Anak Selir

Anak Selir
Pertandingan bola basket


__ADS_3

Selamat membaca😊


"Yaudah gue pergi dulu" seru Alex sambil melangkahkan kakinya keluar UKS,Agatha yang ditinggal sendiri hanya bisa terdiam sambil memandangi cokelat pemberian Alex.


"Hahh...kok bisa-bisanya Agatha alergi pedes" gumam Agatha sambil menurunkan kakinya dari atas ranjang UKS  lalu pergi untuk kembali mengikuti pelajaran.


Saat ia berjalan ke arah kelas ia tak sengaja bertemu Faizal yang sedang duduk termenung di dekat kelasnya,Agatha sebenarnya tak mau ikut campur dalam urusan orang lain.


Tapi rasanya kasihan juga melihat kakak kelasnya yang sepertinya sedang ada masalah,Agatha mau tak mau akhirnya memberanikan diri menghampiri Faizal yang sedang melamun.


"Kak..gak masuk kelas?" tanya Agatha ramah dengan senyum yang teramat manis,Faizal hanya menoleh sebentar ke gadis yang memanggilnya,lalu kembali larut dalam lamunannya.


Agatha berusaha bersabar dengan kakak kelas itu dan berusaha membujuknya untuk masuk kelas,kan sayang kalau waktu sekolah kita di sia-siakan hanya untuk hal tak berguna.


"Kak..dari pada di sini mendingan kakak masuk kelas" timpal Agatha sambil menarik nafas panjang.


"Gak usah sok perhatian deh lo" pekik Faizal sambil pergi ke arah yang berlawanan dengan kelas Agatha,ia tetap acuh tak acuh pada setiap cewek yang mendekatinya termasuk Agatha.


Mungkin ia mengira Agatha adalah salah satu fansnya,terlebih dia kan sangat tampan.


Agatha mengepalkan tangannya lalu menghampiri Faizal yang sedari tadi mengacuhkannya itu,tapi tak disangka Agatha malah semakin disudutkan Faizal ke tembok salah satu kelas kosong.


"Kan udah gue bilang jangan ikut campur" bentak Faizal dengan wajah marah namun tetap tampan,dengan wajah naik pitamnya itu tak lantas membuat Agatha berhenti menegur kakak kelasnya.


"Kak..orang tua kakak kan udah nyekolahin seharusnya kakak belajar yang rajin" seru Agatha tegas sambil menatap mata Faizal yang tepat berada di hadapannya itu.


Faizal masih tak melepaskan Agatha,ia tetap mempertahankan posisinya mengunci gadis cantik di depannya supaya ia merasa takut.


"Heii kalian berdua" tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka,dan ternyata itu pak kepsek yang kebetulan melihat Agatha dan Faizal sedang berduaan.


Faizal langsung melepaskan tangannya dan menghadap kepala sekolah dengan kepala menunduk.


Pak kepsek itu hanya menatap tajam Faizal dari bawah ke atas.

__ADS_1


Terlihat jelas bahwa pak Kepsek sedang meremehkan anak muridnya.


"Kamu Faizal kan anak kelas 12 IPS kan?" tanya Pak kepsek dengan tatapan sinisnya.


"Kenapa kamu masih disini ini kan sudah bel masuk" timpal Pak kepala sekolah sambil menunjuk nunjuk jam tangannya.


"Sekarang kamu kembali ke kelas" lanjut Pak kepala sekolah membentak Faizal,tanpa berkata-kata Faizal pergi ke arah tangga untuk kembali ke kelas atas.


"Anak gak bener kok masih dibiarin di sini bukannya dikeluarin aja" gumam Pak kepala sekolah yang tak sengaja di dengar Faizal,dia hanya mengerutkan dahi dan mengepalkan kedua tangannya.


"Ini kan anak yang buat masalah sama pak direktur" gumam pak kepala sekolah dalam hati sambil menatap Agatha,pak kepala sekolah seperti nya belum tahu kalau Ayah Anita sudah kalah saat berdebat dengan Angga,


Selaku atasannya sendiri,Agatha hanya bisa terdiam saat dirinya dimarahi habis habisan oleh pak kepsek,padahal tadi Faizal dibiarkan pergi begitu saja dengan tangan terbuka.


