
Selamat membaca😊
Matahari mulai terbit,bising kendaraan mulai terdengar di telinga Agatha.
Agatha terbangun dengan mata sembam sehabis menangis kemarin malam.
Ia seperti biasa mandi dan menggosok gigi kemudian iamengganti baju yang ia kenakan dengan seragam sekolahnya sehari hari.
Agatha keluar dari kamarnya dan melihat ibu dan ayahnya masih tertidur lelap di atas sofa,sungguh pemandangan yang jarang dilihat bagi Agatha.
Jantungnya berdegup keras,mungkin ini rasa bahagia memori ingatan Agatha yang dulu,Agatha berjalan perlahan mendekati kedua orang tuanya sambil tersenyum.
"Ibu..ayah" bisik Agatha tepat di telinga mereka berdua,ibu Agatha terbangun sambil mengucek-ngucek matanya,ia kemudian terkejut melihat Angga masih tertidur di pangkuannya.
Ibu Agatha mati kutu sambil terus mendorong dorong mantan suaminya itu untuk bangun.
"Apaan sih sayang" gumamnya ikut terbangun lalu terkejut melihat dia berada di pelukan Alice.Ia sama sama tak bisa berbicara melihat keadaan ini.
Agatha pun tertawa keras sampai meneteskan air matanya.
"Kok ayah bisa disini sih" seru Agatha berusaha menahan tawa.
"Ehh..Agatha mau Ayah anterin?" tanya Angga berusaha mengalihkan perhatian dengan pipi sedikit memerah karena malu,ibunya pun langsung berdiri untuk menyiapkan sarapan pagi.
Agatha menggeleng kepada ayahnya sambil tersenyum ria,hari ini dia butuh waktu sendiri tanpa kehadiran orang lain,Ayahnya pun ikut berdiri sambil merapikan jas yang dipakainya.
"Yaudah ayah ikut pergi ke luar ada rapat siang ini" timpalnya sambil berjalan ke luar apartemen,Agatha tak bicara apapun dan menghampiri ibunya untuk berpamitan.
"Bu..Agatha berangkat dulu ya" seru Agatha sambil mencium tangan ibunya,Alice membelai rambut Agatha yang terurai panjang sambil mencium keningnya.
Ibunya menganggukan kepala sambil tersenyum,Ayah dan anak itu akhirnya keluar apartemen dan berjalan menyusuri kamar-kamar yang ada di sana.
Mereka akhirnya sudah berada di parkiran luar apartemen,Agatha berlari menjauhi ayahnya.
"Agatha" panggil ayahnya.
Agatha membalikan tubuhnya dan terkejut saat melihat ayahnya memberi isyarat untuk mencium pipinya sebagai tanda perpisahan.
Wajah Agatha langsung memerah,rasa canggung membuat kakinya bergetar hebat.
__ADS_1
Karena tak tahan dengan rasa malu ini Agatha langsung berlari ke arah ayahnya dan mencium salah satu pipinya.
"Dia kan ayah Agatha jadi gakpapa kan?" gumam Agatha dalam hati.
Pipi ayahnya langsung memerah seperti tomat sangat imut! padahal dari dulu sampai sekarang Agatha tak pernah mencium dirinya karena merasa hal itu terlalu berlebihan.
Angga menutupi wajahnya yang memerah lalu masuk ke mobil nya,sedangkan Agatha yang tak mengerti dengan keadaan langsung berjalan santai ke arah sekolah.
Angga Pov~
Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan Agatha?,semakin besar dia semakin agresif dan berani membuatku takut kalau bahaya akan mendekatinya suatu saat nanti.
Dia bahkan tak segan-segan untuk menciumku,aku harus bahagia atau sebaliknya?
Angga melajukan mobil mewahnya,sambil melihat Agatha dalam kaca spion,rasa khawatirnya lama kelamaan sama besarnya seperti rasa cintanya dengan mantan istrinya.
Dia bertekad agar suatu hari nanti dia sanggup melepas warisan dan hidup bahagia bersama dengan anak semata wayangnya.
Agatha berjalan senang sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat pepohonan rindang di pinggir jalan,indahnya ciptaan Tuhan membuatnya tak sadar bahwa sebentar lagi ia akan mengalami kejadian tak terduga.
Agatha akhirnya sampai di depan gerbang sekolah,tatapan sinis mulai berdatangan dari penjuru arah.
