Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.35


__ADS_3

"Itu semua bohong bukan?" Tanya Ren yang putus asa. Namun kening Jesslyn berkerut, tatapan menyesal dan bersalah terukir diwajah Jesslyn. Bersalah karena seharusnya ia tak membunuh Clarisa sehingga arwah Clarisa tidak bergentayangan.


"Jesslyn jawab aku! Itu semua bohong kan?!" Tanya Ren dengan segala kemarahan dibenaknya. Rasanya ia ingin sekali melempar Jesslyn dan membantingnya namun itu bukanlah sifat Ren yang kasar pada wanita.


"Maaf..." Ucap Jesslyn sambil menangis menyesali semuanya. Ren lalu melepas tangannya dari Jesslyn dengan perlahan dan membelakangi Jesslyn.


"AAAARRGGHH!" Teriak Ren.


"Aku minta maaf Ren... Aku menyesal.." Ucap Jesslyn berharap Ren masih memaafkannya.


"Bagaimana bisa.. Bagaimana bisa aku menyukai pembunuh seperti mu?" Gumam Ren tanpa melihat Jesslyn.


"Terlebih ini Clarisa..." Ren tak kuasa menahan air mata dan akhirnya ia menjatuhkan beberapa tetes air matanya ketanah karena ia menunduk. Ren lalu melangkahkan pergi meninggalkan Jesslyn disana.

__ADS_1


"Ren!" Teriak Jesslyn. Seketika langkah Ren terhenti dan berbalik ke arah Jesslyn.


"Kita putus." Ucap Ren karena ia tidak ingin menjalin hubungan dengan orang yang sudah membunuh sahabatnya. Setelah itu Ren pergi sementara Jesslyn masih menangis dan menyesali apa yang ia perbuat.


Jesslyn akhirnya masuk kembali ke gedung sekolah. Namun kembali ia menabrak seseorang dan saat menoleh itu adalah Claudia.


"Clau?" Ucap Jesslyn. Namun pandangan Claudia atau Clarisa menunjukkan ia tidak suka pada Jesslyn walau sebenarnya ia puas melihat Jesslyn menderita. Jesslyn tiba tiba memeluk Claudia dengan erat dan menangis.


"Ren.. Dia memutuskan hubungan dengan ku.." Ucap Jesslyn sambil menangis. Claudia lalu melepaskan Jesslyn dan..


Claudia menampar Jessly hingga rambutnya berantakan. Jesslyn yang tidak percaya kalau Claudia akan melakukan itu padanya lalu menatap Claudia dengan tatapan bertanya tanya.


"Dasar pel*cur! Itu adalah balasan karena kau sudah membunuh saudara mu sendiri. Berani beraninya kau membohongi aku tentang hubungan akrab mu dengannya. Padahal itu hanya kedokmu agar terlihat baik dan aku mau berteman dengan mu. Ternyata kau hanya sampah yang tidak memiliki hati nurani atau bahkan hati manusia, atau mungkin kau bukan manusia? Oh iya aku lupa kalau kau itu hanyalah sampah yang patut dibuang. Pantas saja Ren membuang mu dasar sampah!" Ujar Clarisa. Kini ia sudah puas karena bisa menampar Jesslyn dan memaki makinya.

__ADS_1


Tiba tiba tangan Jesslyn melayang, bersiap untuk menampar Clarisa karena emosinya sudah memuncak. Dengan cepat Clarisa mencengkeram tangan Jesslyn hingga tak bisa bergerak. Clarisa lalu melempar Jesslyn sehingga Jesslyn terjatuh dilantai. Clarisa lalu berjongkok dan mencengkeram pipi Jesslyn.


"Apa? Mau melawan?" Tanya Clarisa.


"Hah.. kau pantas mendapatkan semuanya sekarang. Semua balasan atas apa yang kau perbuat akan terbawa sampai kau mati." Ucap Clarisa dengan santai namun menghanyutkan. Clarisa lalu bangkit dan mengeluarkan handsanitizer dari sakunya dan menyemprotkannya ketangan bahkan ke bajunya yang habis disentuh Jesslyn.


"Hah.. kumannya hilang sekarang." Ucap Clarisa lalu melempar botol handsanitizer yang baru berkurang sedikit ke arah Jesslyn.


"Tidak usah dikembalikan, ambillah siapa tau dengan mengenakan itu kuman pada sampah akan hilang." Ucap Clarisa dengan senyum puas lalu pergi meninggalkan Jesslyn. Sementara Jesslyn menendang botol handsanitizer dan berdiri dengan kesal.


Jesslyn lalu melangkahkan masuki kelas. Tentu saja seluruh penghuni kelas menatapnya dengan tatapan sinis dan benci. Saat Jesslyn menghampiri mejanya ia terkejut karena laci lacinya dipenuhi sampah bahkan karena tidak muat sampah itu keluar dan berjatuhan. Ditambah lagi dengan tulisan yang membuat dada Jesslyn terasa sesak dan sakit. 'PEMBUNUH SEHARUSNYA MATI DAN TIDAK ADA DIDUNIA INI' itulah tulisan yang ada di mejanya.


"SIAPA YANG MELAKUKAN INI?!" Tanya Jesslyn yang sudah tidak sabar dengan perlakuan teman temannya walau itu memang pantas untuk Jesslyn.

__ADS_1


"Kalau aku yang melakukannya bagaimana?"


__ADS_2