
Selamat membaca😊
Alice menatap wajah Angga dengan cemas ia sangat berharap kalau Agatha tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini.
Angga berjalan santai ia masih mencoba menahan emosi agar Alice tidak curiga dengannya kalau Agatha saat ini sedang di dalam penjara.
Ayah Anita berdiri di depan kantor polisi dengan penuh percaya diri,akan tetapi dalam sekejap ekspresi wajahnya berubah seketika setelah melihat Angga yang sedang berjalan ke arahnya.
Terlihat juga para polisi mengintip dari dalam kantor polisi,seakan ingin tahu urusan pribadi orang saja.
"Sepertinya aku pernah melihat mu" seru Angga sambil melepas kaca mata hitamnya.
Ayah Anita mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam Angga dan hanya terdiam seribu bahasa,sedangkan istrinya memegangi pipinya sambil menahan sakit karena dua giginya yang lepas tadi.
Ibu Anita sangat berharap suaminya akan memarahi Ayah dan ibu Agatha habis-habisan.
"Ohh jadi kamu ibu dari anak bernama Agatha yang gak tahu diri itu?" teriak Ibu Anita berusaha meremehkan Alice yang lebih muda beberapa tahun darinya,Alice tersentak dan terheran-heran dengan perkataan ibu bermake up sangat tebal itu.
"Maksut ibu apa ya?" tanya Alice yang mulai menunjukan ekspresi khawatir saat wanita di depannya menyebut nama Agatha dalam perkataannya.
"Seenaknya saja kamu panggil saya ibu..panggil saya nyonya" timpal ibu Anita sambil terus mendorong dorong Alice hingga hampir terjatuh.
Ayah Anita langsung menarik narik tangan istrinya,terlihat jelas ia ingin memberitahukan sesuatu pada istrinya dengan ekspresi tak karuan.
Ibu Anita tak menggubris suaminya dan terus mengomeli Alice yang hanya terdiam sambil berpikir keras.
"Apaan sih pah,mereka harus diberi pelajaran" pekik Ibu Anita terus menyudutkan Alice.
Angga yang tak terima kemudian mendorong ibu Anita hingga terjatuh ke pelukan suaminya.
"Sekarang saya baru ingat siapa kamu" seru Angga sambil tersenyum sinis ke arah Ayah Anita.
"Ma..Maafkan saya" seru Ayah Anita ketakutan sambil menundukkan kepalanya.
Sementara itu Agatha yang masih di dalam penjara hanya bisa terdiam dan terus menunggu seseorang untuk mengeluarkannya dari jeruji besi sempit itu.
Rahayu yang melihat Agatha yang hanya terdiam berusaha mengajaknya kembali berbicara.
"Umur kamu berapa?" tanya Kak Rahayu sambil mengayunkan kakinya saat sambil tengkurap,Agatha tak menjawab dan hanya menoleh ke arahnya lalu kembali ke dalam lamunannya.
__ADS_1
Suasana yang sepi malah membuat Rahayu terus berbicara tanpa henti hingga membuat Agatha menarik nafas panjang,tidak berapa lama ibu Agatha datang dan memeluk dirinya dari balik jeruji besi.
"Agatha kamu enggak kenapa-kenapa kan?" tanya Alice tetap memeluk Agatha erat sambil meneteskan air mata. Rahayu yang melihat kejadian itu hanya menatap datar tanpa ekspresi kedekatan ibu dan anak itu.
Tak berapa lama Angga dan beberapa anggota polisi datang untuk membebaskan Agatha dari dalam penjara.
Akan tetapi ada satu hal yang membuat Agatha sangat terkejut dan tak percaya dengan kejadian di depannya.
Dia melihat Ayah Anita tanpa rasa malu memohon di kaki Angga sambil menangis terisak isak,para polisi pun hanya menatap sinis ke arahnya.
Sedangkan istrinya hanya berdiri dari kejauhan dengan ekspresi marah dan tak percaya kalau Ayah Agatha ternyata atasannya suaminya.
Sekarang dia sedang merasakan rasa malu yang luar biasa setelah melihat suami yang ia banggakan sekarang sedang memohon mohon di kaki orang yang ia remehkan.
Klekk..pintu penjara akhirnya dibuka Agatha keluar dari penjara itu sambil menunduk,sedangkan ibunya langsung mendekapnya dengan sangat erat tanpa celah,sesaat Agatha merasakan rasa rindu yang besar saat bertemu dengan ibu nya.
Setelah mengalami semua kejadian berat ini dia bertekad akan hidup bahagia dan tenang bersama ibunya tanpa membuat masalah berkepanjangan seperti hari ini.
Untung Ayah dan ibunya datang menyelamatkan dirinya,kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya nanti.
