita itu.
Sebelum terbukti kebenarannya dia tak akan menceritakannya pada Alice.
Akhirnya mereka bertiga sampai ke kantor polisi,Alice turun dari kursi penumpang dengan ekspresi kebingungan.
Terlihat di depan kantor polisi sudah berdiri pasangan suami istri dengan ekspresi marah,mereka seakan sudah tahu kalau orang tua Agatha akan datang ke sini.
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊
.