Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.11


__ADS_3

"I- itu.. aku tidak takut aku hanya kaget." Ucap Clarisa.


"Baiklah baiklah aku percaya." Kata Mago yang masih tertawa.


"Ada apa? Kenapa memanggil ku?" Tanya Mago.


"Oh iya, apakah Mama mulai curiga soal identitas ku?" Tanya Clarisa.


"Sejauh ini tidak, memang kenapa?" Jawab Mago.


"Huh syukurlah, ku kira dia curiga tadi."


Clarisa lalu mengelus dadanya yang menandakan ia lega.


"Sudah? Itu saja?" Tanya Mago. Clarisa meringis dan menganggukkan kepala.


"Haih mengganggu saja." Mago lalu menghilang dari sana. Clarisa duduk dan lanjut memakan kue yang belum ia habiskan tadi. Melamun sambil makan, itu lah yang ia lakukan sekarang.


"Hah.. aku bosan." Ia lalu membanting dirinya ke kasur. Menatap langit langit dan menghembuskan napas dengan kasar.

__ADS_1


"Tak ada yang bisa dilakukan disini." Clarisa lalu memainkan kuku kukunya karena saking bosannya. Tiba tiba terlintas sebuah ide untuk menghabiskan waktu yang tersisa di hari itu.


Ia lalu bersiap siap untuk pergi dan berdandan ala Claudia.


Clarisa sampai di mall yang dari dulu ingin sekali ia kunjungi. Ia memasuki mall dan berkeliling sebentar sebelum berbelanja.


"Ah barang barang disini bagus bagus sekali." Tetapi belum lama ia berkeliling tiba tiba perutnya mendapat panggilan alam yang menyuruhnya segera pergi ke toilet.


"Hah kenapa harus disaat seperti ini sih." Ucap Clarisa yang sedang mencari toilet dilantai itu. Tanpa sadar dari belakang ada seseorang yang mengikutinya ke toilet. Clarisa lalu menyelesaikan urusannya dengan kamar kecil dan westafel.


Clarisa melihat sekeliling toilet. Ia mencium bau bau kejahatan yang ada disana. Benar saja, ada kamera ponsel di celah bagian bawah toilet. Camera itu berasal dari toilet sebelahnya. Clarisa menembus dinding ke toilet sebelah. Ternyata orang yang mengikutinya sampai ke kamar mandi adalah seorang pria.


"Coba kita lihat ada apa saja di ponsel ini." Ucap Clarisa lalu membuka galeri ponsel orang itu. Ia melihat beberapa video privasi orang orang yang seluruhnya adalah wanita, dan juga foto foto yang tidak senonoh termasuk video dirinya yang baru saja direkam. Ia menunjukkan layar ponsel kepada orang itu lalu mengubah ponselnya menjadi abu.


Clarisa lalu mencengkeram ubun ubun pria itu. Melihat seluruh memori yang tersimpan di dalam otaknya. Mulai dari pemerkosaan orang dewasa, anak dibawah umur, bahkan anak sekolah dasar. Melihat betapa hancurnya para korban bahkan ada yang sampai bunuh diri. Ia bahkan melihat orang itu menjual foto dan videonya. Perbuatannya sungguh tidak bisa dimaafkan.


Clarisa menatap mata pria itu, mulai menghipnotis ke alam bawah sadarnya.


"Setelah ini pergilah ke kantor polisi, akui perbuatan mu dan minta polisi memberikan hukuman yang setimpal."

__ADS_1


"Setelah itu kau tak akan mengingat apa pun bahkan tak akan mengingat jati dirimu." Tentu saja Clarisa ingin melihat orang itu tersiksa karena perbuatannya. Merasakan bagaimana rasanya tak mengingat apa pun tapi di benci oleh seluruh orang.


Pria itu pergi keluar dari mall, dengan tatapan mata yang kosong ia berjalan ke kantor polisi. Clarisa yang melihat dari belakang tersenyum karena berhasil menyingkirkan manusia jahat sepertinya.


"Apa kau senang?" Mago berdiri di samping Clarisa dengan menyilangkan tangannya.


"Sangat." Jawab Clarisa singkat.


"Kerja mu bagus juga yah." Puji Mago.


"Sebenarnya aku ingin langsung menjadikannya abu. Tapi rasanya tidak seru kalau melihat ia menghilang begitu saja." Ucap Clarisa.


"Bagus lah, karena para korban juga harus melihat dia menderita terlebih dahulu." Ucap Mago.


"Ya, kau benar."


Keesokan harinya. Ternyata kabar orang yang telah mengaku sebagai pemerkosa kepada polisi menjadi trending dimana mana. Tentu saja sesuai dengan hipnotis Clarisa, orang itu tak ingat apa pun dan terus disalahkan oleh semua orang.


Clarisa keluar dari kamarnya lalu pergi menuju dapur untuk mengambil es krim.

__ADS_1


__ADS_2