"Agatha ayo kita keluar" seru Ayahnya sambil menatap sinis orang yang sedang bersimpuh dihadapannya.
"Pak saya mohon jangan pecat saya" timpalnya sambil terus memegangi kaki atasannya itu.
Angga menghentakan kakinya sampai membuat tangan Ayah Anita terluka karena terinjak sepatu hitam Angga.
"Jangan pernah muncul dalam kehidupan keluarga saya lagi" seru Angga dingin sambil keluar dari penjara berukuran sempit itu, Angga merasa mual dan tidak betah berada di dalam sana.
Terlebih ada orang yang tak tahu malu,sampai menggunakan kekuasaan untuk menindas yang lebih lemah,orang-orang seperti mereka akan terus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang mereka inginkan.
Angga memang harus memecat orang yang berpotensi mengkhianatinya seperti Ayah Anita,kalau tidak mungkin perusahaan yang dirintis ayahnya dari nol bisa hancur lebur dalam sekejap.
Mereka bertiga berjalan ke arah mobil,tapi Agatha menolak menaiki mobil itu mengingat dirinya yang selalu mabuk kendaraan setiap naik mobil.
"Maaf yah..Agatha gak bisa naik mobil" seru Agatha dengan pipi sedikit memerah.
Angga tersenyum dan membelai rambut putri tunggalnya itu.
"Gimana kalau kita ke taman kota dulu?" timpal Angga sambil merangkul kedua perempuan yang sangat ia cintai itu,Agatha membalas senyum ayahnya sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan santai ke arah taman kota yang cukup luas,disana juga terdapat banyak orang yang berjalan santai bersama keluarga mereka.
Karena kebetulan di sana terdapat banyak pedagang kaki lima,Angga dengan senang hati menghampiri pedagang itu untuk membeli beberapa makanan kesukaan Agatha dan Alice.
"Agatha ayah beli mie ayam dulu ya" timpal Angga sambil berlari ke arah tukang mie ayam,hari ini adalah hari yang menyenangkan sampai membuat Angga senang bukan main.
Suasana yang tenang membuat Agatha mulai menyenderkan kepala di bahu ibunya,ia juga menutup mata saking mengantuk dan lelah dengan hari ini.
Saat di penjara ia tak dapat beristirahat dengan tenang,pikirannya selalu dipenuhi dengan pertanyaan yang bahkan tak bisa ia jawab sendiri.
Tak berapa lama Angga kembali sambil membawa dua mangkok mie ayam ukuran jumbo di tangannya.
Karena terlalu bersemangat dan mungkin mie ayamnya masih terlalu panas Angga malah menumpahkan satu mangkok mie ayam panas di tangan kirinya.
"Prangg..." suara mangkuk pecah membuat Agatha terbangun karena terkejut,ia menghampiri ayahnya yang masih berdiri kaku saking terkejutnya.
"Ayah..gak papa?.."tanya Agatha sambil membereskan pecahan beling di rerumputan hijau itu,ia membersihkannya karena takut kalau ada orang yang akan terluka karena pecahan itu.
"Emm..maaf ayah gak sengaja" seru Angga dengan ekspresi merasa bersalah membuat Agatha tak sanggup menahan tawa.
Alice melihat kejadian itu dan mengikuti Agatha dari belakang, Alice hanya tersenyum melihat kecerobohan Angga saat membawa mie ayam tadi.
Mungkin sudah bertahun tahun Angga selalu bersikap dingin dan tak mempunyai rasa humoris,tapi sekarang dia sudah berubah dan bisa menunjukan ekspresi hangat pada orang terdekatnya.
"Kenapa ibu tertawa?" tanya Agatha terheran-heran saat melihat ibunya tertawa kecil,setelah ketahuan ia membalikan badannya karena malu dengan sikapnya sendiri.
Angga kemudian membantu Agatha membersihkan pecahan itu lalu membuangnya ke tempat sampah,setelah semuanya bersih Angga memberikan semangkuk mie ayam itu ke Alice.
"Kalian berdua saja yang makan" seru Angga sambil memberikan mie ayam itu dengan tangan gemetar,Alice menerima mangkuk mie ayam itu lalu menarik tangan Angga untuk duduk di bangku dan memakan bakso itu bersama.
"Lebih baik makan bareng aja" timpal Alice sambil tersenyum manis pada mantan suaminya itu.
Degg..senyum manis Alice membuat Angga tak bisa berkata kata ia terpesona dengan wanita yang sangat ia cintai itu.
Akan tetapi entah kenapa hati Agatha malah terasa campur aduk saat melihat kejadian itu,entah apa perasaan Agatha yang sebenarnya.
Seharusnya ia bahagia tapi masih tersisa sedikit penyesalan tak jelas dalam hati kecilnya itu.
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