Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.20


__ADS_3

"Bukan hanya tiga, tapi keempatnya akan ku urus semua." Empat? Bukannya hanya Jesslyn, Miya dan Selena? Siapa yang keempat?


"Baiklah.. aku akan menunggu untuk makan malam ku."


"Jangan pulang terlalu lama karena aku terkadang mudah lapar." Ucap Miko memperingatkan Clarisa santai. Clarisa lalu menghilang tiba tiba dan berpindah ke tempat lain.


Di kamar Jesslyn sekarang, ia melihat Jesslyn sedang tertidur lelap tanpa ada rasa takut sedikit pun. Wujudnya masih transparan sekarang, ia lalu memanggil manggil nama Jesslyn berulang kali. Jesslyn lalu terbangun dan melihat sekeliling, seketika itu juga Clarisa terdiam untuk menimbulkan kesan kalau itu hanya mimpi. Clarisa menatap patung aneh yang Jesslyn beli dari Mbah dukun tadi. Rasanya ia ingin tertawa melihat Jesslyn percaya dengan perkataan penipu itu. Ia lalu mengambilnya dan membuatnya terlihat melayang di mata Jesslyn. Seketika jantung Jesslyn berdetak kencang, keringat mengalir deras di seluruh tubuhnya mengetahui hantu Clarisa sudah datang lagi menemuinya. Tapi ia teringat sesuatu, pasti patung aneh itu akan melindunginya.


"Pergi lah kau! Aku sudah punya senjata untuk mengusir mu!" Teriak Jesslyn


Clarisa lalu melempar patung itu ke dinding dan pecah berantakan. Perlahan ia menunjukkan wujud aslinya sebagai hantu yang menyeramkan. Ia berjalan mendekati Jesslyn yang sangat ketakutan sekarang.


"Apa kau percaya kalau benda itu akan mengusir ku?" Tanya Clarisa dengan nada menyeramkan. Clarisa lalu terbang mendorong Jesslyn dan mencekiknya di dinding.


"Tidak! Tolong hentikan..! Aku sudah lelah..!" Pinta Jesslyn dengan memohon mohon sambil menangis karena kesakitan.

__ADS_1


"Hahaha sampai kau mati pun aku tak akan berhenti menyiksa mu walau itu harus di neraka!" Kini teriakan itu terngiang ngiang di kepala Jesslyn. Sudah tak ada harapan lagi untuk kabur, jika mati pun percuma, Clarisa akan terus menghantui dirinya. Jesslyn sudah tak kuat, dadanya sesak dan sulit bernapas. Ia akhirnya memejamkan matanya perlahan sampai akhirnya benar benar pingsan. Clarisa memang sengaja tak langsung membunuhnya, menyiksanya pelan pelan akan jauh lebih seru dan menyenangkan.


Clarisa lalu pergi menemui sisa ketiganya satu persatu dan menyelesaikannya. Setelah itu ia memutuskan untuk berjalan jalan sebentar untuk mencari udara segar. Mungkin Miko harus lebih sabar menunggu karena Clarisa akan pulang sedikit lebih lama. Ia terus berjalan sampai seseorang menariknya ke lorong yang sepi dan gelap. Orang itu adalah seorang pria berbadan kurus, rambut acak acakan dan wajah yang tidak bersahabat. Pria itu lalu menghempas Clarisa ke dinding sehingga punggungnya menghantam dinding itu.


Tak selang lama seorang pria berbadan besar, berkepala botak dengan wajah yang sangar serta tato jahitan di pipinya datang menghampiri pria kurus itu.


"Tangkapan mu bagus juga." Ucap si botak.


"Hey nona, cepat serahkan semua uang mu! Dan juga serahkan tubuh mu kalau tak mau pisau ini melukaimu." Ancam si kurus itu sambil menodongkan pisau.


"Aku tidak punya uang? Kalau tubuhku saja tidak apa apa kan?" Tanya Clarisa sambil pura pura ketakutan.


"Bagaimana ini?" Tanya si kurus pada si botak.


"Biarkan lah." Jawab si botak

__ADS_1


"Baiklah, cepat buka baju mu!" Suruh si kurus. Clarisa dengan wajah yang pura pura sedih satu persatu membuka kancing bajunya, sampai akhirnya ia berhenti di kancing ke dua dan menunjukkan senyum miringnya.


"Cepat lakukan!"


"Apa kau ingin mati sekarang juga?!" Ucap si botak


"Kalian sudah.."


"Tunggu apa lagi?! Cepat buka!" Teriak si kurus


"Terjebak..." Sambung Clarisa


Keduanya kebingungan apa maksud dari perkataan Clarisa?


Tiba tiba sebuah cahaya berbentuk selendang keluar dari balik tubuh Clarisa. Cahaya itu lalu mengikat keduanya dan mengangkat mereka ke atas. Itulah, 'Tali Malaikat'

__ADS_1


"Tak kusangka mudah sekali untuk menangkap sampah masyarakat seperti kalian." Ucap Clarisa. Ternyata Clarisa memang sengaja tak langsung pulang ke rumah karena sebelumnya diperintah Mago untuk menangkap para penjahat.


__ADS_2