"Agatha..." panggil seorang gadis cantik yang sepertinya tak ia kenal,gadis itu berlari menghampiri Agatha dengan ekspresi gelisah yang tak bisa dijelaskan.
"Agatha..lo tahu sekarang foto-foto lo sama ayah lo tersebar luas di semua mading sekolah!" teriaknya sangat heboh saat melihat kedatangan Agatha.
Agatha mengamati gadis itu lebih lama,ia baru sadar kalau gadis cantik berambut pendek itu adalah Melati teman satu kelompoknya.
"Melati?.."panggil Agatha terkejut dengan perubahan penampilan Melati yang dulunya tampil seadanya kini sudah berubah bak seorang putri.
Melati langsung menarik tangan Agatha sampai membuatnya hampir terjatuh, ia membawa Agatha ke salah satu mading sekolah di dekat kelas mereka.
"tu..tuh..lihat Agatha gawat kalau sampai dilihat semua orang" teriak Melati tepat di telinga Agatha membuatnya merasa sedikit terganggu.
Alangkah terkejutnya Agatha saat melihat foto dirinya sendiri sedang berciuman bersama dengan seorang pria yang tak lain adalah ayahnya sendiri,tapi hal tak masuk akal itu kini menjadi gosip satu sekolah!
Agatha mundur perlahan melihat foto itu sedangkan Melati mulai mengambil satu per satu foto itu lalu merobeknya.
"Agatha dia kan ayahmu tapi kok malah jadi gosip gak bener sih" teriak Melati saking kesalnya dengan foto tak masuk akal itu.
__ADS_1
Agatha Pov~
Itu kan fotoku dengan ayah tadi pagi,tapi kenapa bisa terpajang di sini?,aku tak tahu kalau semua ini bisa jadi sumber masalah.
Tiba tiba Rarw dan gengnya datang,mereka bertiga berdiri tepat di depan Agatha dan Melati yang sedang kebingungan akan masalah ini.
"Hello" panggil Rara sambil menjentikan jarinya,Agatha tersadar dan menatap tajam ke arah Rara yang kini tersenyum licik.
"Rara pergi lo..ini pasti ulah kalian semua kan?" bentak Melati sambil menunjuk nunjuk selembar foto tak benar itu.
Anita maju perlahan lalu menyiramkan air es yang kebetulan dia bawa di tangannya,Agatha tak bisa bergerak dalam dirinya dia sangat marah tapi dia tak ingin membuat keributan.
"Upss..sorry gue kira tempat sampah" timpal nya sambil menatap Agatha sinis,orang-orang malah hanya menonton dan bukannya membantu korban bully seperti Agatha.
Orang-orang selalu berbuat baik di depan saja,hanya karena mereka tak mau dijadikan korban berikutnya mereka hanya bisa menonton dan tak mau disalahkan saat semua kasus itu terbongkar.
Mereka akan berusaha menutupi masalah itu serapat rapatnya.
Bukankah itu sama saja?,pikir Agatha marah.
Karena tak sanggup menahan amarah Agatha melempar balik Anita dengan botol yang ada di tangan Anita.
Brakk..semua orang pasti berpikir bahwa lemparan botol dari seorang gadis lemah tak akan melukai seseorang.
Tapi berbeda jika seorang putri perang yang melakukan itu,lemparan botol itu setara batu dengan berat 10 kg yang sangat mematikan jika terkena bagian vital.
Semua orang sangat terkejut setelah melihat hasil lemparan botol itu,Anita langsung pingsan dan darah di kepala nya tak kunjung berhenti.
Semua orang panik,dan langsung berlari menyelamatkan Anita yang jatuh tak sadarkan diri,Agatha baru sadar dia sudah melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan.
Rara dan teman-teman satu gengnya terkejut dan langsung berlari ke dalam kelas,Agatha merasa bersalah dan mencoba menolong Anita yang tak sadarkan diri.
Akan tetapi karena pandangan sinis orang-orang kembali membuatnya tak bisa bergerak bebas,karena bagi semua orang yang menonton,kini dialah yang jadi pembullynya.
Para siswa langsung membawa Anita ke UKS,tapi karena lukanya yang sangat parah Anita harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Santai aja Tha..tadi kan lo hanya membela diri" seru Melati berusaha menenangkan Agatha yang gelisah tak karuan.
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