Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.41


__ADS_3

Semua orang akhirnya berkumpul di tepi jalan dan menyaksikan Ren yang sudah tidak terselamatkan membuat kebisingan bahkan ada yang menelepon polisi dan ambulans. Tak terkecuali Clarisa yang hendak memasuki gerbang sekolah namun mendengar adanya suara tabrakan. Clarisa akhirnya berlari ke tepi jalan.


Matanya terbuka lebar, jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya terasa kaku melihat sahabatnya yang sudah tewas dengan malaikat maut yang berdiri di dekat Ren. Air mata Clarisa akhirnya mengalir walau ia sudah tahu hal ini akan terjadi. Clarisa hendak mendekati Ren, namun teman satu angkatannya menarik tangannya dan menggeleng mengingat kondisi Ren yang sudah pasti tidak bisa diselamatkan. Clarisa akhirnya terduduk di tanah dengan air mata yang deras membanjiri pipinya.


"Ren!!!" Teriak Clarisa dengan histeris.


"Maafkan aku Clarisa. Aku benar benar minta maaf." Ucap malaikat maut yang menunduk menatap Ren dan tak berani melihat ke arah Clarisa.


***


Waktu berganti senja, Clarisa yang masih terpukul atas kepergian Ren akhirnya berusaha menghibur dirinya. Ia belum makan sedikit pun setelah kejadian itu. Clarisa akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman tempat biasanya Ren dan Clarisa bertemu dulu. Taman itu sangat sepi, orang-orang memang jarang pergi ke taman itu, hal itu lah yang dimanfaatkan oleh Clarisa dan Ren dulu karena taman akan terasa menjadi milik keduanya. Namun sekarang berbeda, Clarisa hanya berjalan memutari taman itu dengan tatapan mata yang kosong.


Kaki Clarisa akhirnya berhenti bergerak melihat sosok pria tinggi, berkulit putih dan berwajah asia dengan tubuh yang bersinar berdiri dihadapannya. Pria itu terlihat tersenyum melihat sahabat lamanya yang sudah ia tunggu sedari tadi. Seketika Clarisa berubah menjadi Clarisa yang dulu dan mereka dibawa ke dimensi yang berbeda dengan penggambaran tempat yang sama.

__ADS_1


Ren akhirnya mengulurkan kedua tangannya ke samping dan Clarisa berlari ke arahnya. Keduanya akhirnya berpelukan dengan erat dan saling melepas rindu. Dalam dalam keduanya tenggelam dalam pelukan. Ren akhirnya merenggangkan pelukannya dan menatap sahabatnya itu.


"Bagaimana kabar mu? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Ren. Clarisa mengangguk.


"Iya. Aku baik-baik saja." Jawab Clarisa.


"Aku merindukan mu." Ucap Ren sebelum akhirnya memeluk Clarisa dengan erat kembali.


"Kenapa kau tak memberi tahu ku tentang ini? Tentang Jesslyn dan juga kau yang hidup lagi menggunakan tubuh orang lain." Tanya Ren setelah Mago memberi tahu tentang Clarisa namun tidak menjelaskan secara rinci.


"Aku tidak bisa. Aku harus menyembunyikan identitas ku kepada manusia." Jawab Clarisa. Ren lalu mengangguk berusaha memahami situasi Clarisa.


"Apa kau akan pergi? Apa para dewa tidak memberi mu izin untuk tinggal?" Tanya Clarisa. Ren menggeleng. Tak semua orang yang telah meninggal bisa menemui Clarisa semaunya. Hanya orang tertentu yang memiliki izin lah yang bisa. Demi keamanan Clarisa para dewa membuat sistem dimana makhluk halus yang mendekati Clarisa tanpa memiliki izin akan langsung terpental dari Clarisa. Berbeda dengan Bram, ayah Clarisa yang memiliki izin dari para dewa.

__ADS_1


"Balas dendam mu sudah tuntas, lantas kenapa kau tidak pergi?" Tanya Ren balik.


"Aku memiliki misi sebagai malaikat untuk menyingkirkan orang-orang yang bersalah. Jadi sebenarnya ini hanyalah awal dari tugas ku sebagai malaikat." Jelas Clarisa. Ren hanya terdiam. Ia tak tahu harus menjawab apa lagi berhubung waktu yang ia miliki tinggal sedikit.


"Waktu ku disini hanya tinggal lima menit lagi." Ucap Ren.


"Apa?! Ini terlalu cepat." Kedua mata Clarisa terbuka lebar mendengar perkataan Ren.


"Maaf. Tapi aku tidak bisa menemani mu disini." Ucap Ren. Clarisa menundukkan kepalanya dengan tatapan mata kosong.


"Tidak. Ini bukan salah mu." Ucap Clarisa yang masih dengan posisinya.


"Lihat lah ke atas." Clarisa lalu mendongak. Matanya terbelalak saat Ren menempelkan bibirnya dengan lembut pada bibir Clarisa. Ciuman pertamanya dengan cinta keduanya.

__ADS_1


__ADS_2