
Selamat membaca😊
"Wahh Andre ya?" seru Agatha sambil tertawa.
"Ehh Andre,lo kenal cewek itu?" tanya Nando kepada Andre sambil terus menggangu Melati yang sudah tak berdaya.
"Ga..gak mungkin gue kenal sama cewek cupu kaya dia!" jawab Andre terbata bata.
Andre berusaha untuk tetap cool di hadapan teman temannya padahal sebenarnya dia takut kepada Agatha.
Sedangkan Agatha tak terlalu peduli dengan basa basi Andre,ia lalu memapah Nathan yang sedang tak sadarkan diri menuruni tangga.
"Melati apa yang kamu lakukan!" teriak Agatha yang terheran heran saat melihat Melati menjadi lemah hanya karena sebuah foto.
Melati tak menggubris perkataan Agatha dan terus berusaha keras mengambil foto yang sepertinya begitu berharga baginya.
Si pembully itu terlihat sedang mempermainkan Melati sesuka hatinya,membuat Agatha mulai geram.
Faizal yang kebetulan berada di tangga hanya terdiam dan tak melakukan apapun padahal pembullyan sedang terjadi di depannya.
"Ahh..kau membuatku kesal!" teriak Agatha keras.
Ia lalu melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah Melati dan pembully itu.
Agatha yang sudah menyiapkan sebuah pukulan,malah dijegal dan meluncur bebas dari lantai 10.
"Ahkkk,sialan!" teriak Agatha yang untungnya belum terjatuh ke dasar gedung.
"Agatha" teriak Melati sambil berlari ke arah Agatha namun Nando malah menarik rambut pendek Melati hingga ia terjatuh ke tanah.
Tiba-tiba Faizal berlari dan menerobos para pembully itu,ia lalu menengok ke bawah atap dengan ekspresi khawatir.
Faizal menarik nafas lega,orang yang ia kira sudah meninggal ternyata masih selamat dan kini bergelantungan di sebuah besi berkarat.
"Agatha lo gakpapa?" teriak Faizal yang hampir tak terdengar karena hembusan angin yang begitu kencang.
"Kenapa kamu baru menolongku sekarang?" gumam Agatha sambil mengerutkan keningnya.
"Yaudah gue pergi aja" jawab Faizal dengan santainya padahal sekarang nyawa Agatha sedang berada di ujung tanduk
"Yang jelas dong kalau mau nolong!" teriak Agatha kesal hingga suaranya hampir habis.
Tangan Agatha mulai mengeluarkan darah karena besi yang begitu tajam.
"Aduh tangan ku sakit!" gumam Agatha sambil merintih kesakitan.
Agatha tak sengaja melepaskan tangannya dari besi itu karena tangannya yang mulai lemas.
"Agatha" teriak Faizal khawatir, ia lalu dengan sigap menangkap tangan Agatha dan menahannya sekuat tenaga.
Ia sadar bahwa ia tak sanggup menarik tubuh Agatha sendirian,ia harus dibantu setidaknya 1 orang siswa laki laki bertubuh besar.
__ADS_1
"Heii kalian cepat bantu dia!" teriak Faizal kesal kepada para pembully itu
Mereka hanya terdiam dan menonton dengan santai,padahal Agatha sedang membutuhkan bantuan mereka seakan tidak punya hati seperti seorang iblis.
Mereka terlihat tak peduli dan terus membully Melati yang tak bisa berbuat apa-apa.
Para fans ketua OSIS yang berada di pojok atap juga malah berlarian menuruni tangga karena takut dengan keadaan itu.
"Sebentar coba kita lihat foto ini!" seru Nando sambil tertawa keras.
Air mata Nando sampai keluar karena terus tertawa tak henti-henti.
"Ja..jangan lihat!" teriak Melati lemas,air mata terus bercucuran deras di pipinya membuat para pembully itu semakin senang.
"Wahh...ini foto siapa?" seru siswa itu sambil menunjukan selembar foto pada Melati.
"Wahh jangan jangan lo penguntit lagi!" ejek Nando sambil merobek foto yang berada di tangannya.
Brakk...tiba tiba saja Melati tak sadarkan diri,ia pingsan setelah foto seorang wanita dari dalam buku tersebut di sobek oleh Nando.
"Nih cewek kenapa?" tanya Nando sang pembully itu pada teman-temannya.
Tiba-tiba sebuah pisau ditodongkan tepat ke arah leher Nando.
Entah dari mana pisau itu di dapatkan Melati,yang pasti nyawa mereka semua sedang dalam bahaya.
"Apa apaan nih!" teriak Nando yang gemetar ketakutan setelah melihat pisau tajam itu.
"Akan kubunuh kau!" teriak Melati kencang.
Brak...satu persatu siswa tersebut berjatuhan,tusukan demi tusukan terus dilakukan Melati yang sudah berubah menjadi orang lain.
