
Saat Sasha membuka pintu, Clarisa baru sadar kalau Mago masih ada di hadapannya.
"Pergilah." Bisik Clarisa pelan.
"Kau tidak belajar?" Tanya Sasha menatap Clarisa dan tidak melihat Mago didepan nya.
"Manusia biasa tidak akan bisa mendengar, apa lagi melihat wujud ku ini jadi tenang lah." Kata Mago.
"Claudia?" Tanya Sasha melihat Clarisa yang tidak menjawab saat Sasha bertanya.
"Oh iya sebentar lagi ma." Jawab Clarisa.
"Bu duduk lah." Clarisa menepuk kasur sebelah nya. Sasha lalu duduk dan memasang wajah bahwa ia siap mendengar apa pun.
"Boleh aku pindah sekolah?" Tanya Clarisa.
__ADS_1
"Kenapa begitu? Apa teman teman mengganggu mu?" Tanya Sasha.
"Ah tidak kok." Ucap Clarisa
"Aku hanya ingin ganti suasana, sekolah lama ku sangat membosankan."
"Oh baiklah, kau ingin sekolah dimana?" Tanya Sasha
"Sekolah Y" Jawab Clarisa.
"Setelah itu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Clarisa.
"Kau berpura pura lah menjadi teman saudara tiri mu. Ia adalah orang yang serakah pasti dia akan sangat menyukai harta Claudia. Gunakan itu." Jawab Mago.
"Keluarga ku memang berkecukupan, tapi tak sekaya keluarga Claudia."
__ADS_1
"Ah aku ingin menghukum seseorang selain Jesslyn dan Maria. Orang orang yang diam ketika tau kalau orang lain sedang tertimpa musibah adalah orang yang bersalah bukan?" Kata Clarisa.
"Tentu saja. Memang siapa orang itu?" Tanya Mago.
"Tara." Clarisa lalu tersenyum licik, ia tak sabar untuk menghukum Tara sepupunya itu. Tara, ia selalu ada ditempat kejadian saat Maria dan Jesslyn menyiksa Clarisa, tapi tak ada sedikit pun rasa peduli dari dirinya. Ia bahkan malah meninggalkan Clarisa dengan Maria dan Jesslyn tapi apakah ia pantas dihukum? Tentu saja pantas! Ia bahkan berpura pura tidak tahu tentang masalah yang menimpa Clarisa tentu ia pantas dihukum.
Clarisa merebahkan tubuhnya di atas kasur Claudia yang empuk dan nyaman. Sudah lama sekali semenjak Maria dan Jesslyn datang, ia tak pernah tidur dengan nyenyak. Menggunakan tikar dan tidur di gudang bahkan tak ada selimut untuk melindungi tubuhnya dari kedinginan. Kalau bukan karena ayah Clarisa pulang dari luar kota mungkin Clarisa tidak akan mendapat kamarnya kembali walau untuk satu hari saja. Clarisa mengambil ponsel milik Claudia, ponsel itu adalah ponsel keluaran terbaru di beberapa bulan terakhir. Ia melihat lihat foto foto Claudia yang full makeup. Sedangkan ia saja tak pernah menyentuh lip gloss sebelumnya apa lagi menggunakan full makeup.
Clarisa lalu mencoba memutar beberapa video tutorial makeup dan mempraktikkan nya langsung. Hasilnya tidak buruk untuk seorang pemula. Ia lalu membandingkan wajahnya sekarang dengan wajah Claudia di foto. Hasilnya bagus dan ia sangat senang, paling tidak satu pelajaran untuk menjadi Claudia terpenuhi.
Clarisa lalu melihat lihat foto Claudia yang lainnya, nampaknya Claudia tak memiliki teman karena tak ada satu pun foto teman Claudia yang tersimpan. Itu akan memudahkan Clarisa, jadi Clarisa tak perlu memutuskan hubungan dengan siapapun. Ia tak sabar untuk masuk sekolah dan menghukum Jesslyn, Maria dan teman teman Jesslyn yang sudah membully nya.
Clarisa berangkat ke sekolah menggunakan mobil milik Claudia yang harganya miliaran dan jumlahnya terbatas di dunia. Sebenarnya ia tak pernah mengendarai mobil, ia menggunakan kekuatannya untuk menjalankan mobil sampai sekolahan dan tak ada siapa pun yang tau kecuali dirinya dan Mago. Di perjalanan menuju ruang guru semua murid memperhatikan Clarisa karena kecantikan wajah Claudia. Sebenarnya dalam hati Clarisa ia merasa gugup tapi ini demi menghukum Jesslyn dan teman temannya ia harus melakukan ini.
Bel masuk berbunyi. Murid murid di kelas Jesslyn sudah berkumpul di dalam kelas walau masih banyak murid yang mengobrol. Tiba tiba guru datang dan seketika mereka memberi salam.
__ADS_1
"Kau masuk lah" Guru itu menaik turunkan tangannya ke arah pintu seperti sedang memanggil seseorang.