
Selamat membaca😊
Agatha yang berada di samping Jessica semakin merasa jadi obat nyamuk yang tak dianggap saat kedua pria tampan ini terus mendekati Jessica.
"Ehh..Nathan,Nichol...,kalian dari mana aja" seru Jessica sambil mengambil kedua botol air mineral itu lalu memberikan salah satunya kepada Agatha.
"Emang lo siapa pengen tahu!" pekik Nathan berusaha tetap bersikap dingin pada siapapun padahal sebenarnya dia memang ingin diperhatikan.
Agatha menarik nafas panjang dan pergi sambil menarik Jessica yang hanya bisa berdiri polos tanpa tahu apa arti perkataan Nathan.
"Udah-udah mendingan kita cari Melati" timpal Agatha sambil meninggalkan kembar ganteng itu.
Terlihat jelas ekspresi kecewa dan sedih di wajah remaja kembar itu,tetapi mereka hanya bisa pasrah sambil mengikuti Agatha dari belakang
"Melati lo dimana?” teriak Agatha dan Jessica kompak,sampai akhirnya mereka berhasil menemukan Melati yang sedang berada di dalam kerumunan orang.
Semua murid berteriak saat lomba basket antar sekolah diadakan di lapangan sekolah mereka,yang sontak membuat para siswi kegirangan karena bisa melihat idola mereka bertanding.
"Melati!" panggil Agatha sambil memegang tangan Melati.
"Apaan sih Tha gue lagi liat yayang bebeb ku!" teriak Melati sambil terus bersorak kegirangan.
Di antara semua orang yang menonton pertandingan itu hanya Melatilah siswi yang paling heboh sampai menjadi pusat perhatian.
"Biarin ajalah kak,hari ini kita harus santai kaya di pantai!" tegas Jessica sambil menarik nafas panjang seakan dia memang sedang berada di tepi pantai.
Agatha hanya bisa mengganggukan kepalanya,lalu pergi duduk di tangga salah satu lapangan sambil menonton pertandingan basket yang tidak begitu disukainya.
Saat ia sedang menonton pertandingan itu,ia secara tak sengaja melihat Alex,Rendy dan Ratu sedang berjalan bersamaan,mereka seperti seorang malaikat yang berjalan beriringan.
"Ehh itu Ratu kan?" bisik salah seorang siswi yang juga melihat mereka bertiga.
"Sumpah si Ratu kegatelan banget sih" siswi lain yang langsung menjadi haters Ratu hanya dalam sehari.
Tetapi jalannya untuk menggangu Ratu tidak semudah itu.
Terlebih dia selalu dikelilingi oleh para fans yang pastinya tidak terima jika idolanya diganggu para haters,dan ibunya juga tak kalah berkuasa beliau adalah seorang donatur baru terbesar di sekolah ini.
Kalau salah langkah bisa-bisa rencananya menjadi bomerang jika mereka salah bertindak.
"Kak Agatha aku pergi cari makanan ya,dan kalian berdua jagain kak Agatha jangan sampai hilang!" seru Jessica sambil menatap tajam ke arah Nathan dan Nichol.
Setelah berkata demikian Jessica lalu pergi dan meninggalkan ketiga teman satu klubnya.
"Kalian sebenarnya sukakan sama Jessica?" seru Agatha membuat Nathan tersedak saat sedang memakan cilok di tangannya.
__ADS_1
"Enak aja gak usah ngarang ya" bentak Nathan yang malu saat rahasianya diketahui Agatha.
Padahal semua orang pasti juga tahu kalau mereka berdua suka dengan Jessica secarakan mereka selalu mengikutinya kemana pun Jessica pergi.
"Kok Jessica belum balik ya padahal ini udah sejam" seru Agatha tiba tiba merasa khawatir pada Jessica.
"Ahh..santai aja dia gak bakal kenapa-kenapa Jessica kan jago bela diri" seru Nathan cuek dan yakin kalau gadis yang ia sukai baik baik saja.
"Than...jago apanya dari kecil latihan bareng kita aja dia kalah terus" timpal Nichol yang sontak membuat Agatha terkejut.
Deg!!..tiba tiba jantung Nathan berdebar keras,yang tadi raut wajahnya kelihatan cuek berubah total 180°!
Tiba-tiba dia jadi panik sendiri dan merasa bersalah.
"Sudah-sudah kita cari Jessica aja sekarang!" teriak Agatha berusaha tetap tenang.
Agatha lalu menarik tangan Melati yang sedang bersorak sorai riang.
"Apaan sih Tha ganggu orang seneng aja" kesal Melati sambil terus berteriak memanggil nama pemain basket itu satu persatu.
"Udahan nontonnya,Jessica hilang" seru Agatha panik membuat Melati terkejut,ia lalu membalikkan tubuhnya yang gemetar karena tak percaya Jessica hilang begitu saja.
