Anak Selir

Anak Selir
Kerja Kelompok


__ADS_3

Selamat membaca😊


Angga memberikan sebuah baju couple kepada Agatha dan Alice,mereka berdua terheran heran dengan baju yang mereka pegang itu,melihat kedua wanita itu sedang kebingungan Angga tertawa ringan lalu


membuka jas dan kemeja putihnya itu,dengan cepat Fang Yin menutup mata Ibunya itu,Angga sedikit merasa tersinggung melihat reflek Agatha setelah Ia membuka baju.


Padahal ia hanya ingin menunjukan baju yang ia pakai sama dengan baju yang ia berikan pada Agatha dan Alice,kaos itu berwarna putih dengan gambar satu keluarga bahagia yang terdiri dari Ayah,ibu dan anak.


Sepertinya Angga sangat berharap dia dapat diterima kembali oleh keluarga kecilnya itu,Alice memegang baju itu dengan tatapan sayu,sebenarnya ia juga ingin kembali lagi menjadi keluarga bahagia.


Tapi ia tak ingin kalau Agatha akan menjadi korban hanya karena Alice ingin kembali bersama Angga.Alice mengembalikan baju itu ke tangan Angga lalu masuk kembali ke dalam kamar apartemen.


Fang Yin kembali kebingungan dengan tingkah laku ayah dan ibunya,ia bertekad akan menyatukan mereka walaupun ia sedikit tidak suka dengan Angga ayahnya.


"Agatha Ayah harap kamu dapat menerima Ayah agar bisa membuat lembaran baru lagi" seru Angga dengan tatapan sedih.


Fang Yin tak bisa berkomentar apa-apa ia saja tak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua.


"Maaf saya masuk dulu" Fang Yin meninggalkan Ayahnya dengan penolakan yang begitu menyakitkan,Angga berjalan pelan ke arah lift.


Kebetulan Erick keluar dari ruangan nya,karena ingin membuang sampah.


"Ehh..Om Angga" sapa Erick sambil mencium tangan Angga.


Melihat wajah Om Angga sepertinya telah terjadi pertengkaran yang membuat Angga sedih,Erick tak mau menggangu Angga dan pergi begitu saja dari hadapan Angga.


"Erickk.."


"Ehh...iya om ada apa?.."Erick membalikan tubuhnya karena Angga memanggil dirinya.


Angga dengan tatapan sayu mengajak Erick keluar dan berbicara.


"Kenapa Om Angga ngajak bicara ya kok gue jadi deg deg gan.."gumam Erick.


Erick mengikuti Angga dari belakang,hingga turun dari apartemen,Erick ijin sebentar untuk membuang sampah lalu kembali lagi ke sana.


"Ada apa ya om?" Erick kembali memulai pembicaraan.


"Gimana kelakuan Agatha kalau di sekolah rick,apa masih penakut?" tanya Angga pada Erick.


Erick menaikkan kepalanya dan menggeleng.

__ADS_1


"Agatha udah gak kaya gitu lagi om,sekarang dia sudah berubah, tadi siang aja dia menghajar orang yang ngambil uang saya"


Erick bercerita panjang lebar membuat Angga tak percaya dengan perkataannya,ia mengira kalau Erick hanya membual karena dari kecil Agatha takut dengan segala hal di sekitarnya sehingga membuatnya tak  bisa belajar bela diri.


Mana mungkin tiba-tiba dia bisa menghajar pemalak kelas?,memang Agatha berhasil membuatku tertekan dan gemetar dengan tatapannya,tapi itu masih tidak mungkin,pikir Angga.


Angga tertawa dihadapan Erick,membuat Erick mati kutu dan tak dapat berkata-kata.


Erick hanya membalasnya dengan tawa kecil dan garukan kepala,kini ia yang menjadi pembualnya.


Angga berdiri dan pergi begitu saja dari samping Erick,Ia memasuki mobil hitam mewahnya,Erick terpukau dengan kekayaan Ayah Agatha.


Erick yang sadar sudah di tinggal sendiri akhirnya kembali masuk ke apartemen.


Setelah masuk ke dalam mobil,Angga memandangi foto Agatha waktu kecil,ia berharap bisa memutar waktu agar ia bisa menebus semua kesalahannya.


