Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.22


__ADS_3

"Ah tidak, aku yang datang lebih awal." Jawab Tara. Taman itu sangat sepi, sepertinya memang hanya Tara dan Clarisa yang berada di sana. Memang jarang orang yang datang ke taman itu karena menganggap tempatnya tak menarik. Jika semalam ini datang kesana hanya akan ditemani oleh lampu taman dan hembusan angin, seperti Tara dan Clarisa sekarang.


"Ada apa mengajak ku kesini?" Tanya Clarisa.


"Aku.."


"Huh... mungkin kau tak akan percaya dengan apa yang ku alami, tapi Clarisa.."


"Clarisa?"


"Maksudnya sepupu mu yang meninggal beberapa hari lalu?" Tanya Clarisa yang pura pura tidak tahu.


"Dia menghantui ku.."


"Aku tak tahu apa salah ku, tapi aku sudah tidak kuat lagi."


"Aku bercerita pada mu karena aku tak tahu harus cerita pada siapa lagi."


"Mungkin kau tak percaya tapi.."


"Kau mau tau kesalahan mu?" Ucap Clarisa memotong kata kata Tara.

__ADS_1


Tara terdiam, menatap Clarisa dengan serius karena benar benar tak tahu apa salahnya.


"Seperti ini, diam tak melakukan apa pun." Sambung Clarisa melihat Tara yang terdiam.


"Disaat kau tau dia sedang kesulitan, disaat kau tau dia sedang disiksa, disaat kau tau dia menghadapi masalah,,,," Clarisa yang mengingat masa lalunya mulai menangis karena mengingat tak ada yang mempedulikannya.


"Apa yang kau lakukan? Selain diam tak peduli dengan saudara sepupu mu yang menyayangi mu walau kau tak menyayanginya." Sambungnya tak bisa membendung air matanya.


"A.. apa yang kau bicarakan?"


"Dan.. siapa kau sebenarnya?"


"Lihat aku, orang yang mati karena kau abaikan." Clarisa lalu mengubah wajahnya dari wajah Claudia menjadi wajah Clarisa berulang ulang. Tara terjatuh dari kursi. Ia sangat shock karena Clarisa ada di hadapannya sekarang.


"K.. kau masih hidup?" Tanya Tara.


Clarisa bangkit dari kursi dan menatap Tara.


"Apa kau terkejut?"


"Aku datang untuk menghukum mu sekarang."

__ADS_1


"Tidak! Tolong ampuni aku! Aku tidak akan melakukannya lagi, aku berjanji." Tara berlutut di hadapan Clarisa sambil memohon mohon agar Clarisa mengampuninya.


"Tidak melakukannya lagi? Memang apa yang akan kau lakukan lagi?!"


"Waktu mu sudah habis, sekarang kembali lah dan renungkan ini di alam baka!" Clarisa lalu mengeluarkan 'Tali Malaikat' dan mengikat Tara. Saat sebelah tangan Clarisa mengendalikan 'Tali Malaikat', tangan yang satu lagi bersiap untuk membuat Tara menjadi abu. Tiba tiba Mago datang dan mencengkeram sebelah tangan Clarisa.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Clarisa pada mago.


"Jangan sampai balas dendam menguasai hati mu, anak ini belum pantas mati." Jawab Mago.


"Lalu harus diapakan dia?" Tanya Clarisa


"Coba kau pikir, kalau dia menjadi gila karena 'arwah Clarisa' apa yang akan terjadi." Jawab Mago. Seketika ide cemerlang muncul di otak Clarisa. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Kenapa ia tak memikirkan ini dari tadi? Clarisa lalu menurunkan Tara yang sudah lemas dan mencengkeram ubun ubunnya. Seketika itu juga mantra untuk membuat Tara gila selama lamanya terucap dari mulut Clarisa.


Empat hari berlalu Jesslyn, Miya dan Selena masih di hantui oleh Clarisa. Sementara Tara? Sejak kejadian itu Tara menghilang, orang tuanya bahkan sudah lapor polisi tapi belum ditemukan sampai sekarang.


"Hoam.. ngantuknya." Gumam Jesslyn di sela sela pelajaran. Ia ingin tertidur namun saat memejamkan matanya ia kembali terbangun karena takut akan mimpi buruk.


"Jess, kau tidak apa apa?" Bisik Clarisa. Jesslyn menggeleng, ia juga berpikir sepertinya Claudia sudah tak diganggu oleh hantu Clarisa. Buktinya ia masih terlihat ceria seperti biasanya. Mungkin Jesslyn akan menanyakannya saat istirahat.


Pelajaran selesai, waktunya untuk semua murid istirahat. Tiba tiba teman sekelas Clarisa berjalan ke depan kelas dan berdiri disana. Orang itu adalah Kevin, bangkunya tepat di depan bangku Jesslyn. Dulu anak itu tidak baik dan tidak jahat pada Clarisa, hanya suka mencontek PRnya saja. Tapi Clarisa tak masalah dengan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2