"Lo serius Tha" tanya Melati dengan ekspresi ketakutan,tanpa menunggu jawaban dari Agatha dia langsung berlari ke arah Nathan dan Nichol untuk mencari jalan keluar.
Agatha lalu menyuruh teman-temannya berpencar untuk mencari Jessica.
Agatha dan Melati dengan wajah panik terus mencari Jessica yang sudah tak diketahui keberadaannya itu,Melati juga sedari tadi berusaha keras menelpon Jessica namun tidak diangkat-angkat.
"Aduh Jessica kok enggak diangkat sih!" teriak Melati yang emosi karena Jessica tidak menjawab teleponnya.
Kejadian tak terduga terjadi saat Melati secara tak sengaja bertemu dengan Alex yang sudah membuatnya pingsan tadi.
"Ahh sialan banget gue ketemu orang kaya dia!" seru Melati sambil menekuk kedua tangannya.
"Maksut lo gue?" jawab Alex dengan ekspresi dingin,tiba-tiba Ratu muncul entah dari mana dan memarahi Melati karena telah menggangu bawahannya.
"Tunggu apa maksudnya?" celetuk Agatha yang terkejut saat mendengar kata bawahan dari mulut Ratu,tanpa jawaban yang jelas Melati tiba-tiba mendorong tubuh Alex.
"Hahh kalian ini,sekarang Jessica dalam bahaya,kok kalian malah berantem gak jelas di sini!" bentak Agatha lalu dengan paksa menarik tangan sahabatnya Melati.
Tiba-tiba dari arah berlawanan Nathan dan Nichol datang lalu menghampiri mereka berdua.
"Jessica masih belum ketemu,padahal ini udah mau sore" seru Nathan dengan raut wajah khawatir.
Mereka berempat hanya bisa terdiam seperti sedang memikirkan sebuah rencana untuk menyelamatkan Jessica yang tidak diketahui keberadaannya.
__ADS_1
Saat mereka sedang berpikir tiba-tiba Nathan membuka mulutnya dan mulai berbicara,tapi ada yang aneh pada dirinya ekspresi marah kini terpampang jelas di sorot matanya.
"Ini pasti ulah senior bangsat itu" pekik Nathan sambil memukul meja kantin.
"Maksut lo siapa?" tanya Melati yang penasaran pada orang yang dibenci kembar ganteng itu.
"Siapa lagi kalau bukan,Faizal!" jawab Nathan dan Nichol serempak yang sontak membuat Agatha terkejut.
"Jangan nuduh orang sembarangan kita kan gak kenal sama Faizal!" seru Agatha berusaha untuk tidak berburuk sangka.
"Lo gak tahu apa-apa Tha,Faizal itu pura-pura polos dia bahkan pernah membunuh seorang wanita gara-gara wanita itu hamil anaknya dan dia gak mau tanggung jawab" teriak Nathan emosi.
"Apa?"
"Dulu gue juga ngangep dia kakak kelas yang baik dan friendly ke banyak orang tapi ternyata gue salah"
Nathan mengusap wajahnya,ia sudah tidak sanggup lagi berkata kata.
Usaha Agatha untuk menenangkan Nathan sepertinya sia-sia,karena ternyata Nathan adalah tipe orang yang lebih sering menggunakan kekerasan dibanding pikiran.
Dia dengan hati dan pikiran panas langsung pergi begitu saja meninggalkan adik dan teman-temannya.
"Cewe yang dihamili Faizal dulu gebetannya Nathan makanya dia marah" jelas Nichol mengejutkan.
"Apa?" teriak Agatha dan Melati bersamaan.
Grkk...Agatha lalu mendorong kursi kantin dan berlari menghampiri Nathan sudah terlihat jelas bahwa Nathan akan pergi ke lantai kelas 12 untuk bertemu kak Faizal.
"Hah..ini tangga banyak amat!" gumam Agatha dengan nafas terengah engah, tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh bahu Agatha dari belakang.
Secara spontan Agatha langsung memutar tangan orang yang membuat dirinya terancam,alangkah terkejutnya Agatha saat melihat orang tersebut ternyata adalah Rendy teman sekelasnya.
"Rendy?" panggil Agatha dengan mulut menganga.
"Iya-iya lepasin tangan gue dulu" jawab Rendy sambil merintih kesakitan.
Agatha yang tersadar langsung melepas tangan siswa di depannya.
"Maaf Ren aku kira kamu siapa" celetuk Agatha sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Tiba-tiba Rendy tanpa alasan memojokan Agatha yang sedang merasa bersalah.
Agatha yang terpojok hanya bisa melangkahkan kakinya pelan sambil terus mundur menjauhi Rendy yang bertingkah aneh.
Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar😊🆗