Anak Selir

Anak Selir
Drama Queen


__ADS_3

Selamat membaca😊


Rara terkejut saat melihat Alex berdiri tepat di hadapannya,Rara seperti mati kutu karena sudah tertangkap basah selingkuh dengan pria lain.


Rara yang tak punya pilihan ia lalu berlari menghampiri Alex yang berdiri tanpa ekspresi lalu memeluknya.


"Sayang sebenarnya itu adik sepupu aku" serunya manja sambil terus memeluk tubuh Alex,tanpa kata-kata Alex kemudian melepas semua jam,sepatu hingga jaket yang ia pakai saat ini,lalu mengembalikannya pada Rara.


"Sayang maksud kamu apa?" timpal Rara sambil meneteskan air mata palsu.


"Rara dia siapa kamu" tanya laki-laki yang ada di sebelahnya sambil menutupi dirinya dengan jaket karena menjadi pusat perhatian.


Rara saat ini kebingungan harus memilih siapa,Alex yang wajahnya tampan tapi tidak kaya atau selingkuhannya yang kaya tapi tidak tampan.


Tanpa berkata apa-apa selingkuhan Rara pergi meninggalkan tempat itu karena tak suka menjadi pusat perhatian,dia juga harus menjaga kelakuan di depan orang banyak.


Rara yang tak rela sumber uangnya pergi begitu saja kemudian mengejarnya tapi orang tersebut sudah pergi jauh dengan menggunakan taxi.


Rara yang tak punya pilihan kembali dalam pelukan Alex,tapi Alex malah mendorongnya hingga terjatuh.


"Gak usah sok drama queen.."


Alex pergi meninggalkan Rara yang terduduk di tanah sehabis didorong.Namun Rara tidak menyerah begitu saja dia kemudian berlari menampar Alex yang sedang berjalan.


Alex terdiam,ia kemudian menatap tajam ke arah Rara yang tadi menamparnya,terlihat jelas bahwa Rara gemetar dan ketakutan setelah menampar pacarnya itu.


"Kamu juga selingkuh sama cewek itu kan" serang Rara berusaha membalikan keadaan,Rendy yang sedari tadi tidak mau campur tangan akhirnya menghampiri Alex


karena ia sadar bahwa semakin banyak orang yang melihat kejadian itu.


"Lex...mendingan kita pergi aja daripada dilihatin banyak orang" bisik Rendy berusaha menenangkan Alex yang naik pitam.


"Mulai hari ini kita putus Ra" seru Alex sambil pergi bersama sahabat karibnya itu.


Rara tetap tak mau menyerah dan kembali mengejar Alex agar Alex mengalah dan mau berpacaran lagi dengannya.


"Sekarang baru kamu putusin aku padahal aku udah beliin semua barang yang kamu mau" jawab Rara sambil menangis terisak-isak.

__ADS_1


Rara berusaha untuk mencari simpati orang-orang yang melihat kejadian ini,Alex berbalik dan membantu Rara yang terduduk sambil menangis.


"Seperti nya rencana ku berhasil" gumam Rara sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan


Dibalik dua tangannya itu Rara tersenyum licik dia  juga berhasil membohongi semua orang dengan aktingnya.


Setelah Alex membantu Rara berdiri,dia mengambil sebuah benda di dalam tas besarnya.


Srakk...uang ratusan ribu berjumlah jutaan rupiah dilemparkan Alex membuat Rara terdiam dan menghentikan tangis palsunya itu.


Orang orang berteriak melihat kejadian itu.


Entah mereka senang melihat kejadian itu atau bersimpati kepada Rara,


mereka hanya sibuk memotret dan mengambil video untuk disebarkan di media sosial.


Rara sudah tak bisa bergerak,derai air matanya juga berhenti begitu saja,hingga kaki dan tangannya ikut gemetar tak karuan setelah melihat laki-laki dingin dihadapannya itu


"Wahh..sayang banget tuh uang" gumam Rendy dalam hati sambil mengikuti Alex yang pergi setelah melempar uang jutaan rupiah dari tas besarnya.


