Anak Selir

Anak Selir
Tugas Dari Erick


__ADS_3

Ibu si kembar langsung menghampiri Nathan ke dalam ruang kesehatan ia sangat sedih karena putranya yang selalu bertindak sesuai keinginannya.


"Nathan apa kamu yakin?" tanya Ibunya ragu sambil menatap putranya.


Nathan mengangguk yakin kemudian memegang tangan ibunya untuk meminta restu.


"Mami ijinkan aku bertanggung jawab" seru Nathan serius.


Nichol yang berada di sana goyah,ia kecewa dengan keputusan kakaknya di sisi lain ia juga tidak mau Jessica menikah dengan Faizal si bejat itu.


Hatinya terasa sakit,ia sebenarnya juga suka dengan Jessica bahkan lebih dulu menjadi pengagum rahasia Jessica dibanding Nathan.


"Mami gak setuju kamu menikah dengan Jessica biarkan saudaramu menggantikan dirimu Mami gak ikhlas" jawab ibunya sambil menepis tangan Nathan.


Nichol terkejut dan kecewa bukan karena akan menikah dengan Jessica akan tetapi sikap ibunya yang pilih kasih terhadap dirinya sudah terlalu lama ia memendam ini.


"Nichol kecewa sama Mami" seru Nichol kecewa.


Rasanya sakit setiap kali melihat ibunya memanjakan Nathan setiap hari,ia tahu dirinya egois jika mementingkan dirinya sendiri,tapi salahkah jika ia membutuhkan kasih sayang?


"Nichol udah ngalah dari dulu Mi" teriak Nichol marah.


Nathan terdiam sambil menunduk,dadanya tiba-tiba terasa sangat sakit sampai akhirnya dia jatuh pingsan ke lantai.


"Nathan" teriak semua orang berlarian membantu Nathan.


Mereka segera mengangkat Nathan dan membawa Nathan ke rumah sakit.


Suasana semakin mencekam saat Nathan harus masuk UGD karena keadaannya yang semakin parah.


Keluarga Nathan terus menunggu kabar dari dokter sedangkan para guru kembali ke sekolah dan menjalankan tugas mereka masing-masing,biar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.


Faizal terdiam di bangku rumah sakit,ia juga ikut membantu saat Nathan jatuh pingsan.


Agatha duduk di samping Faizal yang sedang merenung ia mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Faizal.


"Aku yakin kamu bukan pelakunya" seru Agatha tiba-tiba.


Faizal menoleh lalu tersenyum getir.


"Gue kecewa sama diri gue sendiri" jawab Faizal sedih.


Agatha terkejut saat menerima pesan dari nomer asing ia kemudian membaca pesan yang dikirim oleh nomer tidak dikenal.


Nomer tersebut meminta Agatha untuk datang ke atap rumah sakit segera.


Agatha sebenarnya tidak ingin datang ke atap rumah sakit dan berniat mengabaikan perintah itu tapi karena ancaman tersebut nyata mau tak mau ia harus datang.


Agatha akhirnya sampai di atap rumah sakit tak ada siapapun di sana, tiba-tiba hujan deras menimpa tubuhnya ia tak bisa menghindar dan dengan terpaksa ia harus terguyur derasnya air hujan.

__ADS_1


"Akhirnya kami datang juga" pekik seseorang di belakang Agatha.


Diiringi hujan deras Agatha membalikkan tubuhnya,terlihat seorang pria berbaju dinasti kuno berdiri tepat di depannya.


Matanya merah menyala dan wajahnya tampan rupawan, orang tersebut adalah orang yang sangat ia kenal.


"Erick" gumamnya pelan.


Dia tersenyum lalu berjalan mendekati Agatha yang berdiri dengan waspada.


Walaupun demikian tidak ada sedikit pun rasa takut dalam diri Agatha.


"Apa yang kau mau" seru Agatha waspada.


Pria itu tertawa lalu menyentuh dagu Agatha.


"Aku ingin memberimu tugas" jawabnya dingin.


"Maksudmu?" jawab Agatha tak kalah dingin.


Dia kembali tertawa lalu berjalan memutari Agatha.


