
Selamat membaca😊
Sungguh malam yang sangat mengerikan bagi Angga,orang-orang yang melihat kecelakaan itu pun miris saat melihat kondisi Angga yang sudah tak sadarkan diri.
Orang-orang langsung menghentikan kendaraan mereka kemudian menghampiri Angga yang terjepit body mobil.
Sedangkan pelaku tabrak lari itu malah kabur entah kemana dan tidak bertanggung jawab.
"Astaga ada korban tabrak lari" teriak salah satu pengendara mobil,ia lalu menghentikan mobilnya dan menghampiri Angga yang sedang sekarat.
Tak lama setelah kejadian itu mobil ambulans dan beberapa anggota dari kepolisian datang untuk memeriksa tempat terjadinya kecelakaan.
Kecelakaan itu menimbulkan kemacetan di jalan raya hampir berpuluh puluh kilometer,tetapi setelah Angga di bawa ke rumah sakit,arus jalan kembali mulai lancar.
Mobil Lamborghini Angga yang ringsek juga diderek ke pinggir jalan walaupun membutuhkan waktu berjam-jam untuk membersihkan kendaraan bekas kecelakaan itu.
Sementara itu Alice di tengah perjalanan masih marah dan tak mau berbicara dengan Agatha,ia pasti merasa sangat kecewa karena Angga telah membawa Agatha pergi tanpa seijinnya.
Setelah sampai di rumah,Alice langsung mengunci diri di dalam kamarnya,sedangkan Agatha juga tak dapat berbuat apa-apa karena sedari tadi ibunya tak mau bicara.
Agatha lalu masuk ke dalam dapur untuk memasak makan malam sederhana untuk ibunya,walaupun ia tak pandai memasak ia tetap terus mencoba sampai akhirnya beberapa bahan makanan terbuang sia-sia.
Saat Agatha akan memotong motong sayur mayur,ia tak sengaja melukai jari tangannya hingga darah terus mengalir keluar dari jari manisnya.
"Aduh" teriakan Agatha sampai ke kamar Alice,karena merasa khawatir Alice menghampiri anaknya yang baru pertama kali memasuki dapur.
"Agatha..kamu kenapa" seru Alice membuat Agatha terkejut kemudian menjatuhkan sebuah piring hingga kedua kakinya terluka.
" Agathaa! " teriak Alice sambil memegangi pundak Agatha lalu memapahnya ke meja makan.
Agatha hanya melamun melihat ibunya yang tiba-tiba merasa gelisah,entah kenapa perasaannya juga tak enak seperti ada malapetaka yang akan menghampiri orang terdekatnya.
"Agatha!,jangan melamun kalau lagi masak!" bentak ibunya dengan ekspresi marah karena rasa khawatirnya yang begitu besar.
Agatha hanya menunduk,sambil terus menatap Alice yang sedang mengobati kakinya yang mengeluarkan darah.
"Aku khawatir bu" celetuk Agatha yang membuat Alice terheran-heran.
Waktu terus berjalan,sekarang sudah hampir tengah malam,Agatha kemudian melangkahkan kakinya pelan-pelan masuk ke dalam kamar dan meninggalkan dapur yang sangat berantakan.
"Hah" Agatha kemudian menarik nafas panjang dan masuk ke dalam kamar untuk berpikir sejenak.
Agatha kemudian menjatuhkan dirinya ke atas kasur,Agatha yang belum mengantuk kemudian menatap foto ayah dan ibunya.
Tak ada yang aneh dari tingkah Agatha,sampai sebuah foto terjatuh hingga kaca bingkai foto tersebut pecah berserakan.
__ADS_1
"Astaga" teriak Agatha yang kaget melihat foto yang ia pandangi tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya.
Suasana yang hening kini berubah sedikit menyeramkan setelah foto itu jatuh.
"Hah..pasti karena kekuatanku" gumam Agatha lalu kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Ia juga menyelimuti tubuhnya yang sangat dingin dengan selimut.
Keesokan paginya....
Suara kendaraan lalu lalang mulai terdengar keras,Agatha kemudian menarik selimut hangat dari atas tubuhnya kemudian berdiri dari atas ranjangnya.
Saat keluar dari kamar,ia sangat terkejut melihat ibunya duduk termenung di lantai dan menangis tak henti-henti.
"Ibu..ibu kenapa?" tanya Agatha sambil menatap khawatir mata ibunya yang memerah.
Sepertinya sudah sedari malam Alice menangis hingga matanya memerah rambutnya juga berantakan sepertinya ada hal yang sangat berat menimpanya.
Agatha tidak mendengarkan tangisannya karena ia sudah terlarut dalam mimpinya.
Terdengar ibunya menggumamkan kata-kata kecil yang tak sanggup Agatha dengar.