Karena kepribadian gandanya kini ia berubah menjadi seorang psikopat yang akan membunuh siapapun orang yang menghalanginya.
Melati tanpa belas kasihan langsung menusuk Nando hingga darah terus mengalir di perutnya.
"Cewek gak waras!" bentak Nando sambil merintih kesakitan, ia kemudian jatuh pingsan setelah perutnya ditusuk oleh Melati.
"Tu..tunggu...Jangan apa apakan aku" pinta Andre sambil terus mundur menjauhi Melati yang terus mendekatinya.
Ia seakan tak percaya teman-temannya sudah dijatuhkan oleh Melati walaupun darah mengalir hebat di tubuh 3 orang itu mereka masih tetap bernafas.
Karena terus berjalan mundur,Andre tak sadar kalau ada batu di sekitarnya ia pun terjatuh dan meluncur bebas melewati Agatha yang sedang bergelantungan.
Agatha tak bisa berkata kata setelah melihat Andre terjatuh dari atas gedung,dia tak sempat menolongnya karena terlalu fokus untuk menyelamatkan diri.
Bayangkan jika tubuh seseorang terjatuh dari ketinggian sekitar 10 lantai entah apa yang terjadi pada orang tersebut yang pasti dia tak akan selamat.
"Jangan lihat ke bawah Agatha!" teriak Faizal dengan suara keras.
Ia khawatir kalau gadis polos seperti Agatha melihat pemandangan yang sangat mengerikan tepat di bawah tubuhnya.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah benda tajam menusuk bahu Faizal dari belakang.
"Apa kau gila?" bentak Faizal dengan darah yang terus bercucuran di bahunya.
"M..Me..Melati" gumam Agatha terbata bata.
Genggaman tangan Faizal yang mulanya kuat kini melemah seolah ia tak sanggup lagi menahan beban tubuh Agatha.
Mata Melati mulai tertutup sepertinya dia tak sadar kalau dia sudah menusuk kakak kelasnya Faizal.
Brak..Melati akhirnya pingsan untuk kedua kalinya,sedangkan Faizal masih berusaha keras untuk tak melepaskan tangan Agatha.
"Agatha!" panggil Faizal keras.
"Deg...deg.." jantung Agatha berdetak keras setelah tahu dirinya akan meluncur bebas dari ketinggian 10 lantai.
Agatha hanya bisa menutup kedua matanya,ia berharap tak ada rasa sakit saat ia mendarat nanti.
Tapi aneh, tubuhnya sama sekali tidak terasa sakit,padahal sudah lewat beberapa menit setelah ia terjatuh tadi.
"Apa ini tubuh ku terbang?" seru Agatha dengan mulut menganga saat melihat tubuhnya tiba-tiba melayang.
Agatha masih tak percaya,orang-orang sepertinya juga tidak menyadari keberadaannya,mereka terlalu fokus pada tubuh Andre yang sudah tak bernyawa.
"Apa kau sudah paham?" tiba-tiba terdengar suara dari jendela di samping Agatha.
"Siapa kau!" teriak Agatha sambil terus mencari sumber suara.
Brukk...setelah terbang selama beberapa menit Agatha terjatuh ke dalam ruang kelas yang berada di dekatnya.
Ia hanya bisa merintih kesakitan saat tubuhnya terbentur lantai kelas.
"Ini pasti mimpi kan?" seru Agatha masih tak percaya.
Tiba-tiba seorang pria berpakaian dinasti kuno muncul dari dalam kegelapan kelas,mulut dan seluruh tubuh Agatha sama sekali tak bisa di gerakan saat ia melihat orang tersebut.
Ia hanya bisa terduduk sambil menatap dingin ke arah orang yang telah menyelamatkannya.
"Seru kan?" timpal Erick yang ternyata adalah pria misterius itu.
"Ini hanya permulaan dan kau akan mengalami hal yang lebih parah lagi!" lanjut pria itu sambil tertawa gila.
Dengan sekuat tenaga Agatha berdiri dan mulai membuka mulutnya,walaupun seluruh tubuhnya sangat sakit ia tetap tak terima Kalau teman-temannya juga ikut terlibat.
"Jangan permainkan hidup ku!" seru Agatha dengan ekspresi dingin.
Erick tertawa keras setelah mendengar perkataan Agatha,seakan akan ia bukan lah seorang manusia melainkan iblis yang berusaha menghancurkan umat manusia.
"Masih banyak rahasia yang perlu kau ketahui!" seru Erick sambil tersenyum,ia tiba-tiba menghilang saat Agatha akan memukul wajah iblis gila itu.
Agatha tak paham dengan apa yang dikatakan Erick tadi yang pasti sekarang nyawa teman-temannya sedang dalam bahaya.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, vote dan komentar😊🆗