Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.29


__ADS_3

Bughhhh


Tak sengaja Clarisa menabrak seseorang. Membuat keduanya terguncang kehilangan keseimbangan. Seseorang.. yang akan menjawab semua pertanyaan dibenak Clarisa yang begitu menumpuk.


Clarisa lalu menatap orang itu. Dengan wajah cemas, orang dihadapannya itu mendekat dua langkah ke arahnya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jesslyn. Pertanyaan itu lalu dijawab dengan anggukan pelan dari Clarisa.


Pandangan Clarisa beralih ke sebuah kalung yang melingkar di leher Jesslyn dengan sangat indah. Namun di mata Clarisa kalung itu adalah duri yang akan menusuk hatinya hingga hancur tak bersisa.


"Ah.. kalung yang indah. Dimana kau membelinya?" Ucap Clarisa yang terdengar basa basi walau ia sudah bisa menebak asal kalung itu.


"Ah ini, ini adalah hadiah dari Ren." Jawab Jesslyn.


Pranggg


Sekarang hati Clarisa benar benar hancur berkeping keping. Jadi benar kalung itu dari Ren? Apa Ren sudah melupakan Clarisa? Walau sebatas sahabat tapi apakah tidak ada rasa setia di hati Ren? Ia baru meninggal beberapa bulan dan Ren semudah itu melupakannya? Pikiran Clarisa sekarang dibanjiri dengan pertanyaan pertanyaan yang bahkan tidak bisa ia jawab sendiri.


"Jadi berita itu benar, apa kalian berpacaran?" Tanya Clarisa yang sedikit mulai rapuh. Jesslyn lalu menjawab dengan anggukan pelan disertai senyuman, disaat senyuman Clarisa saja mulai runtuh.

__ADS_1


"Iya, setelah pesta selesai dia menyatakannya dan kami sudah resmi. Hehe." Jelas Jesslyn diakhiri dengan tertawa pelan yang terdengar mengerikan ditelinga Clarisa.


Brugg


Dengan tangan yang lemas Clarisa menjatuhkan buku yang ia pegang sehingga buku itu tergeletak di lantai. Tatapan matanya kosong. Kini hatinya benar benar terasa seperti ditusuk hingga menembus hatinya.


"Kau tidak apa apa? Apa kau sakit?" Tanya Jesslyn setelah mengambil buku Clarisa di lantai.


"A.. aku harus beristirahat." Clarisa lalu segera mengambil bukunya dari tangan Jesslyn dan meninggalkannya.


Ia berlari menuju UKS namun lagi lagi ia menabrak seseorang hingga membuat Clarisa terjatuh.


"Permisi." Kata Clarisa sambil melewati tubuh Ren. Namun kemudian tangannya ditarik, membuat Clarisa berhenti melangkah. Tapi karena sudah tahu siapa yang menariknya ia memutuskan untuk tidak menoleh ke belakang.


"Kau.. apa kau baik-baik saja?" Tanya Ren yang merasa bersalah akibat sikap Clarisa yang berubah menjadi dingin tanpa sebab padanya.


Clarisa lalu menahan tangis, walau perlahan air matanya mulai mengalir ke pipinya. Dengan cepat Clarisa menghapus air matanya dan melepaskan tangan Ren. Masih diposisi yang sama Clarisa tetap menjaga pandangannya untuk tidak menatap Ren.


"Aku butuh istirahat." Jawab Clarisa dengan menahan rasa sakit dihatinya.

__ADS_1


"Kalau begitu akan ku antar." Ucap Ren yang hendak memapah Clarisa. Clarisa yang masih tidak bisa menerima hubungan Ren dengan orang yang paling ia benci seketika menghindar dari sentuhan sahabatnya itu.


"Jangan sentuh aku." Ucap Clarisa singkat sebelum akhirnya pergi ke UKS.


Clarisa lalu duduk di atas kasur UKS. Ia hanya melamun sambil memikirkan sahabatnya. Tak selang beberapa lama Mago muncul di hadapan Clarisa.


"Kenapa..."


"Kenapa harus Jesslyn?"


"Kenapa harus Jesslyn yang menjadi pacar baru Ren?"


"Kenapa harus orang yang paling ku benci yang menjadi pacar sahabat ku?" Tanya Clarisa dengan rapuh.


"Bagaimana pun juga Ren tidak tahu kalau Jesslyn lah penyebab kematian mu. Jangan terlalu terbawa emosi, ada saatnya kau bisa membalas dendam mu padanya." Jelas Mago.


Clarisa hanya membanting punggungnya ke dinding dan menatap langit langit. Lalu bertanya pada batinnya, kapan saatnya aku membalas semuanya?


Karena sudah tidak bersemangat, Clarisa memutuskan untuk membolos dan pulang ke rumah. Saat memasuki rumah, Clarisa mendapati kedua orang tua Claudia sedang tidak berada di rumah. Hanya ada beberapa asisten rumah tangga yang sedang membersihkan rumah khususnya ruang tamu. Kalau Jonh sudah pasti bekerja, tapi kemana Sasha?

__ADS_1


__ADS_2