Sedangkan Agatha dihukum menyapu halaman belakang sekolah yang jarang dilalui para siswa.


Agatha tak melayangkan protes sedikit pun dan hanya mematuhi perkataan gurunya yang sudah bertindak tak adil padanya.


"Harus cepat selesai!" gumam Agatha sambil terus menyapu daun-daun yang berguguran dari pohonnya,ia juga sesekali menemukan sampah plastik yang dibuang murid sembarangan.


Entah ini takdir atau hari sial baginya,Agatha yang berniat membersihkan halaman belakang sekolah malah bertemu dengan para siswa dan siswi ekskul basket yang sedang latihan.


Agatha sebenarnya tak mempedulikan para siswa yang sedang latihan,tetapi karena beberapa anak baru ekskul itu berulang kali mengejek dirinya yang sedang dihukum membuat Agatha naik pitam dan menghampiri anak bawang itu.


"Ehh..cewek nya nyamperin loh" seru salah satu anggota ekskul basket perempuan sambil menggoyang goyangkan bahu temannya.


Ternyata banyak siswi yang masuk ke ekskul basket itu bukan untuk berlatih basket dengan serius tapi hanya untuk menggoda para siswa lelaki di sana.


Agatha kesal dengan para siswi itu bukannya berolahraga malah mencari perhatian yang membuat anggota lainnya jadi kurang fokus.


"Para cewek itu gak punya harga diri ya?" gumam Agatha kesal sambil berjalan ke arah mereka.


"Kenapa kak?" tanya seorang siswi dengan wajah manja dan sok imut yang membuat Agatha tambah kesal, entah kenapa siswi angkatan tahun ini sangat mirip dengan adik tirinya Yan Lie yang sangat ia benci.

__ADS_1


Sambil menahan Emosi Agatha mengambil salah satu bola basket yang hanya dibiarkan begitu saja,mereka hanya santai-santai padahal kejuaraan sebentar lagi akan mulai.


"Aku nantangin kalian main basket" seru Agatha percaya diri yang sontak membuat para siswa dan siswi yang berada di sana tertawa terpingkal pingkal.


Agatha hanya menghela nafas panjang kemudian melemparkan bola itu dari kejauhan,tak disangka lemparan Agatha masuk tepat ke dalam ring yang berada jauh di dekatnya.


Padahal saat itu matanya juga tak fokus,karena menatap tajam para murid itu,kini mereka hanya terdiam dan terbengong melihat bola yang masuk ring itu.


Akhirnya tantangan Agatha diterima 1 lawan 1 ,lawan Agatha kali ini adalah seniornya yang bernama Kirana.


Yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya,dia juga selalu ikut serta dalam kejuaraan nasional dan selalu menjadi pemenang di pertandingan itu.


"Hahh..sok jago" gumam Kirana dengan tatapan sinisnya.


Setelah pertandingan dimulai Agatha berhasil membawa bola itu dan memasukannya dalam ring,padahal Agatha tak pernah bermain bola,mungkin karena latihan kerasnya selama menjadi Fang Yin


Ia menjadi peka dan berbakat dalam bidang apapun.


"Kak Kir..kakak udah kebobolan tiga gol gimana nih kak?" teriak salah satu siswa yang berdiri menonton pertandingan itu,Kirana terdesak dan hanya fokus ke Agatha yang sengaja mempermainkannya.


Sudah sedari tadi ia tak berhasil merebut bola,apakah ini kekalahan pertama Kirana?


(Suara bel berbunyi) Agatha langsung menghentikan permainannya dan kembali ke pinggir lapangan.


"Hei keluar sebelum selesai itu tandanya kalah" teriak Kirana dengan nada tingginya.


"Baiklah aku kalah kalian menang" balas Agatha cuek sambil berjalan ke arah gerbang,Kirana hanya mendesis keras ia sangat kesal karena seorang cewek cupu berhasil mengalahkannya dalam beberapa menit.


"Anak yang menarik" seru seorang siswa berbaju olahraga yang kebetulan ada di sana,mungkin ia juga anggota dalam ekskul basket.


Terima kasih sudah membaca😊


Jangan lupa like, vote dan komentar😊

__ADS_1


__ADS_2