"Kaya pelakor yang lagi viral..tapi bedanya ceweknya yang selingkuh" bisik orang-orang satu sama lain.


Sedangkan Rendy dan Alex mengubah niatnya untuk mengikuti Agatha,mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing dengan suasana tegang.


"Yaudah Lex gue pulang dulu"seru Rendy sambil menepuk punggung Alex lalu pergi ke arah yang berlawanan,Alex tak menjawab dan melanjutkan perjalanan menuju apartemen tempat ia tinggal untuk mengemas pakaiannya.


Sementara itu Agatha dan Ayahnya di restoran itu...


"Kok kayaknya ada ribut-ribut di luar" timpal Angga di depan putrinya yang sedang memakan daging panggang medium itu.


Agatha tak menjawab apa-apa dan melanjutkan makan siangnya itu,ia memang sedari tadi sudah merasakan kalau ada aura sedih dan aura berkhianat di luar.


Mungkin itu masalah orang lain yang tidak perlu ia campuri.Angga lalu mengalihkan perhatiannya pada Agatha yang sedang makan,membuat Agatha sedikit merasa tidak nyaman.


Angga membelai rambut hitam putrinya sambil memasang senyum sayu.


"Gak biasanya kamu makan sopan gini biasanya kamu bakal nyuapin Ayah" seru Angga sambil tertawa kecil membuat Agatha menyemburkan air yang baru ia minum.

__ADS_1


"Akhh..maaf Ayah tadi aku gak sengaja" timpal Agatha lalu berlari ke kamar mandi karena malu,kebetulan Rara yang sedang menangis terisak isak juga masuk ke toilet tempat Agatha berada.


Agatha Pov~


Apa yang sebenarnya tadi aku lakukan,seharusnya aku bertingkah seperti Agatha.


Tapi aku tidak tahu apa-apa mengenai Agatha.


Saat Agatha melamun di depan kaca cermin,tiba-tiba pintu toilet dibanting keras oleh seorang gadis.


Brakk..Agatha kaget dan menoleh ke arah pintu itu.


Terlihat Rara berdiri dengan penampilan tidak karuan,make upnya luntur karena derai air mata, sedangkan bajunya juga kotor karena beberapa kali Rara terduduk di tanah saat ia bertengkar dengan Alex.


Rara menatap tajam ke arah Agatha,seakan-akan ia akan melampiaskan kekesalan nya kepada Agatha.


Agatha gemetar melihat Rara yang penuh dengan emosi.


Sepertinya ini terjadi karena trauma pemilik tubuh sebelumnya.


"Kenapa tubuh ini gak mau gerak" gumam Agatha dalam hati,semakin lama Rara semakin mendekat sambil tersenyum kejam.


"Kau pasti lihat semuanya kan?" tanya Rara pada Agatha yang tepat berdiri di depan nya.Agatha tak punya pilihan selain menutup matanya ia tidak bisa mengontrol dirinya karena ingatan lama pemilik tubuh ini.


Rara tersenyum sambil mengangkat satu tangannya,Agatha seolah bersiap untuk mendapat tamparan keras dari gadis pembully di depannya.


"Ini semua karenamu" teriak Rara sambil melayangkan satu tangannya,akan tetapi tamparan itu tak sampai ke pipi Agatha karena seorang pria memegang tangan Rara.


Angga Ayah Agatha sudah berdiri dengan ekspresi marah,karena putrinya hampir ditampar seseorang.Angga kemudian menampar balik Rara karena tak sanggup menahan emosinya.


Plakkk..tamparan keras melayang di pipi Rara,Agatha terkejut dan membuka matanya,ia melihat Rara yang sudah terduduk sambil memegangi pipinya yang merah karena tamparan.


"Mbak..jangan seenaknya hanya karena kesalahan yang mbak buat sendiri,bukan berarti putri saya yang harus jadi korbannya"


Teriak Angga panjang lebar pada orang yang akan melukai putrinya.


Angga tidak kuasa menahan emosinya ia ingin menampar Rara sekali lagi namun Agatha menghentikannya.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca😊


Jangan lupa like, vote dan komentar😊😊


__ADS_2