Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.15


__ADS_3

"Huh.. sepertinya aku akan istirahat di UKS sebentar." Ucap Jesslyn yang kedengaran lemas.


"Mau ku antar?" Tanya Selena. Jesslyn hanya menjawab dengan anggukan. Mereka berdua lalu pergi ke UKS dan meninggalkan Clarisa disana. Clarisa yang masih menutup wajahnya lalu tersenyum seolah ada yang menggelitik tubuhnya. Ia lalu mengusap air matanya dan berjalan ke kelasnya.


Pelajaran di mulai, Selena hanya menatap guru di depannya dengan wajah malasnya. Lama.. dan makin lama, ia mengantuk karena merasa bosan dengan pelajaran yang ada. Sesekali ia menjatuhkan kepalanya saking mengantuknya. Saat matanya sudah setengah tertutup, ia melihat seseorang berdiri di samping jendela dekat meja guru. Seketika mata Selena terbuka dengan sangat lebar, namun sosok itu tiba tiba menghilang. Ia merasa kalau itu hanya halusinasinya saja. Karena mengantuk ia meletakkan kepalanya di atas meja dan perlahan tertidur.


"Selena... Selena.... Bangunlah...." Suara itu terdengar samar di telinga Selena. Serak dan sangat pelan itulah suara yang ia dengar. Saat ia ingin membuka matanya, Selena terkejut karena matanya seperti terkunci. Sementara suara yang memanggil namanya perlahan mulai terdengar keras dan berulang ulang dengan sangat cepat. Selena juga tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, seperti tertarik oleh pusat gravitasi bumi yang membuat ia terkunci disana. Dengan sekuat tenaga ia membuka matanya walau tak berhasil ia tetap berusaha untuk bangun dari tidurnya. Ia berusaha menggerakkan jari jarinya, walaupun berat tapi ia berhasil mengangkat jari telunjuknya. Kesempatan ini ia gunakan untuk menggerakkan seluruh tubuhnya termasuk matanya.


Ia terbangun, berkeringat dingin dengan napas yang terengah-engah. Keadaan kelas sudah sepi bahkan dari luar sudah terlihat gelap. Selena segera membereskan buku bukunya dan bersiap untuk pulang. Namun ia merasakan ada seseorang di sampingnya. Orang itu menunduk dengan menghadap ke arah depan kelas. Jantung Selena berdetak sangat kencang, keringat mulai kembali membanjiri dahi Selena. Pasalnya sosok itu menggunakan baju berwarna putih dengan rambut acak acakan, kulit pucat kebiruan, dan lagi sosok itu adalah orang yang ia kenal.


Tiba tiba sosok yang ia kenal sebagai Clarisa menoleh ke arah Selena. Selena sangat terkejut hingga jantungnya ingin copot. Sosok Clarisa tersenyum lebar seperti mulutnya robek. Lalu sosok itu memutar kepalanya 360 derajat hingga menghadap ke arah yang sama lagi. Selena terjatuh dari kursinya, ia sangat ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


"Ha- Hantu!!!!!" Teriaknya.


"Hahaha." Terdengar tawa murid di kelas itu. Selena kembali ke kelasnya dan mendapati semua orang masih di sana. Lalu dimana ia tadi? Bahkan ia juga terduduk di lantai seperti yang ia lakukan sebelumnya. Anehnya orang yang ada di hadapannya bukan lah sosok Clarisa, melainkan guru yang mengajar barusan.


"Apa kamu mengatai bapak seperti hantu?!" Tanya guru itu dengan kesal.


"Bu- bukan pak, tadi saya..." Belum sempat menjelaskan, perkataan Selena sudah di putus oleh guru.


"Selamat siang!" Teriak guru itu sebelum meninggalkan kelas.


"Siang pak" Sahut murid disana kecuali Selena yang masih shock mengingat kejadian barusan.

__ADS_1


"Selena, ada apa dengan mu?" Tanya Miya yang bangkit dari kursi sebelah Selena.


"Cla.. Clarisa.." Ucap Selena dengan gemetaran.


"Dia datang padaku Miya.." Selena lalu memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Kau ini ada ada saja, dia sudah mati untuk apa dia mengikuti mu?" Ujar Miya yang tidak percaya.


"Aku tidak berbohong, dia datang di mimpi ku."


"Mungkin dia ingin menghabisi ku." Selena lalu meremas seragam Miya dan menatap Miya dengan raut wajah yang lelah dan ketakutan.

__ADS_1


"Tenang lah, tak kan ku biarkan dia menyentuh mu." Miya lalu memeluk Selena dengan erat. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Selena.


__ADS_2