Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.24


__ADS_3

"Huh.. sepertinya cara ini tak akan berhasil." Clarisa mulai lelah, setidaknya ia sudah mencoba walau tak berhasil. Sekarang ia sedang fokus untuk kembali lagi ke rumah, namun ia berhenti karena ada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya sekarang. Tidak, lebih tepatnya berjalan melewatinya. Seorang pria bertubuh tinggi, berkulit putih, mata besar dan hidung yang mancung. Berjalan melewati Clarisa dengan rambut sedikit berantakan dan matanya sedikit bengkak akibat menangis. Tunggu.. siapa yang ia tangisi?


Clarisa yang belum puas menatap pria itu kemudian berbalik. Melihatnya walaupun ia sudah jauh. Clarisa tak bisa memanggilnya sekarang karena pertemuan mereka tak disengaja. Usaha memang selalu membuahkan hasil, paling tidak rasa rindunya terobati. Menyadari ada yang menatapnya, pria bernama Ren itu lalu berbalik namun perempuan yang ada di belakangnya sudah menghilang. Ren lalu berusaha berpikir positif kemudian melanjutkan langkahnya.


***


Keesokan harinya Clarisa kembali bersekolah dan sedang duduk di bangkunya. Ia terus saja memikirkan Ren yang semalam berpapasan dengannya. Rasa ingin menemuinya lagi walau hanya sebentar saja. Ia juga ingin memberi tahu semuanya tentang Jesslyn, Maria, dan dirinya yang sekarang menjadi Claudia.


Bel pelajaran pun berbunyi, guru lalu masuk sambil membawa seorang murid baru yang akan mengisi kursi Kevin. Clarisa yang tidak mempedulikan hal itu sedari tadi hanya meletakkan kepalanya di atas meja dan menghadap ke kiri sembari memikirkan Ren.


"Semuanya, perkenalkan ini adalah teman baru kalian dari sekolah B. Silahkan perkenalkan dirimu." Kata guru yang memperkenalkan murid di sampingnya. Sekolah B? Sepertinya Clarisa kenal dengan sekolah itu, itu adalah sekolah dimana...


"Baik pak. Halo semuanya, namaku Ren." Ucap orang itu sambil tersenyum.


Ren? Clarisa dengan cepat mengangkat kepalanya agar bisa melihat murid baru itu dengan jelas. Matanya terbelalak. Apakah ini mimpi karena ia ketiduran di kelas? Ia terus memandangi Ren sambil melongo. Karena takut kalau ini hanya mimpi maka Clarisa mencubit pipinya. Dan ternyata ini bukan mimpi, pipinya merasakan sakit. Doa Clarisa terkabul, akhirnya Ren datang di hadapannya dan menjadi teman sekelasnya.

__ADS_1


Ren lalu duduk di bangku Kevin dan tersenyum ke arah Jesslyn. Sementara Clarisa masih sibuk menatap Ren. Sadar kalau ada yang terus memperhatikannya Ren lalu melirik Clarisa namun Clarisa dengan cepat melihat ke depan. Jujur Clarisa sangat senang Ren berada di sini sekarang.


Bell istirahat berbunyi, semua anak bergegas merapihkan buku mereka ke dalam tas bahkan sudah ada yang ke kantin duluan.


"Ren, kenalkan ini Claudia."


"Claudia, kenalkan ini Ren." Ucap Jesslyn yang tiba tiba memperkenalkan Clarisa sebagai Claudia ke Ren seolah olah benar benar sudah akrab dengan Claudia.


"Hai Ren, senang bertemu-"


"Apa itu meja Clarisa?" Tanya Ren tiba tiba.


"Ren!"


"Clau, maaf ya sepertinya Ren sedikit memiliki masalah." Ucap Jesslyn sebelum akhirnya mengejar Ren. Clarisa lalu terduduk, berusaha untuk tenang. Setelah itu ia menarik napas dalam dalam dan meyakinkan dirinya kalau ini hanya permulaan, akan ada kesempatan lainnya. Setelah itu ia memutuskan untuk bangun dan mengejar Jesslyn dan Ren.

__ADS_1


Di taman belakang sekolah yang biasanya sepi, Ren berdiri di sana dengan Jesslyn yang sedikit kelelahan.


"Kau ini kenapa sih Ren?" Tanya Jesslyn


"Tidak,"


"Hanya saja aku masih sulit untuk menerima kenyataan bahwa Clarisa sudah tidak ada." Jawab Ren


"Ren,"


"Mungkin kau tak akan percaya ini tapi bagaimana pun juga aku harus memberi tahu mu."


"Semenjak Clarisa meninggal, aku terus dihantui olehnya setiap hari."


"Aku lelah tapi-"

__ADS_1


"Kau jangan bicara sembarangan." Putus Ren sebelum mendengar kelanjutan Jesslyn.


"Aku tahu kalau Clarisa orang yang baik, dia tak akan jadi hantu gentayangan seperti yang kau lihat di film"


__ADS_2