Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.42 TAMAT!


__ADS_3

Ciuman pertamanya dengan cinta keduanya. Tentu saja karena cinta pertama Clarisa adalah ayahnya. Itu adalah takdir setiap anak perempuan, mencintai ayahnya terlebih dahulu sebelum mencintai pria lain.


    


Jantung keduanya berdetak dengan kencang. Dan akhirnya Clarisa merasakan lidah Ren yang semakin memasuki mulutnya. Membuat lidah keduanya bertemu. Clarisa akhirnya menjauhkan bibirnya dari bibir Ren untuk mengambil oksigen namun Ren yang sudah hilang kendali mencium bibir Clarisa lagi sehingga Clarisa tidak jadi mengambil oksigen.  Clarisa akhirnya hanya bisa pasrah sambil mengikuti alurnya.


    


Tiba-tiba cahaya keluar dari langit. Membuat Ren terangkat dan dengan terpaksa melepaskan bibirnya dari Clarisa. Begitu juga Clarisa yang hanya bisa menatap kepergian sahabatnya.


     


Disaat terakhirnya Ren melambaikan tangannya pada Clarisa dengan sebuah senyuman dibibirnya. Begitu juga Clarisa yang ikut melambai sambil tersenyum ke arah Ren. Keduanya belum sempat mengutarakan isi hati mereka. Namun inilah takdir. Tak ada yang bisa melawannya bahkan sekali pun itu Clarisa yang setengah malaikat.


***


    


Clarisa menginjakkan kakinya didepan kafe yang tak jauh dari rumahnya. Ia baru pulang dari sekolah. Sekitar sudah dua minggu sejak kepergian Ren, Clarisa sudah sedikit terbiasa dengan kesendiriannya tanpa Ren sekarang.


    


Saat di sekolah Mago menghampirinya dan mengatakan ia harus bertemu partner barunya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya disini. Bangunan yang sangat familiar untuknya. Clarisa sedikit merasa aneh. Bangunan dihadapannya sekarang adalah kafe yang sering ia kunjungi bersama Ren dulu.

__ADS_1


    


Dengan penuh pertanyaan di otaknya, akhirnya Clarisa memasuki kafe itu sembari melihat-lihat dimana partner yang Mago maksud. Mago bilang akan muncul cahaya biru pada tubuh pria itu saat Clarisa melihatnya. Tak butuh waktu lama Clarisa menemukan seorang pria yang mengeluarkan cahaya biru sedang duduk di sudut ruangan. Clarisa tak sempat melihat wajah pria itu karena menghadap ke sisi lain.


    


Clarisa akhirnya berjalan mendekati pria tersebut yang tengah asyik membaca buku novel sambil meminum dalgona coffee. Clarisa akhirnya duduk dihadapan pria itu dan terlihat jelas pria itu menggunakan kacamata dengan rambut poninya. Pria itu memiliki mata yang bulat, hidung mancung, dan bibir tipis. Terlihat pria itu masih memakai seragam sekolah, menandakan ia juga baru saja pulang.


    


Clarisa hanya menatap pria itu heran karena dia hanya sibuk membaca novel tak menghiraukan Clarisa yang sedang berada didepannya. Sudut bibir pria itu terangkat membentuk sebuah senyuman. Senyuman yang terlihat puas, senang, dan penuh kejutan yang tetap terlihat manis sambil menatap ke arah Clarisa. Clarisa hanya diam tak mengerti. Pria itu berhasil membuatnya kebingungan.


    


    


"Pertama, aku ingin memperkenalkan diriku terlebih dah-"


    


"Clarisa." Jawab pria itu.


Kini Clarisa merasa jantungnya berpacu lebih kencang. Matanya terbuka sempurna mendengar jawaban pria itu. Apakah Mago memberi tahunya?

__ADS_1


    


"Apakah belum ada yang bisa menggantikan jabatan 'sahabatmu' selain aku?" Ucap pria itu memperlihatkan senyumannya sekali lagi.


    


Kini mulut Clarisa sedikit terbuka dengan tatapan mata yang sama. Tatapan yang menggambarkan keterkejutan yang besar dalam wajahnya. Matanya mulai panas namun ia bahagia. Bahagia melihat orang yang sangat ia cintai akhirnya ada dihadapannya.


Pria itu tersenyum hangat pada Clarisa. Ia menatap Clarisa yang sedang menghapus butiran bening dimatanya agar tidak jatuh. Clarisa lalu memijat pelipisnya pelan untuk mencerna apa yang sedang terjadi. Tentang cara Ren bisa hidup kembali menjadi malaikat sama sepertinya.


Dari luar kafe terlihat pengurus akhirat beserta Mago tentunya, sedang memperhatikan Clarisa dan Ren. Mereka tersenyum puas karena rencana mereka telah berhasil. Rencana untuk membuat Ren mati agar bisa dijadikan malaikat seperti Clarisa. Hitung-hitung untuk membantu Clarisa dalam misi-misinya sekaligus memberi kejutan kepada Clarisa.


***


Clarisa menegakkan posisi duduknya ia akan mulai serius sekarang dan mengesampingkan tentang bagaimana cara Ren hidup kembali. Ia menatap Ren serius kemudian membuka laptopnya. Lima menit kemudian ia memperlihatkannya pada Ren. Ren fokus menatap tulisan-tulisan dari artikel yang ada di laptop Clarisa. "Baiklah partner, tugas kita adalah membongkar aliran sesat yang sangat merugikan masyarakat." Ucap Clarisa serius.


Aliran sesat yang Clarisa maksud adalah aliran suatu komunitas yang menganggap memakan bayi satu tahun sekali pada bulan tertentu sebagai bentuk persembahan untuk para dewa. Dan yang lebih meresahkannya lagi bayi yang mereka ambil adakah hasil culik paksa pada masyarakat sekitar.


Ren menunjukkan senyum liciknya. Tugas pertama yang ia dapatkan cukup menarik dan menantang. Ia tak sabar akan melakukannya bersama Clarisa.


***


Malam harinya Ren menghentikan mobilnya didepan rumah Claudia. Terlihat seseorang yang berjalan keluar dari rumah dengan berhati-hati sambil mengenakan pakaian serba hitam. Orang itu juga membawa koper sedang berwarna biru muda. Orang itu memasuki mobil Ren lalu memangku kopernya. Siapa lagi kalau bukan Clarisa. Ren hanya menatap Clarisa yang sedang sibuk mencari alamat markas aliran sesat pada laptopnya. Malam itu juga keduanya menjalankan misi bersama untuk pertama kalinya.

__ADS_1


__ADS_2