"Kau harus menemukan pelaku yang telah melakukan semua ini" jawab pria itu sambil tersenyum.


"Kau harus memberikanku nyawanya kalau tidak nyawa temanmu yang akan aku ambil" lanjut pria itu.


Agatha tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi semakin ia berusaha lepas dari semua masalah ini semakin banyak pula masalah yang datang pada dirinya.


Agatha turun dari atap rumah sakit kemudian menemui Jessica yang sedang duduk berada di ruang tunggu.


"Jess mau aku antar pulang" ajak Agatha dengan senyum ramah.


Jessica menggeleng lalu berjalan ke pintu kamar Nathan.


"Gue mau nungguin Nathan sampai dia sadar" jawabnya dengan mata berkaca-kaca.


Saat mereka sedang berbincang Alice datang menghampiri Agatha dan Jessica.


Alice memang selalu datang ke rumah sakit ini untuk menjenguk Angga walaupun tidak diijinkan masuk Alice tetap setia datang setiap hari.


"Kalian sedang apa di sini?" tanya Alice heran.


"Kami sedang menjenguk teman kami Bu" jawab Agatha pasti.


Alice mengangguk lalu pergi duduk di bangku tunggu rumah sakit.


Padahal Agatha sudah selalu melarang ibunya untuk datang tapi dia tetap keras kepala dan tidak mau mendengarkan Agatha.


Alex pulang ke rumah dengan wajah masam,rasanya melelahkan mengasuh seorang anak yang masih bayi.

__ADS_1


"Kak Vania mana sih" gumamnya kesal.


"Alex" panggil Kak Vania khawatir saat melihat Alex sedang menggendong Azka.


"Kamu kemana aja dicariin gak ada" tukasnya ikut kesal


Alex menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,lalu memberikan Azka kepada kak Vania.


"Aku kembali ke sekolah dulu ya kak istirahat udah mau abis" pamit Alex sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Saat sampai di sekolahan Alex sangat terkejut saat melihat sekolahan sudah sepi ternyata para murid terpaksa dipulangkan karena tidak bisa ditenangkan.


Alex menghela nafas panjang lalu kembali ke arah parkiran sekolah,terlihat Rara sudah menunggunya dengan wajah kesal di depan gerbang.


"Alex!" teriaknya kesal.


"Kenapa Ra?" balasnya dingin.


Rara semakin kesal karena Alex tidak bersikap dingin bukannya meminta maaf ia malah mengacuhkan Rara sebagai pacarnya.


"Oh iya mulai hari ini kita putus ya gue mau fokus sekolah" seru Alex sambil memakai helmnya.


"Apa?" jawabnya terkejut saat Alex memutuskannya ia tak menyangka kalau hubungannya akan sesingkat ini.


Alex meninggalkan Rara dengan wajah cueknya,saat di perjalanan ia bertemu dengan Kevin si ketua OSIS.


"Dari mana aja lo Vin" sapa Alex ramah.


Kevin yang sedang berjalan di trotoar menghentikan langkahnya begitu juga dengan Alex.


"Baru dari rapat OSIS ini mau pulang" jawabnya tegas.


"Oh mau gue anterin?"


"Gak usah ntar ngerepotin"


"Gak usah gue bawa motor kok" jawab Kevin sambil menunjuk motor ninja 250R di parkiran sekolah.


Alex terkejut melihat motor mahal itu lalu mengurungkan niatnya mengantar Kevin.


"Gue pusing banget Lex" ucap Kevin tiba-tiba.


"Kenapa"


"Jessica hamil di luar nikah" jawabnya sambil menepuk jidat.


Alex terkejut setelah mendengar berita dari Kevin,walaupun dia tidak tahu Jessica itu siapa tapi yang pasti berita ini akan membuat nama baik sekolah terancam.


"Bejat banget tuh orang" balas Alex kesal.

__ADS_1


Kevin mengangguk lalu pergi meninggalkan Alex tidak lupa ia mengingatkan Alex kalau minggu depan ia harus mengurus acara prom queen yang akan diselenggarakan setelah ujian kenaikan kelas.


__ADS_2