Angga pov~


Sekarang Agatha sudah berada di tangan yang tepat membuatku tak bisa ikut campur urusan mereka lagi,tapi aku berharap bisa diberikan satu kesempatan lagi walau hanya satu jam.


Angga mulai melajukan mobil mewah nya itu, yang semakin lama semakin jauh,Fang Yin yang sedari tadi mengintip Ayahnya dari balik jendela,membaca aura Ayahnya.


Berharap bisa memutar balikan keadaan agar ibunya bisa bahagia bersama dengan orang yang ia cintai.


Ia mulai menerima kenyataan yang ada dan berusaha untuk hidup menjadi Agatha,dia harus melanjutkan hidupnya sebagai Agatha.


Malam berganti menjadi pagi,ayam berkokok keras membangunkan Agatha yang sedang tertidur lelap di atas kasur nya,seperti biasa Agatha menggosok gigi dan mandi.


Setelah mandi Agatha keluar menghampiri ibunya yang sedang duduk menonton tv,Ibunya menoleh saat melihat Agatha menghampirinya.


Ia terkejut dan tertawa keras karena Agatha memakai seragam sekolah pada hari Minggu,seharusnya setiap hari minggu semua orang akan berlibur bersama keluarga.


"Agatha kok kamu pakai seragam sih nak" tanya ibunya tetap tertawa geli


Pipi Agatha memerah dia tak tahu kalau setiap hari minggu sekolah akan diliburkan.


Alice menghentikan tawanya sejenak dan menyuruh Agatha duduk di sampingnya,ia membelai Agatha dengan penuh kehangatan membuat Agatha memejamkan matanya.


Saat mereka sedang asyik berdua,tiba-tiba hp Agatha berbunyi sedari tadi namun tidak dipedulikan Agatha karena ia tak tahu bunyi apa itu.


"Agatha..hp kamu banyak pesan tuh..kamu gak buka hp ya?" tanya ibunya kepada Agatha.

__ADS_1


Agatha kebingungan ia saja tak tahu cara menggunakan hp,Agatha masuk ke kamarnya dan mengambil hpnya dari atas meja belajar.


"Ini bu Agatha gak tahu cara gunain nya" seru Agatha sambil tersenyum.


Ibu Agatha kebingungan dan terdiam.


Alice Pov~


Sejak kapan Agatha gak bisa gunain hp?,padahal dulu dia sangat pandai bermain hp apalagi bermain game tapi sekarang,kenapa ia jadi gaptek?


Ibunya menganggukan kepalanya dan menerima hp merek terbaru pemberian ayah Agatha bulan lalu.


Alice kemudian membuka hp Agatha terpampang jelas foto mereka bertiga membuat Alice bersedih.


Menyadari Ibunya Yang sedih ia kemudian merebut hp itu dari tangan ibunya.


"Ohh..ya Agatha baru inget cara gunainnya" teriak Agatha sambil berlari keluar kamar.Saat ia membuka pintu Rendy berdiri di sana dengan tangan akan mengetuk pintu.


"Renn..Ren..dy..kok bisa ada di sini?" tanya Agatha gagap.


Terlihat ekspresi Rendy tak karuan,ia sepertinya sudah berada lama di depan pintu apartemen Agatha,tapi masih ragu untuk mengetuk pintu.


"Enggak gue tadi salah ruangan" jawab Rendy dingin lalu pergi meninggalkan Agatha yang berdiri di depan pintu. Tanpa pikir panjang Agatha berlari mengejar Rendy yang akan masuk lift.


Akan tetapi Rendy tiba tiba berhenti dan membalikan tubuhnya.


Karena Agatha berlari sangat kecang dan lantainya sangat licin,Agatha tak bisa menghentikan kakinya dan malah memeluk Rendy.


Rendy Pov~


Sejak kapan gue jadi orang mesum kaya gini,rasannya deg-degkan,apa gue sakit jantung ya?


Setelah sadar dari lamunannya Rendy mendorong Agatha dari pelukannya.


"Ahkk..maaf aku tidak sengaja" seru Agatha menunduk dengan pipi memerah.Rendy berusaha menahan ekspresinya agar tetap terlihat keren.


"Santai aja kali.." jawabnya lalu kembali ke apartemen Agatha.


Terima kasih sudah membaca😊


Jangan lupa like, vote dan komentar😊

__ADS_1


__ADS_2