"Ibu kenapa duduk di bawah lantai?" tanya Agatha kembali sambil menatap ibunya yang sudah seperti orang gila.
"Ayahmu" kata-katanya terpotong karena air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Ayahmu kecelakaan!" jawab Alice dengan hati yang hancur.
Dia merasa sangat bersalah,seandainya saja kalau kemarin ia tak memarahinya kecelakaan ini tak mungkin terjadi.
Agatha sangat terkejut,kini kekhawatirannya benar-benar terjadi,ia langsung berlari keluar meninggalkan ibunya yang masih menangis di bawah lantai.
Agatha tak percaya dengan perkataan ibunya dan akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Angga.
Saat ia keluar dari apartemen terlihat Alex sudah berdiri dengan memakai seragam sekolahnya,dia seakan akan tahu kalau Agatha akan keluar dari apartemen.
"Agatha?" tanya Alex yang heran melihat Agatha berlarian keluar dengan baju tidurnya.
"Agatha kamu belum mandi?" seru Alex sambil tertawa,tapi candaannya di abaikan Agatha,terlihat jelas bahwa air mata mulai berlinang di atas pipinya.
"Antar aku ke rumah sakit dekat sini" seru Agatha tergesa-gesa lalu naik ke atas motornya.
Alex tak bisa berkata-kata dan hanya mengangguk tanda ia setuju untuk mengantar Agatha ke tempat tujuannya.
"Brrmmmm.." motor tua itu mulai menyala dan membawa mereka berdua ke rumah sakit yang Agatha minta,tanpa Agatha sadari ia mulai memeluk tubuh di depannya.
__ADS_1
Degg..degg,jantung Alex langsung berdetak kencang,pipinya memerah saat Agatha terus memeluk tubuhnya dari belakang.
Alex Pov~
Alex sadarlah dia hanya teman sekelas mu,kau tidak boleh terbawa perasaan pribadi hanya karena dia memeluk mu,Lex sadar lah sadarlah!!.
Alex terus berceloteh dalam pikirnya,ia tak mau jujur pada dirinya sendiri bahwa ia sebenarnya menyukai Agatha lebih dari teman.
"Emm..Agatha lo kenapa ke rumah sakit pagi pagi?" tanya Alex seketika tersadar bahwa orang yang dipirkannya ada di sini.
"Ayahku masuk rumah sakit" jawab Agatha sedih sampai ingin meneteskan air mata.
Deg!,jantung Alex berdetak lebih kencang,entah perasaan apa ini,ia merasa bahwa dirinya telah egois dan hanya mementingkan perasaan dirinya sendiri.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai ke rumah sakit pusat kota,Agatha langsung berlari meninggalkan Alex sendirian di parkiran rumah sakit.
"Uhh..apa yang harus ku lakukan?" gumam Alex kebingungan harus sekolah atau tetap di sini menemani Agatha.
"Bolos sehari gak masalah kan?" celoteh Alex kemudian berjalan masuk ke rumah sakit.
Agatha bertanya ke pada suster rumah sakit dimana kamar Ayahnya,tapi anehnya suster itu hanya terdiam dan pergi meninggalkan Agatha begitu saja.
"Ada apa dengan suster itu?" gumam Agatha lalu memutuskan untuk mencari kamar Angga dengan kemampuan yang ia miliki.
Agatha merasakan ada aura kesedihan dan dendam dari kamar VIP di pojok rumah sakit,ia lalu menghampiri ruangan tersebut namun sayang ada dua orang bodyguard yang menghalangi nya.
"Biarkan aku lewat" bentak Agatha berusaha menerobos dua pria berbadan kekar itu.
"Maaf ini kamar VIP jadi tidak bisa dimasuki sembarangan orang" jawab bodyguard berjas hitam itu sambil mendorong Agatha hingga terjatuh di lantai.
"Saya anak tuan Angga" teriak Agatha sangat kesal hingga matanya tiba-tiba memerah.
"Dan saya ibunya Angga" tiba-tiba terdengar dari belakang Agatha suara seorang wanita yang tak lain adalah Nyonya Anggara.
Dia lalu menarik rambut Agatha yang sedang terduduk di atas lantai.
"Ini semua karena kamu dan wanita murahan itu!" seru Nyonya Anggara sambil menangis tak karuan setelah melihat anaknya sekarang tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.
Agatha hanya menatap wajah neneknya dengan wajah pucat,ia tak bisa berkata-kata sampai seorang gadis melepas tangan Nyonya Anggara dari kepalanya.
"Nenek sabarlah" seru Ratu sambil memeluk tubuh Nyonya Anggara yang bergetar hebat.
"Tapi dia yang membunuh Anggaaa!" tangisan itu semakin kencang,sepertinya ia sangat tak rela kalau aset sumber hartanya kini sedang koma tak sadarkan diri.
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